Berteman atas Dasar Ketaqwaan

Sahabat, kita tidak sedang membicarakan fenomena “frenemy” alias “friend enemy” yakni saat seorang musuh berpura-pura menjadi teman alias musuh dalam selimut. Yang akan kita bahas saat ini berkaitan dengan kondisi di hari Kiamat kelak, yaitu hari di waktu banyak teman akrab berubah menjadi musuh, saat itulah kita akan menyadari teman sesungguhnya adalah orang-orang yang berada di atas ketaqwaan dan senantiasa mengingatkan kita di saat lupa, serta menasihati kita di saat melakukan kesalahan.

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa,”(QS. az-Zukhruf: 67)

Ibnu ‘Athiyyah berkata dalam tafsirnya:

Sesungguhnya Allah Ta’ala menyebutkan sebagian kondisi hari kiamat–bahwa disebabkan permulaannya yang mengerikan dan kepanikan yang mengepung manusia, maka setiap teman karib di dunia yang berteman bukan atas dasar ketakwaan menjadi saling bermusuhan dan saling membenci. Hal tersebut dikarenakan ia melihat bahaya yang menimpa dirinya justru berasal dari kawan karibnya sendiri. Adapun orang-orang yang bertakwa mereka melihat bahwa manfaat mengalir dari sebagian mereka kepada sebagian yang lain,” (AL-Muharrar Al-Wajiiz: 13/247)

Sudahkah kita perhatikan teman dekat kita saat ini? Apakah kebanyakan mereka merupakan orang-orang yang selalu memanas-manasi kita untuk bersaing dalam hal keduniaan? ataukah, mereka yang menjadi teman akrab kita adalah orang-orang yang senantiasa mengingatkan kita untuk melakukan amalan, dan memanas-manasi kita untuk kehidupan akhirat kelak?

Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku), sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika (Al-Qur’an) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (QS. Al-Furqan 25: Ayat 29)

Sahabat, jangan sampai kita menyesal karena ternyata di dunia ini dikepung oleh teman-teman akrab yang kelak berubah menjadi musuh utama kita di padang Mahsyar. Wallaahualam. (SH)

Wakaf Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook

Instagram