Peletakan Batu Pertama Masjid Dompet Dhuafa di Jalur Lintas Sumatera

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ismail A. Said, memimpin peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Majid Dompet Dhuafa di Jalan Baturaja (Lintas Sumatera), Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara (4/5). (Foto: Dompet Dhuafa/Dhika Prabowo)

TABUNG WAKAF – Dompet Dhuafa melaksanakan seremoni peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Majid di Jalan Baturaja (Lintas Sumatera), Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara yang dihadiri langsung oleh keluarga wakif, tokoh agama, aparatur, dan warga setempat (4/5).

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ismail A. Said, mengatakan dalam sambutannya bahwa tanah wakaf seluas 1,7 hektar ini akan dibangun Masjid seluas 1.300 meter, Rumah Sakit, dan juga fasilitas umum lainnya seperti toko yang berbasis wakaf produktif. Fasilitas tersebut nantinya diperuntukan bagi siapapun, tak terkecuali para pesinggah Lintas Sumatera, dan khususnya masyarakat Bukit Kemuning.

Membangun Rumah Sakit memang tidak mudah, diperlukan dana besar dan jangka panjang. Maka kami bangun masjidnya dulu,” kata Ismail A. Said.

Ismail A. Said juga bercerita, pertemuan Dompet Dhuafa dengan keluarga Wakif sudah dilakukan sejak November 2016 bersama anak-anak Wakif. Saat itu tanah seluas 1,7 hektar milik almarhum Haji Abdul Majid yang diwariskan kepada anak-anaknya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Nurhasbiah, salah satu anak almarhum H. Abdul Majid juga turut mengisahkan proses berwakaf ini. Ia menceritakan bahwa dari hasil pertemuan, anak-anak Wakif sepakat untuk mewakafkan tanah seluas 1 hektar, dari total 1,7 hektar, untuk kemashlahatan umat. Sebagian lainnya, 7.000 meter dipersiapkan untuk para cucu keturunan Wakif.

Namun beberapa bulan kemudian, kami berpikir dan bermusyawarah dengan keluarga, alhamdulillah kami tekad mewakafkan tanah seluruhnya seluas 1,7 hektar tersebut,” ujar Nurhasbiah.

Sebelum peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Majid diresmikan, sejumlah donasi sudah berdatangan, diantaranya:
1. Sdr Matuah Surya Perdana, 1 truk batu
2. Sdri Aisyah Cinde Citra, 20 sak semen
3. Sdr Umabikha Rofie Atmaja, 1 truk pasir
4. Sdr Islammey Rofie Atmaja, 1 truk pasir
5. Ibu Masnuning, uang Rp 50 jt
6. Sdri Maida Zahra, 10 sak semen
7. Sdri Filza, 10 sak semen
8. Sdr Ilham Amirul Hakim, 1 truk batu
9. Sdr Ikhsan Ilyansyah Madjsaid dan Isma Ratu Bilqis, 15 sak semen
10. Sdr Said Husin dan Siti Nasimah, 10 sak semen
11. Ibu Hasanati Rahmah, 1 truk pasir
12. Sdri Luthfiyah Hannashilla Suherman, 1 truk batu
13. Sdri Shafa Husnul Khatimah, 10 sak semen
14. Ibu Khoriyatul Jannah, 1 truk batu
15. Bpk Suherman, 20 sak semen
16. Bpk Mumu, 25 sak semen
17. Almarhum H. Marhadan & Hj Baridu, 10 sak semen
18. Almarhum H. Ahmad Menali & Hj. Cik lmah, 10 sak semen
19. Almarhum H. Sapuan & Hj Yubah, 10 sak semen
20. Sdri Rosiana Aulia Rahma, 10 sak semen
21. Sdr Fadil, Rafli & Nada, 10 sak semen
22. Sdri Athifa Muthmainnah, 1 truk batu
23. Almarhum H. Ubad Subadri, 20 sak semen.

Ternyata pembangunan Masjid di Bukit Kemuning ini telah menjadi wacana pemerintah desa. Tujuannya yakni membangun sebuah sarana umum ikonik yang nantinya menjadi ciri khas Bukit Kemuning. Hal ini disampaikan langsung oleh tokoh Kantor Urusan Agama (KUA) Bukit Kemuning, Azis Musyafa, di akhir sambutan.

Subhanallah, dua hari kemudian saya diundang Dompet Dhuafa untuk pembacaan doa peresmian Masjid Al Majid tersebut,” tutup Azis. (Dompet Dhuafa/Dhika Prabowo/Mutia Rabbani Hanifah)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook

Instagram