Amalan Kebaikan Bukan untuk Disombongkan

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

sifat sombong dalam beramal“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)
Sahabat, pernahkah melihat orang-orang yang menyombongkan diri karena amalan kebaikan yang dilakukannya? Apakah kita termasuk bagian dari golongan tersebut? Semoga tidak.

Ada orang yang menyombongkan diri karena banyaknya hafalan qurannya, ada yang menyombongkan diri karena banyaknya sedekah yang dikeluarkannya, ada pula yang menyombongkan diri karena panjangnya hijab yang menjulur ke seluruh tubuhnya atau bahkan merasa sombong karena banyaknya jumlah followers atau jamaahnya.
Sungguh salah kaprah jika amalan kebaikan malah membuat kita sombong dan jumawa.

Karena faktanya, Iblis laknatullah dahulunya adalah ahli ibadah dengan begitu banyaknya amal kebaikan yang dikerjakannya, namun perasaan sombong, merasa sebagai makhluk yang suci dan hebat, bahkan merendahkan makhluk lain, menghempaskannya jauh ke dasar neraka.

Berikut ini beberapa indikasi adanya sifat sombong dalam beramal yang perlu kita waspadai:

1. Merasa marah jika orang tidak tahu siapa diri kita
“Saya yang mewakafkan ribuan hektar tanah untuk umat, kamu tak tahu siapa saya?”
“Bagaimana sih kok kamu tidak tahu saya siapa? Keluarga saya seluruhnya adalah penghafal Quran.”
“Wawasan kamu kurang! Saya penulis ratusan novel best seller, kok bisa kamu tidak kenali saya!”

Marah ketika ada yang tidak mengenali kita atau tidak mengetahui jasa-jasa dan amalan kebaikan kita merupakan tanda-tanda adanya benih kesombongan. Segera perbanyak istighfar dan sadari bahwa makhluk manapun tidak ada yang pantas menyombongkan diri.

2. Memandang rendah orang lain yang amalannya tidak sehebat kita
“Kamu hafalan qur’an nggak nambah-nambah, sedekah juga segitu-gitu aja dari dulu! Saya saja di sela kesibukan masih bisa nambah hafalan satu juz tiap pekan! Padahal jadwal isi pengajian saya padat.”
Waspadai setan yang membisikkan kesombongan dalam hati kita, sehingga sebesar apapun amalan kebaikan yang kita lakukan akan bernilai nol. Tidak ada tempat di surga bagi orang sombong.

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

3. Menolak nasehat dari orang lain
Tanda kesombongan yang lainnya adalah menolak nasehat dari orang lain.
“Jam terbang saya mengisi kajian lebih banyak dari Anda! Anda punya hak apa menguliahi saya?”
Ketika seseorang sudah menolak dinasehati karena merasa dirinya besar dan lebih banyak amalan, maka jelas kesombongan sudah singgah di hatinya.

4. Merasa pantas masuk surga
Pernah merasa diri pantas masuk surga? Waspadalah… Banyak orang yang tertipu dengan amalannya sendiri, disangkanya amalan itu akan membawa ke surga, namun faktanya amalan tersebut menjadikannya sombong luar biasa sehingga ia justru harus mendekam di neraka.
“Ataukah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal belum datang cobaan seperti yang dialami oraqng-orang terdahulu seperti kamu?” (QS. Al Baqarah: 214)

Sahabat, sungguh rugi jika amalan kebaikan yang kita lakukan malah membuat kita terpental dari rahmat Allah karena merasa diri suci. Na’udzubillah min dzalik.
Mari kita pastikan amalan-amalan yang kita lakukan tak mengantar kita pada setitik pun kesombongan! (SH)

Baca Juga: Melupakan Amalan

Wakaf Sekarang