Mengelola Wakaf yang Menghasilkan ala TWI

Bagi sebagian besar orang, kata “wakaf” akan membersitkan gambaran pikiran berupa tanah, kuburan atau masjid. padahal kini, wakaf telah berkembang dengan pengelolaan yang beragam dan produktif. bahkan, telah menjadi sumber aset milik umat yang menghasilkan dana guna pendanaan program sosial.

Dompet dhuafa telah sejak lama menggagas pengembangan wakaf untuk kebutuhan program sosial dhufa, seperti Sekolah Gratis, Klinik Gratis, Wisma Muallaf, dan terakhir Rumah Sakit Gratis. dan sejak 2005, Dompet Dhuafa juga telah mengembangkan pengelolaan wakaf produktif melalui Tabung Wakaf Indonesia (TWI.

Dengan dukungan wakaf masyarakat, alhamdulillah, TWI kini telah dipercaya mengelola beragam aset wakaf secara produktif, profesional dan amanah. aset-aset wakaf yang dikelola TWI antara lain berupa properti, bisnis sosial dan surat berharga pasar modal.

Dalam kategori properti, TWI mengelola aset berupa ruko-ruko, food court, gedung pertemuan di bilangan karawaci serta sebuah lapangan futsal di daerah ciputat. Aset-aset ini disewakan kepada pelanggan dan mitra pada harga pasar sesuai kesepakatan.

Sementara untuk aset berupa bisnis sosial, TWI saat ini mengelola dua wakaf sekolah. sekolah tersebut adalah sekolah Al Syukro Universal Ciputat dan Sekolah Semen Cibinong di Klapanuggal, Cibinong Bogor. kedua sekolah ini mengelola jenjang pendidikan TK, SD dan SMP dengan total murid mencapai 1.400 siswa jika digabungkan.

Sebagai catatan menarik, Sekolah Semen Cibingong (SSC) adalah sekolah pertama yang diamanahkan oleh perusahaan multinasional Indonesia. adalah PT Holcim Indonesia, Tbk, yang pada Juli 2010 telah mewakafkan sekolah ini kepada TWI Dompet Dhuafa.

Dengan komitmen pengelolaan profesional dan pengembangan kualitas pendidikan, manajemen sekolah baru SSC berhasil mengantarkan siswa-siswi berkualitas menjadi finalis olimpiade sains matematika dan biologi tingkat nasional, serta memenagkan beragam lomba antar sekolah. sebuah kebanggan tersendiri untuk sebuah sekolah swata dengan kepadatan kelas yang lebih dari 40 siswa dan iuran bulanan tidak lebih dari Rp 100 ribu.

TWI juga menerima amanah surat berharga pasar modal berupa sahan dari sejumlah donatur. bersama dengan BNI Securities sebagai tempat pengelolaan saham, TWI berusaha memastikan optimalisasi nilai portofolio dengan mengedepankan aspek syariah, fundamental perusahaan, dan potensi deviden yang baik.

Dalam konteks pemanfaatan hasil pengelolaan (surplus) wakaf, TWI mengalokasikannya ke dalam tiga lokasi. Alokasi pertama adalah penerima manfaat (maukuf alaih) sebesar minimal 50 persen surplus. alokasi ini nantinya akan disalurkan sesuai amana donatur, apakah dalam bidang pendidikan, kesehatan atau pemberdayaan ekonomi untuk dhuafa. pada 2012, alokasi ini mencapai Rp 144,7 juta. alokasi berikutnya ialah pemeliharaan, reinvestasi dan hak pengelola (nadzir). hak nadzir maksimal adalah 10 persen surplus.

pada tahun ini, TWI mengembangkan dua project utama wakaf produktif. pertama, penanaman 8.000 pohon sengon dil lahan wakaf Jonggol dan Sentul seluas total 3 hektar. Dan kedua, pembangunan 27 rumah sewa (kontrakan) di lahan wakaf Cilesdug dan Serpong. program pertama telah terlaksana sejak Februari 2012, sehingga fokus program saat ini ditujukan kepada penghimpunan dana project kedua.

TWI Dompet Dhuafa akan terus berkomitmen dalam pengelolaan wakaf secara produktif, profesional dan amanah. hal ini merupakan tanggung jawab besar seiring tuntutan bahwa setiap donatur wakaf tentulah berharap harta yang mereka wakafkan memiliki kebermanfaatan yang langgeng.

Selain itu, wakaf di Indonesia seharusnya bisa mengandingi keberhasilan Mesir dalam mengelola wakaf. Ribuan rumah sakit, hotel, serta apartmen terbangun karena wakaf disana serta mengalirkan milyaran rupiah untuk beragam program sosial. karenanya, komitmen pengelolaan wakaf secara produktif merupakan langkah awal membangun modal sosial ekonomi ummat yang mampu berkontribusi signifikan kepada perekonian bangsa dan kesejahteraan masyarakat. ()