Benarkah Harta membuat Anda Kaya ? bagian 1

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Sesungguhnya orang-orang yang mengelola harta Allah dengan tidak benar  maka bagi mereka api neraka pada hari kiamat. (HR. Bukhari)

Harta adalah anugerah yang berupa amanah atau bisa menjadi musibah. Kemilau Harta bisa membuat kita menghimpun banyak kebaikan, pahala dan keberkahan. Namun kemilaunya itu juga bisa membuat kita terlena, dahaga dan lupa daratan.

Banyak orang menjadikan harta sebagai ukuran rezeki. Padahal banyak atau sedikitnya harta bukanlah acuannya. Justru harta hanyalah sebagian dari rezeki yang dianugerahkan kepada kita. Harus dipahami bahwa rezeki itu ada yang dianugerahkan berupa apa yang kita butuhkan, seperti istri yang cantik & shalihah, anak-anak yang taat & shalih, kesehatan dan kebugaran fisik & jiwa, kebahagiaan dalam menjalani kehidupan, ketenangan hati & suasana yang menyenangkan, terhindar dari musibah, dan masih banyak lagi rezeki yang harus kita syukuri.

Harta adalah rezeki yang paling disukai manusia karena sifatnya yang bebas. Bebas digunakan untuk mendapatkan atau meraih apa yang diinginkan. Harta bisa digunakan untuk meraih kekuasaan, mendapatkan kesenangan dan mewujudkan apa yang diinginkan. Karena itu harta seringkali dijadikan tujuan dan ukuran kesuksesan.

Padahal jika dipahami filosofi harta, manusia harusnya sangat berhati-hati saat memilikinya. Harta itu amanah dan amanah itu adalah beban bagi pengembannya. Semua beban itu memiliki berat, harus memiliki energi dankapasitas yang cukup menopang beban tersebut. Semakin berat beban maka penopangnya harus semakin kuat, semakin banyak jumlah beban maka daya tampungnya harus sesuai kuantitas yang ada.

Jika anda memiliki kendaraan, maka anda harus siap dengan konsekuensi perawatannya, pajak dan bahan bakar. Semakin besar kapasitas mesin mobil tersebut, semakin boros penggunaan bahan bakar. Jika anda memiliki harta yang banyak atau rumah yang besar, selain pajak rumah, anda juga harus menggaji security, tukang kebun, pembantu rumah tangga dan kru lainnya yang bertugas merawat dan mengurusinya.

Percayalah, harta yang banyak tersimpan akan menjadikan anda budaknya, bukan sebaliknya. Karena Harta akan selalu membuat anda dahaga, semakin banyak harta akan selalu melahirkan kebutuhan-kebutuhan baru, tak akan pernah tercukupi. Hingga akhirnya anda akan bekerja untuknya, sibuk mencarinya untuk memenuhi kebutuhan, serta menggantung hidup pada keberadaannya.
“Sesungguhnya uang dinar dan dirham ini telah membinasakan orang-orang sebelum kamu dan di masa yang akan datang pun akan membinasakan”. (HR. Ath-Thabrani)

Jika sudah terjebak menjadi budak Harta, kehidupan anda memang akan terlihat berkelas di mata manusia. Kebanyakan manusia akan memandang anda sebagai kaum dengan strata atas, padahal anda sedang bekerja untuk dan karena harta. Terpenuhinya kebutuhan tak lagi mendatangkan kebahagiaan karena semakin hambar. Tak beda dengan mereka yang pernah merindukan makan makanan enak lalu bosan dan menjadi biasa karena mudah dan sering mendapatkannya.

“Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6436)

Nikmatnya seporsi makanan lezat akan berbeda bagi mereka yang sering memakannya dengan mereka yang sulit mendapatkannya. Indahnya lokasi tempat berlibur akan berbeda bagi mereka yang sudah sering berkunjung dengan mereka yang belum pernah berkunjung. Semua itu terjadi karena dalam apa yang mudah kita capai dan sering kita rasakan akan menimbulkan “kebosanan”. Jika anda banyak harta pastilah akan mudah mewujudkan apa yang anda inginkan, namun dalam waktu singkat akan terasa hambar.

Allah SWT menempatkan Kebahagiaan itu di balik upaya dan kerja keras dalam memperoleh sesuatu. Menyembunyikan kebahagian di dalam kesulitan dalam meraih sesuatu. DIA juga jadikan Kebahagiaan dalam sikap kesyukuran dan rasa puas dari apa yang kita miliki dengan halal.

“Siapa yang menampakkan kecukupan niscaya Allah akan membuatnya kaya.” (HR. al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 1745)

Jadi Kaya itu adalah saat kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki.

(QodratSQ)

Wallahu a’lam

Wakaf Sekarang