Melepas Hasrat Dunia, Perbanyak Sedekah Jariyah

 

Sahabat, sebesar apakah hasrat kita pada dunia ini? Apakah kita menghendaki ratusan rumah mewah, ribuan gram emas, bongkahan besar berlian, serta dikelilingi oleh wanita cantik atau pria tampan?

Tahukah bahwa hasrat pada dunia ini merupakan sumber kebencian Allah dan manusia lainnya pada diri kita? Lihatlah betapa banyak pertumpahan darah terjadi hanya karena perebutan kekuasaan, perebutan harta benda, serta perebutan wanita atau pria.

Bersediakah kita melepas hasrat pada dunia ini agar mendapat cinta Allah dan bahkan manusia seluruhnya?

Dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, ia berkata ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah padaku suatu amalan yang apabila aku melakukannya, maka Allah akan mencintaiku dan begitu pula manusia.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Zuhudlah pada dunia, Allah akan mencintaimu. Zuhudlah pada apa yang ada di sisi manusia, manusia pun akan mencintaimu.” (HR. Ibnu Majah)

Cara paling utama untuk melepaskan hasrat pada dunia adalah mempertebal keimanan kita terhadap kehidupan setelah kematian. Coba bandingkan saja segala isi dunia ini dengan apa yang Allah janjikan kelak di akhirat, sungguh tak sepadan bukan jika kita mati-matian mengejar dunia?

Demi Allah, tidaklah dunia dibanding akhirat melainkan seperti jari salah seorang dari kalian yang dicelup di lautan, maka perhatikanlah apa yang dibawa (tetesan yang menempel di jari, itulah dunia).” (HR. Muslim no. 2858)

Akan tetapi jangan salah kaprah, tak berhasrat pada dunia ini bukan berarti kita mengharamkan diri untuk bekerja, atau membuang-buangi harta yang kita miliki saat ini! Pemikiran seperti itu sungguh keliru. Zuhud adalah amalan hati, jadi tiada kaitannya dengan pekerjaan yang kita lakukan.

Jika kita amat miskin, namun hati kita senantiasa bernafsu untuk menjadi kaya, maka itu bukanlah yang disebut zuhud. Akan tetapi jika kita kaya raya, namun hati lebih condong pada Allah dan ridho pada segala ketentuanNya, maka itulah yang disebut zuhud.

Zuhud terhadap dunia bukan berarti mengharamkan yang halal dan bukan juga menyia-nyiakan harta. Akan tetapi zuhud terhadap dunia adalah engkau begitu yakin terhadap apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu. Zuhud juga berarti ketika engkau tertimpa musibah, engkau lebih mengharap pahala dari musibah tersebut daripada kembalinya dunia itu lagi padamu.” (HR. Tirmidzi no. 2340 dan Ibnu Majah no. 4100 dari Abu Dzar)

Sahabat, semoga kita bukanlah termasuk golongan orang-orang yang menyimpan hasrat besar pada dunia ini.
Melainkan orang yang gemar berbagi.

Wakaf Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook

Instagram