Skip to content

Atasi Krisis Pangan dan Energi, Dompet Dhuafa Dorong Investasi Wakaf Produktif Agribisnis Hingga PLTS

Atasi Krisis Pangan Energi Dompet Dhuafa Dorong Investasi Wakaf Produktif Agribisnis Hingga Plts

JAKARTA – Memasuki babak baru penguatan ekosistem wakaf produktif di Tanah Air, Dompet Dhuafa memaparkan capaian portofolio dan kinerja pengelolaan wakaf tahun 2025 dalam forum Diskusi Pengembangan Wakaf Produktif melalui Pemetaan Proyek Strategis yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Hotel The Westin Jakarta pada 4 Agustus 2026. Melalui Lembaga Pengembangan dan Investasi Wakaf (LPIW) yang dipimpin oleh Prima Hadi Putra, Dompet Dhuafa secara tegas mendorong akselerasi investasi wakaf produktif yang difokuskan pada hilirisasi program pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mengatasi krisis kedaulatan pangan dan transisi energi bersih.

Forum strategis ini turut menjadi wadah penguatan kelembagaan Lembaga Pembiayaan Pembangunan Berbasis Wakaf (LP2BW) atau Indonesia Sharia Economic Development Fund (ISEDF) sebagai katalisator pembiayaan skala besar untuk mengorkestrasi kolaborasi dana wakaf produktif dan investasi syariah secara nasional. LP2BW sendiri merupakan lembaga pembiayaan strategis yang saat ini tengah digagas bersama oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (DEKS BI), Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Agama RI, serta Kementerian Keuangan RI guna memperkuat struktur pembiayaan sosial syariah nasional.

Langkah Transformatif Optimalisasi Potensi Wakaf

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Keuangan Sosial Syariah KNEKS, Dwi Irianti Hadiningdyah, menegaskan bahwa kehadiran LP2BW merupakan langkah transformatif untuk mengoptimalkan potensi wakaf tanah di Indonesia yang mencapai 59 ribu hektar di 451.319 lokasi, akumulasi wakaf uang Rp3,7 triliun per 2025, serta potensi wakaf uang nasional yang mencapai Rp180 triliun per tahun. “Pembentukan LP2BW sebagai special mission vehicle nasional—sebagaimana diamanatkan dalam Asta Cita dan RPJMN 2025-2029—ditujukan untuk menjawab tantangan funding gap pembangunan nasional dengan mentransformasikan potensi wakaf menjadi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen. Melalui fungsi intermediary dan integrasi pembiayaan, LP2BW tidak hanya memobilisasi dana domestik dan global, tetapi juga melestarikan nilai komersial aset wakaf agar menciptakan dampak produktivitas, pembangunan, serta perluasan manfaat bagi mauquf ‘alaih secara berkelanjutan,” ujar Dwi Irianti Hadiningdyah.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Waryono Abdul Ghafur, menekankan pentingnya penguatan tata kelola, kepatuhan syariah, serta pemetaan aset wakaf secara akurat agar seluruh potensi wakaf nasional dapat terlindungi dan dikembangkan secara optimal. “Kementerian Agama mendorong agar integrasi antara regulasi, tertib administrasi Nazhir, serta kelembagaan seperti LP2BW dapat mempercepat transformasi aset wakaf dari sekadar pemenuhan ibadah ritual menjadi instrumen pemberdayaan sosial-ekonomi yang inklusif. Kolaborasi antara pemerintah, KNEKS, dan Nazhir profesional seperti Dompet Dhuafa menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik sekaligus mengarahkan pemanfaatan dana wakaf pada program-program produktif yang memberi solusi nyata atas kemiskinan dan ketimpangan ekonomi,” tegas Waryono Abdul Ghafur.  

Portofolio Aset Wakaf Dompet Dhuafa

Sepanjang tahun 2025, Dompet Dhuafa mencatatkan portofolio pengelolaan wakaf produktif berkelanjutan yang berdampak luas di berbagai sektor kehidupan. Pada sektor kesehatan, Dompet Dhuafa mengelola lima rumah sakit berbasis wakaf, yakni RS Rumah Sehat Terpadu (RST) Bogor, RS AKA Medika Lampung, RS Griya Medika, RS Hasyim Asy’ari Jombang, dan RS Mata Achmad Wardi Serang, yang disempurnakan oleh jaringan Klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) serta Klinik Thibbun Nabawi. Di bidang pendidikan, penguatan dilakukan melalui Perguruan Islam Al Syukro Universal, Sekolah Smart Cibinong, Pesantren Modern Az Zahra, STIM Budi Bakti, Pesantren Tahfidz Green Lido, hingga pelatihan vokasi dhuafa di Institut Kemandirian.

Pemberdayaan sektor ekonomi dan agribisnis juga berkembang pesat melalui pengelolaan Kawasan Terpadu Zona Madina seluas 3,7 hektar di Parung, Bogor, pengembangan budidaya Melon Premium, Buncis Kenya, Edamame, Budidaya Jamur Tiram di Batang, serta hilirisasi pemberdayaan petani kopi, gula aren, dan keju artisan. Selain itu, komitmen terhadap kebutuhan dasar masyarakat ditunjukkan dengan keberhasilan membangun 28 sumur air bersih baru pada tahun 2025 yang dilengkapi penampungan air dan sistem perpipaan di wilayah rawan kekeringan. Seluruh capaian ini dibersamai oleh pengelolaan masjid wakaf, pusat tahfidz, wisma mualaf, aset properti sewa, serta Gedung Disaster Management Center (DMC) untuk respons kebencanaan.  

Mengkapitalisasi rekam jejak panjang di bidang peternakan, Dompet Dhuafa mengembangkan skema pemberdayaan peternakan terintegrasi di Kecamatan Tapos, Kabupaten Bogor. Melalui Unit Usaha Titip Sapi Perah, dikembangkan pengembangbiakan sapi ras Jersey berakad Mudharabah atau Musyarakah dengan tenor lima tahun dan perlindungan Asuransi Syariah. Surplus usaha bersih dari program ini dialokasikan untuk wakif, nazhir, serta porsi mayoritas bagi mauquf ‘alaih guna mendanai Beasiswa Talenta Agri Nusa, dengan pengembalian modal utuh di akhir masa kontrak. Langkah tersebut diperkuat oleh pembangunan Unit Usaha Bank Pakan Ternak Complete Feed berakad Mudharabah Muqayyadah untuk menjamin ketersediaan pakan berkualitas secara berkelanjutan, di mana porsi bagi hasilnya turut mengalir juga untuk Beasiswa Talenta Agri Nusa dan operasional koperasi peternak lokal.

Baca Juga : Konsep Dasar Investasi dan Wakaf, Bisakah Investasi sekaligus Beramal?

Wakaf Energi Terbarukan, Wujud Inovasi Wakaf Peduli Lingkungan

Sebagai wujud kepedulian terhadap isu lingkungan dan transisi energi, Dompet Dhuafa menginisiasi program Wakaf Energi Terbarukan melalui pemasangan PLTS Atap di berbagai masjid. Pembangkit listrik bertenaga surya berkapasitas 10 kWp ini mampu menghemat biaya tagihan listrik PLN masjid hingga jutaan rupiah setiap bulannya. Efisiensi biaya tersebut kemudian dialokasikan kembali untuk mendukung kegiatan operasional dakwah dan sosial, sementara sistem IoT yang terpasang memungkinkan pemantauan produksi energi bersih secara real-time hingga 20 sampai 25 tahun ke depan.  

Kepala LPIW Dompet Dhuafa, Prima Hadi Putra, menegaskan bahwa sinergi antara nazhir profesional dan instrumen LP2BW sangat penting untuk mempercepat komersialisasi aset wakaf produktif. Menurutnya, pengembangan sektor agribisnis dan energi terbarukan yang dijalankan Dompet Dhuafa telah membuktikan adanya efek berganda, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi, hingga pembiayaan pendidikan berkelanjutan. Kemitraan strategis antar pemangku kepentingan melalui LP2BW diharapkan menjadi kunci utama dalam mengalirkan investasi syariah ke proyek-proyek yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Panduan Wakaf Saham Dan Jenis Cara Kerja Dan Manfaatnya

Panduan Lengkap Wakaf Saham dari Jenis, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Wakaf menjadi salah satu instrumen yang membawa kebermanfaatan jangka panjang. Dengan adanya wakaf saham, individu dapat berinvestasi sekaligus beramal, sehingga harta yang diwakafkan dapat terus memberikan manfaat. Dalam perkembangannya, wakaf…