Pesona 7 Wakaf Masjid di Indonesia dari Walisongo, Bikin Nyaman!

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Masjid yang nyaman dapat membuat Sahabat betah berlama-lama. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai peradaban ilmu. Pengalaman tersebut dapat Sahabat rasakan pada masjid wakaf di Indonesia. Yuk, jalan-jalan virtual dengan membaca ulasan 7 masjid wakaf di Indonesia!

1. Masjid Agung Al-Falah, Wakaf Indonesia di Jambi

Interior wakaf Masjid Agung Al Falah di Indonesia, Jambi

Interior Masjid Agung Al Falah, Jambi (Foto: Wikipedia)

Masjid wakaf di Indonesia yang satu ini berasal dari Jambi yang berdiri di atas tanah wakaf milik Sultan Thah Saifudin. Masjid Al-Falah dijuluki sebagai masjid seribu tiang dan menjadi ikon kebangaan masyarakat Jambi. Sejak pertama kali dibangun tahun 1971, masjid ini kental dengan nuansa kerajaan melayu. Proses pembangunannya pun memiliki waktu perjuangan yang tidak singkat, yakni 9 tahun.

Menurut sejarah, Masjid Al-Falah juga menjadi saksi Provinsi Jambi di masa lalu. Awal mulanya, tanah tersebut merupakan Istana Tanah Pilih. Kehidupan berjalan damai hingga saat Sultan Thaha Syaifudin diangkat sebagai sultan dan membatalkan seluruh perjanjian dengan Belanda. Pihak Belanda marah, lalu ingin menyerang kesultanan.

Singkat cerita, pihak kesultanan menyerang terlebih dahulu, lalu Belanda membalas hingga membumi hanguskan kesultanan pada tahun 1995. Kemudian, pada tahub 1906 tanah tersebut menjadi asrama tentara Belanda. Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1960 para tokoh Islam mengemukakan ide untuk mendirikan masjid di atas tanah 2,7 hektar tersebut. Barulah pada tahun 1971 pembangunan mulai direalisasikan.

 

Baca juga: 7 Pesona Masjid Wakaf di Dunia 

 

Masjid ini berlokasi di Jl. Sultan Thaha, Legok, Telanaipura, Kota Jambi. Pesona salah satu masjid wakaf di Indonesia tersebut memiliki luas bangunan 6.400 meter persegi. Selain itu, masjid tersebut mampu menampung hingga 10.000 jamaah. Pondasinya mampu menahan goncangan gempa hingga aksen kubahnya yang menarik perhatian wisatawan dan jamaah. Arsitekturnya membuat masyarakat betah berlama-lama untuk melaksanakan ibadah.

2. Masjid Demak, Salah Satu Masjid Wakaf Tertua di Indonesia

Masjid Demak, salah satu masjid wakaf di Indonesia

Bangunan Masjid Demak (Foto: Dinas Pariwisata Demak)

Masjid Demak merupakan wakaf dari Raden Fatah, sultan pertama dari Kerajaan Demak pada abad ke 15 Masehi. Masjid Demak dibangun dengan bantuan walisongo saat mendirikan 4 tiang utama, yaitu Sunan Bonang di sebelah barat laut, lalu Sunan Gunung Jati di sebelah barat daya, Sunan Apel di sebelah tenggara, dan Sunan Kalijaga di sebelah timur laut.

Maka dari itu, masjid terkenal ini menjadi salah satu masjid wakaf tertua di Indonesia. Melansir dari situs Pariwisata Demak, masjid agung ini merupakan tempat berkumpulnya walisongo untuk menyebarkan ajaran Islam di pulau Jawa.  Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Demak memiliki ciri khas tradisional Indonesia, sementara itu atap masjid berbentuk limas menggambarkan akidah islam, yaitu iman, islam, dan ihsan.

Saking terkenalnya, mudah sekali datang ke masjid peninggalan Kerajaan Demak ini di Kampung Kauman, Bintoro, Demak, Jawa Tengah. Meskipun sudah banyak direnovasi, tetapi nuansa tradisional masih terasa kental. Pengunjung dapat melihat ornamen-ornamen unik hingga pola geometris di dinding ruang utama.

Mengutip dari Kompas.com, bagian ruang utama memiliki 3 pintu, salah satunya Lawang Bledeg atau dikenal dengan sebutan penangkal petir. Konon, pintu tersebut dipercaya dapat menangkal petir. Akan tetapi, pintu aslinya sudah aus, sehingga pintu yang terpasang sekarang merupakan replikasi. Meskipun begitu, pengunjung dapat melihat wujud aslinya di Museum Masjid Agung Demak.

 

Baca juga: Asal Usul Masjid Nabawi, Wakaf Pertama Rasulullah SAW

 

Sekali berkunjung, Demak menjadi kota yang tidak terlupakan. Belum lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Museum Masjid Agung Demak yang berlokasi tidak jauh dari masjid. Mengutip dari situs resmi Pariwisata Demak, museum tersebut banyak menyimpan situs purbakala sejarah kerajaan Demak dan Masjid Agung Demak.

Inilah salah satu contoh wakaf produktif di Indonesia. Masjid bukan hanya sebagai tempat singgah untuk beribadah, tetapi juga menggerakkan orang yang berkunjung untuk belajar tentang sejarah dan akulturasinya. Masyarakat pun betah dan dapat mengenal Demak lebih dekat.

3. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon

Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon

Bangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon (Foto: Cagar Budaya Kemdikbud)

Kalau jalan-jalan ke Cirebon mesti coba berkunjung ke Masjid Agung Sang Cipta Rasa, nih! Masjid bersejarah dan ikonik ini dibangun pada tahun 1480 oleh Sunan Gunung Djati sebagai pemimpin, lalu Sunan Kalijaga dan Raden Sepat sebagai arsiteknya dan 200 orang pembantunya.

Raden Sepat merancang ruang utama masjid berbentuk bujur sangkar seluas 400 meter persegi. Di bagian mihrab, terdapat bermacam-macam ukiran bunga teratai yang dibuat oleh Sunan Kalijaga. Selain itu, ada tiga buah ubin khusus yang melambangkan 3 ajaran pokok, yakni iman, islam, dan ihsan.

 

Baca juga: 5 Jenis Sumur Sesuai Geografisnya, Cocok yang Mana?

 

Masjid Agung Sang Cipta Rasa tidak memiliki menara atau kubah. Maka dari itu, atap masjidnya terlihat sederhana,  bentuknya prisma atau limasan seperti atap-atap di rumah Jawa. Mengutip dari situs resmi Cagar Budaya Kemdikbud, sebelum bernama Sang Cipta Rasa, penduduk setempat menamainya Masjid Pakungwati yang terletak di dalam Komplek Keraton Pakungwati.

Saat ini masjid berlokasi di depan Keraton Kesepuhan, tepatnya di Jalan Keraton Kasepuhan 43, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, yang juga dikenal sebagai Masjid Agung Cirebon. Ada yang menarik dari cerita pembangunan salah satu masjid tertua ini. Konon, pembangunan masjid hanya berlangsung sekitar 1 hari. Pada dini hari di keesokan harinya sudah bisa dipakai untuk shalat Subuh.

4. Menara Kudus

Wakaf Masjid Kudus di Indonesia

Masjid Menara Kudus dari Sunan Kudus (Foto: Wikipedia)

Wakaf menara masjid yang satu ini berasal dari Sunan Kudus. Menara ini dijuluki sebagai Masjid Al Aqsa dan Masjid Al Manar yang dibangun dari batu bata merah pada tahun 1549 masehi. Kawasan masjid menjadi wisata religi yang wajib dikunjungi saat datang ke Kudus. Coraknya merupaka hasil akulturasi budaya Islam, Hindu, dan Buddha yang merupakan wujud toleransi dan kerukunan antar umat beragama.

Sunan Kudus adalah sosok yang membumi, jujur, dan tidak suka orang yang suka pamer tentang pangkat dan kekuasaan. Konon, ada mitos kalau Sunan Kudus memasang Rajah Kalacakra di pintu masuk masjid. Menurut warga setempat, rajah tersebut dapat melemahkan kekuasaan seseorang. Jadi, kalau pejabat tidak jujur, maka dia bisa kehilangan kekuasannya. Hmm, terlepas dari benar atau tidak, ada pesan mendalam untuk meninggalkan urusan duniawi dan fokus ibadah saat memasuki area masjid.

5. Masjid Agung Jawa Tengah, Wakaf dari Bupati Pertama Semarang untuk Indonesia

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang

Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah, masjid wakaf di Semarang (Foto: Wikipedia)

Pindah ke Semarang, ada Masjid Agung Jawa Tengah yang dibangun di atas tanah wakaf milik Ki Ageng Panandaran II, yaitu Bupati Semarang pertama. Salah satu masjid termegah di Indonesia ini punya enam payung hidrolik raksasa yang merupakan adaptasi dari Masjid Nabawi. Sesuai namanya, keagungan masjid dapat menampung 15.000 jamaah, belum termasuk area halaman yang diperkirakan dapat diisi 10.000 jamaah.

Masjid Agung Jawa Tengah dikelola menjadi wakaf produktif. Hasilnya, masjid bukan hanya sebagai tempat shalat, tetapi juga peradaban ilmu dengan fasilitas mumpuni. Masjid Agung Semarang memiliki fasilitas perpustakaan, penginapan, ruang akad nikah, auditorium, museum, hingga kafe dengan pemandangan kota dan pesisir laut di menara Asmaul Husna.

Sesekali berkunjung ke sana, yuk! Masjid ini berlokasi di Jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Jangan lupa tetap jaga dan taat protokol kesehatan, ya!

6. Masjid Ampel Surabaya

Masjid Ampel, salah satu masjid wakaf di Indonesia dari walisongo

Arsitektur Masjid Ampel (Foto: Wikipedia)

Move on ke Surabaya. Di sana Sahabat dapat berkunjung ke Masjid Ampel yang didirikan tahun 1421 oleh Sunan Ampel. Pembangunan dibantu oleh dua sahabat karibnya, yaitu Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji. Para santri juga ikut membantu agar masjidnya. Melansir dari situs resmi Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya, masjid ini dibangun di atas tanah seluas 120 x 180 meter persegi di Desa Ampel.

Pengunjung dapat melihat prasasti Arab pegon berbahasa Melayu (bahasa Indonesia) bergaya dialek era abad 19. Prasasti mengungkap informasi tentang perluasan Masjid Agung Sunan Ampel tahun 1915 dan 1926.

Selain masjid, Sunan Ampel juga mendirikan Pondok Pesantren Ampel. Sejak tahun 1972 kawasan Masjid Ampel dan sekitarnya ditetapkan sebagai wisata religi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Sayangnya, Pondok Pesantren Ampel Denta tidak lagi berada di kawasan masjid.

7. Masjid Agung Kauman, Yogya

masjid gedhe kauman yogyakarta

Bangunan Masjid Agung Kauman, Yogyakarta (Foto: dpad.jogjaprov.go.id)

Terakhir, ada Masjid Agung Gedhe Kauman di Yogyakarta yang erat kaitannya dengan Kesultanan Yogyakarta. Mengutip dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta, keberadaannya menandai Yogyakarta sebagai kerajaan Islam. Masjid ini dibangun pada 29 Mei 1773 M oleh empunya Sri Sultan Hamengku Buwono I dan Kyai Fakih Ibrahim (penghulu keraton). Pembangunan masjid melibatkan arsitek Kiai Wiryokusumo.

Berdirinya Masjid Gedhe Kauman menunjukkan bahwa Mataram sebagai kerajaan bercorak Islam mempertahankan nilai budaya Jawa dari sisi tata ruang. Lokasinya yang tidak jauh dari keraton sebagai pusat pemerintahan Jawa dan hal itu telah dilakukan oleh kerajaan-kerajaan Jawa semenjak era Majapahit. Masjid Gedhe berlokasi di sisi barat Alun-Alun Utara dan barat daya Pasar Beringharjo.

Bagimana, indah dan mempesona, kan? Di era 2021, wakaf pun semakin difokusi oleh negara. Dalam perkembangan wakaf di Indonesia, Dompet Dhuafa menjadi bagian di dalamnya. Bukan saja sebagai lembaga pengelola zakat, Dompet Dhuafa juga secara resmi menjadi Nazir Wakaf yang legal di Indonesia. Selengkapnya tentang program wakaf Dompet Dhuafa, sahabat dapat berkunjung ke link Wakaf Dompet Dhuafa.

Itulah kisah 7 masjid wakaf di Indonesia yang bikin tidak sabar untuk berkunjung ke sana. Semoga dengan mempelajari sejarah ini, kita bisa benar-benar memaknai ibadah wakaf dan memulainya dari sekarang dengan cara sederhana, 10 ribu sudah bisa berwakaf di Dompet Dhuafa, loh! Yuk, klik tautan ini atau banner di bawah!

Wakaf Sekarang