Menambah Jumlah Sedekah

 

Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang,” (QS At Taubah: 99)

Sahabat, kebanyakan orang merasa gembira ketika saldo tabungan bertambah, atau jumlah gaji bulanan bertambah, tapi pernahkah merasakan bahagia yang lebih besar jika jumlah sedekah rutin kita bertambah?

Tidak sedikit orang yang justru sedih ketika harus menghabiskan uang lebih banyak untuk sedekah. Entah itu bersedekah pada orangtua yang sudah renta, sedekah pada kerabat yang masuk golongan dhuafa, atau sedekah untuk tetangga yang merupakan janda atau anak yatim.

Beberapa hal berikut ini perlu disadari agar kita dapat merasakan kebahagiaan yang lebih besar saat mampu menambah jumlah sedekah kita:

1. Harta kita yang abadi bukanlah yang kita simpan atau pergunakan, melainkan apa yang kita sedekahkan

Maka semakin bertambah banyak sedekah yang kita keluarkan, semakin banyak pula harta abadi milik kita.

Kapan harta abadi ini bisa digunakan? Ya, tepat di hari kematian kita, di saat tubuh kita tertimbun tanah merah, di waktu itu barulah kita menyadari betapa bahagianya melihat banyaknya jumlah sedekah kita selama hidup.

Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), “Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh,” (QS. Al-Munafiqun: 10)

 

2. Sedekah tidak hanya mendapat ganjaran di akhirat, tapi juga di dunia, dengan besaran berkali-kali lipat

Semakin besar sedekah yang kita keluarkan, semakin besar pula ganjaran yang akan kita peroleh di dunia ini. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta yang kita miliki di dunia ini,

Harta tidak akan berkurang karena sedekah,” (HR Muslim)

Sebaliknya, harta tersebut justru dapat berkembang biak jika disedekahkan. Sebagaimana satu benih yang tumbuh menghasilkan puluhan bahkan ratusan bulir.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al Baqarah: 261)

Maka berbahagialah jika kita dapat menambah jumlah sedekah yang kita infakkan di jalan Allah. In syaa Allah ganjaran sedekah tersebut bisa langsung kita rasakan di dunia ini.

 

3. Menambah jumlah sedekah berarti mengurangi kemungkinan uang dipergunakan untuk hal yang tidak bermanfaat

Jika penghasilan meningkat namun sedekah tak bertambah, artinya kemungkinan besar uang kita dihabiskan untuk hal-hal bersifat duniawi yang bisa saja bermanfaat namun bisa pula tidak bermanfaat.

Berbahagialah jika uang sedekah kita bertambah, karena dengan demikian berarti penghasilan yang kita peroleh telah dipergunakan untuk perniagaan yang takkan pernah merugi.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat serta menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,”  (QS. Fathir : 29)

 

4. Sedekah bisa menjadi penghalang bala bencana untuk diri kita dan keluarga

Jauh berbeda dengan asuransi yang kita bayarkan rutin tiap bulannya agar mengcover kerugian ketika terjadi kecelakaan, sakit berat atau bahkan meninggal dunia. Sedekah justru kita keluarkan rutin untuk mencegah terjadinya segala kecelakaan, penyakit berat, bahkan memperpanjang usia!

Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah,” (HR. Baihaqi)

Dengan banyaknya manfaat sedekah tersebut, bukankah seharusnya kita berbahagia jika memiliki kemampuan menambah jumlah sedekah yang kita keluarkan? Siapkah kit meningkatkan jumlah sedekah rutin kita? (SH)

Wakaf Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook

Instagram