Agar Sedekah Menjadi Lifestyle

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

membuat sedekah menjadi gaya hidupSahabat, begitu mudahnya kita menghabiskan uang di toko, swalayan, restoran, cafe, bioskop, bahkan juga kita rela mengeluarkan ratusan ribu sampai jutaan Rupiah sekadar untuk pulsa, namun amat sulit mengeluarkan sejumlah uang yang sama untuk diberikan ke masjid, kotak infak, atau rekening shadaqah secara rutin.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Salah satu alasannya adalah kita belum menjadikan zakat, infak, wakaf, dan sedekah sebagai gaya hidup. Sementara itu pulsa gadget, makan di cafe, minum secangkir kopi seharga minimal lima puluh ribu, spa dan sauna sudah menjadi kebutuhan lifestyle alias gaya hidup bulanan.

Apa itu gaya hidup? Menurut Kotler (2002, p. 192) gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang ia ekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Sedangkan menurut Minor dan Mowen (2002, p. 282), gaya hidup adalah menunjukkan cara bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana ia mengalokasikan waktu.

Nah, pertanyaannya, bagaimana cara membuat sedekah menjadi gaya hidup kita? Di mana setiap kali mendapat uang, pertama sekali kita tidak akan terpikirkan mall atau gadget baru, melainkan zakat, infak atau sedekah.

Baca Juga: Bahayanya Mengatakan Saya Tidak Punya Uang ketika Diminta Bersedekah

Berikut ini beberapa tips membuat sedekah menjadi gaya hidup yang patut dicoba:

1. Bergabung dengan komunitas orang-orang pecinta sedekah dan gemar berinfak

Lifestyle biasanya didorong juga oleh tuntutan lingkungan. Orang yang hidup dalam lingkungan hedon, misalnya menghamburkan uang untuk dugem (dunia gemerlap), maka lifestylenya akan ikut terpengaruh gaya hedonisme.

Orang yang berada di lingkungan orang-orang penuh perhitungan dan gemar menyimpan harta dalam bentuk emas, tabungan serta deposito, maka ia akan terlecut juga untuk menjadikan menabung sebagai gaya hidupnya.

Seorang wanita yang tergabung dalam kumpulan penggosip, maka akan memiliki gaya hidup sebagai tukang ghibah pula.
Maka, untuk memastikan lifestyle yang kita pilih bersifat positif, cobalah menceburkan diri ke lingkungan orang-orang positif, dalam hal ini khususnya ke komunitas orang-orang yang gemar bersedekah.

2. Temukan kenikmatan dan kebahagiaan saat bersedekah

Hal ini penting, karena ketika seseorang telah menemukan kenikmatan dalam bersedekah, tidak akan sulit lagi menjadikan sedekah sebagai gaya hidup. Akan tetapi jika tidak bisa menemukan kebahagiaan dalam bersedekah, bagaimana mungkin sedekah menjadi lifestyle kita.

Semua orang memiliki perbedaan cara dalam menemukan perasaan bahagia dan lega memberi sedekah yang ia keluarkan, misalnya, ada orang yang merasa nikmat jika memberi langsung sedekahnya pada pihak yang memerlukan. Contoh, ia mendatangi langsung panti asuhan dengan memberikan mesin cuci, kulkas, pakaian, tas, dan buku tulis untuk ratusan anak.

Tapi ada juga yang justru merasa aman dan tenang jika mempercayakan uang sedekahnya pada lembaga terpercaya, cukup mentransfer melalui sms atau internet banking, kemudian selanjutnya ia tinggal menerima laporan penggunaan uang sedekahnya tersebut.
Apapun caranya, pastikan hati kita bisa merasa lega, senang, dan damai setiap kali mengeluarkan sedekah. Perasaan bahagia ini akan memberi efek ‘ketagihan’, sehingga selanjutnya kita bisa benar-benar menjadikan sedekah sebagai kebutuhan gaya hidup.

3. Tularkan gaya hidup bersedekah

Lifestyle biasanya sudah benar-benar mendarahdaging jika kita telah dapat tularkan pada orang di sekitar. Yakni, dengan membuat mereka tertarik mengikuti gaya hidup yang kita lakukan.

“Barang siapa dapat memberikan suri tauladan yang baik dalam Islam, lalu suri tauladan tersebut dapat diikuti oleh orang-orang sesudahnya, maka akan dicatat untuknya pahala sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang mereka peroleh.” (HR. Muslim)

Sahabat, sudahkah kita berminat menjadikan sedekah sebagai gaya hidup? Jika ya, semoga Allah memudahkan kita untuk istiqomah. (SH)

 

Wakaf Sekarang