7 Pesona Masjid Wakaf di Dunia

7 Pesona Wakaf di Dunia

Masjid sebagai tempat ibadah umat Muslim memiliki peran yang sangat penting. Kehadirannya tidak hanya sebagai bangunan yang dipergunakan untuk shalat, zikir, dan mengaji. Sejatinya, masjid juga dapat menjadi pusat peradaban, pemberdayaan dan pendorong perekonomian.

Sejarah mencatat, peradaban di masa nabi bermula dari masjid. Tepat pada tahun kedua  Hijriyah  yang dimulai pada masa kenabian beliau di Madinah ditandai dengan pembangunan Masjid Quba. Masjid ini dibangun atas dasar takwa, agar menjadi wakaf pertama dalam Islam untuk kepentingan agama.

Rasulullah Muhammad SAW saat membangun kota Madinah, didalamnya menjadikan masjid sebagai pusat aktifitas. Ketika itu, segala aktifitas pendidikan, ekonomi, politik, kemasyarakatan, dan lainnya bertempat di masjid.

Berikut ini 7 pesona Masjid Wakaf di dunia:

1.       Masjid Quba

Masjid Quba merupakan salah satu rumah ibadah yang sejarahnya lekat dengan Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab, masjid ini dibangun oleh Rasulullah.
Masjid ini sejak pertama dibangun atas dasar takwa dan terkenal menjadi wakaf pertama dalam Islam. 
 
Masjid Quba berada di tepi kota Madinah. Kala itu, Nabi Muhammad baru saja menyelesaikan perjalanan hijrahnya dari kota Makkah ke Madinah dan langsung memerintahkan untuk membangun Masjid Quba.
Masjid Quba dibangun pada 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi. Masjid ini berdiri diatas kebun kurma seluas 1.200 m2. Kemudian, masjid direnovasi sehingga luasnya saat ini mencapai 5.860 m2 sehingga mendapat 20.000 jamaah.
7 Pesona Masjid Wakaf di Dunia
Masjid Quba, termasuk salah satu masjid yang disebutkan dalam ayat suci Al-Qur’an.
“Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya (Q.S At-Taubah).
Selain merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulullah SAW di Madinah, Masjid Quba memiliki cerita keistimewaan lain, yakni, Jika seseorang shalat di dalam masjid ini, maka dia akan memperoleh pahala setara umrah.
Keutamaan shalat di Masjid Quba dituliskan  dalam pintu masuk masjid.

2.       Masjid Nabawi 

Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Muhammad, Setelah Masjid Quba. Masjid Nabawi yang dibangun di atas tanah anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail Ibnu Amr dari Bani Najjar yang dibeli oleh Rasulullah dengan harga delapan ratus dirham untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman nabi.
Awalnya, masjid ini berukuran 50 x 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Nabi turut membangunnya dengan tangannya sendiri bersama dengan para sahabat dan kaum muslimin. Tembok di keempat sisi masjid ini terbuat dari batu bata dan tanah sedangkan atapnya dari daun kurma dengan tiang-tiang penompangnya dari batang kurma. Sebagian atapnya dibiarkan terbuka dan tanpa penerangan di malam hari. Di Waktu Isya penerangan dilakukan dengan membakar jerami.
Miniatur dari rekonstruksi Masjid Nabawi sesuai bentuk asal di masa Nabi.

 

Miniatur dari rekonstruksi rumah nabi yang menempel di dinding masjid Nabawi.
Masjid Nabawi kemudian terus menerus mengalami renovasi dan diperluas. Sampai akhirnya, ukurna masjid ini mencapai 100.000 m2 dengan luas lantai atas yang mencapai 67.000 m2 dan pelataran masjid sebesai 135.000 m2, sehingga bisa menampung sekitar 535.000 jamaah.

3.       Wakaf Masjid Aisyah Al-Rajhi  Makkah

Masjid Aisyah Al-Rajhi
Masjid Aisyah Al-Rajhi adalah masjid terbesar ketiga di Arab Saudi setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masjid ini dibangun dan diwakafkan untuk umat oleh konglomerat arab dermawan bernama Sulaiman Ibnu Abdul Azis Ar-Rajhi dan diresmikan pada tanggal 2013. Masjid ini mampu menampung 18.000 orang dengan luas 60.000 m2.
Masjid ini juga dilengkapi dengan berbagai sarana pelayanan masyarakat seperti pemandian dan pemulasaran jenazah, auditorium untuk seminar dan kajian serta perpustakaan berisi lebih 60.000 ribu buku. Dilingkunan masjid juga disediakan penginapan untuk para pencari ilmu di berbagai negara dan para pengurus masjid.
Masjid Aisyah Al-Rajhii merupakan bukti tanda bakti dan cintanya Sulaiman Ibnu Abdul Azis Ar-Rajhi  kepada sang ibunda sehingga masjid ini diwakafkan atas nama bundanya Aisyah.

4.       Masjid Omar Kampong Melaka Singapura

Masjid Omar Kampung Melaka Singapura adalah wakaf pertama di Sungapura. Masjid yang terkenal dengan masjid tertua ini didirikan pada tahun 1820. Masjid yang berlokasi di Keng Cheow off Havelock Road ini memiliki kapasitas 1000 orang jamaah.
Masjid ini berdiri di atas tanah wakaf Sjeh Omar Sharif Ali bin Al-Juneid. Saudagar kaya dari Indonesia yang berasal dari Yaman.
Sjeh Omar Sharif Ali juga adalah tokoh penting dan berpengaruh dalam perkembangan wakaf di Singapura.
Sebagai filantropis, kontribusi beliau tidak hanya tercatat sebagai orang yang membangun Masjid Kampong Malaka saja, beliau juga berkontribusi besar dalam pembangunan masjid di Bencoolen Street. Pembuatan sumur dekat Fort Canning untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar Beliau juga mewakafkan sebidang tanah untuk tempat pemakaman di daerah Victoria Street.

5.       Masjid Jawa di Bangkok Thailand

Masjid Jawa dibangun diatas tanah wakaf milik Haji Muhammad Saleh, seorang perantau dari Jawa, didirikan pada tahun 2448 dalam tahun Thailand atau sekitar tahun 1906.
Masjid ini berasitektur jawa dengan warna bangunan hijau muda dengan atap limas berundak tiga. Jika dilihat sepintas serasa melihat Masjid Agung Kauman di Yogyakarta dalam Ukuran Mini.
Letak masjid ini berada di Jalan Soi Cjarooen Rat 1 Yaek 9, daerah Sathorn, Bangkok, Thailand. Kawasan sekitas masjid yaitu Soi Charoen Rat merupakan Kawasan yang dihuni masyarakat melayu dan banyak keturunan dari perantauan orang Jawa.

6.       Masjid Al-Azhar Kairo

7 Pesona Wakaf Masjid di Dunia
Masjid Al-Azhar Kairo merupakan salah satu masjid tertua di kairo, nama Al-Azhar dikenal sebagai ikon besar di dunia Pendidikan. Dulunya al-Azharnya hanyalah sebuah masjid yang dibangun oleh Jauhar Al-Shaqali, seorang panglima perang dinasti Fathimiyyah pada tahun 970 M.
Masjid ini kemudian berkembang menjadi tempat dakwah dan majelis ilmu. Berbagai macam kegiatan keilmuan Islam diajarkan didalamnya bersama syaikh-syaikh Al-Azhar. Masjid ini menjadi pusat peradaban keilmuan pada zamannya sampai sekarang, telah mencetak banyak ulama-ulama yang sudah berkontribusi di negaranya masing-masing. Di era Muhammad Abduh dibentuklah jenjang Pendidikan dari tingkat dasar sampai universitas. Fondasi yang diletakkan Muhammad Abduh ini mengantarkan tempat itu menjadi perguruan tinggi akbar yaitu Universitas Al-Azhar Kairo.
Al-Azhar sebagai Lembaga Pendidikan terkemuka dunia ini setiap tahunnya memberikan beasiswa bagi ribuan mahasiswanya. Tak cuma itu, Al-Azhar juga menerbitkan kitab-kitab agama dan buku secara gratis. Kalaupun tidak, bukunya dijual dengan sangat murah.
Menurut Dr. Abdul Azis Kamil, mantan Menteri Waqaf dan Urusan Al-Azhar. Perjalanan Al-Azhar dari sebuah masjid hingga menjadi universitas besar tak terlepas dari peran umat Islam. Umatlah yang menyumbangkan dananya melalui amal jariah, termasuk wakaf, baik wakaf tunai, harta benda, tanah, maupun gedung.
Dengan dana wakaf tersebut, Al-Azhar bisa mempunyai banyak rumah sakit, memberi modal usaha, mengirimkan dai dan dosen ke seluruh dunia, dan menerbitkan koran mingguan Shout Al-Azhar. MasyaAllah.
Baca juga : Masjid Al-Majid

7.       Masjid Al-Madinah Parung, Bogor Indonesia

Berdiri di atas lahan wakaf sekitar 2.763 meter persegi, kehadiran Masjid Al Madinah Dompet Dhuafa diharapkan dapat menjadi pusat keunggulan seiring dengan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah. Masjid ini dibangun atas amal jariah umat baik wakaf tunai, atau material dari donator yang menitipkan wakafnya di Dompet Dhuafa.
Masjid Al Madinah memiliki luas bangunan sekitar 2.400 Meter persegi dengan total luas ruang sholat sekitar 1.300 Meter Persegi, serta memiliki kapasitas jamaah sebanyak 2.247 orang.
Masjid ini berada dikawasan Zona Madina Dompet Dhuafa. Kawasan ini merupakan kawasan pemberdayaan umat terpadu yang dibangun di atas tanah seluas 3,6 Hektar di wilayah Jampang, Bogor, Jawa Barat.

Kawasan ini dilengkapi dengan bangunan rumah sakit tanpa biaya khusus dhuafa—Rumah Sehat Terpadu, Kampung Wisata Djampang, Kampung Ternak, Bumi Pengembangan Insani yang di dalamnya termasuk Smart Ekselensia Indonesia, Sekolah Guru Indonesia, Makmal Pendidikan, perpustakaan, dan sarana olahraga.

Semoga keberadaan Masjid Al Madinah semakin mempertebal ukhuwah islamiyah dan menguatkan zona pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas di kawasan terpadu tersebut.

Sahabat, itulah 7 masjid wakaf dari sekian ribu masjid wakaf di dunia, dibalik dengan pesonanya, masjid-masjid diatas akan menjadi amal jariah bagi pewakifnya.

Sahabat ada referensi  selain nama-nama masjid wakaf diatas? Yuk share di kolom komentar.
(Nur Hafifah/TabungWakaf)
Wakaf Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *