Berapa Saldo Tabungan Akhirat Kita?

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

tabungan akhiratDari Syadad bin Aus radiyallaahu anhu, dari Rasulullah shalallaahu alaihi wassalam, bahwa beliau berkata:

“Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt.”
(HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)

Sahabat, saldo tabungan mungkin bisa menjadi salah satu ukuran kesiapan seseorang menghadapi masa depan.

Orang dengan saldo tabungan banyak, anggaplah saldonya sekian Milyar, bisa dianggap siap menghadapi segala ketidakpastian di masa depan. Misalnya jika ada kecelakaan, sakit yang harus dirawat, biaya perbaikan rumah, dan lainnya.

Sebaliknya, orang dengan saldo tabungan sedikit, misalnya hanya ada 50 ribu Rupiah di rekeningnya, bisa diprediksi tidak punya kesiapan terhadap hal tak terduga di masa depan. Walau memang tak sepenuhnya benar demikian, karena Allah Maha Baik.

Jadi terasa wajar jika banyak orang yang berlomba menggembungkan saldo tabungannya, serta berbangga-banggaan dengan nilai nominal yang tertera di buku rekeningnya.

Pertanyaannya sekarang, sadarkah kita bahwa untuk hidup di akhirat kelak pun kita punya tabungan yang hanya bisa diisi saldonya selama hidup di dunia saja, batas waktu menabungnya adalah ketika nyawa sampai di tenggorokan.

Nah, pernahkah kita menanyakan; sudah berapa sih jumlah saldo tabungan akhirat kita? Karena, sama seperti saldo tabungan di dunia… Saldo tabungan akhirat ini bisa memperlihatkan kesiapan kita terhadap hal-hal tak terduga di kehidupan setelah mati kelak.

Berikut ini hal yang dapat menambah saldo tabungan akhirat kita:

  1. Sedekah

Sudah pasti, sedekah merupakan naungan bagi kita kelak di hari kiamat. Sedekah yang banyak berarti naungan yang besar, sedekah yang sedikit dan pelit berarti naungan yang kecil.

“Sesungguhnya sedekah akan memadamkan panas kubur bagi pelakunya. Sungguh pada hari kiamat, seorang mukmin akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (Silsilah As-Shahihah, 3484)

Kira-kira sudah seberapa banyak sedekah mengisi saldo tabungan akhirat kita? Dan jangan salah hitung, sedekah tidak hanya mampu dilakukan oleh orang kaya, orang tak berharta pun mampu bersedekah, misalnya dengan tersenyum/ memancarkan wajah yang ceria di hadapan sahabat, berdzikir, berhubungan suami istri dengan baik, dllsb.

  1. Wakaf

Wakaf merupakan amalan jariyah yang pahalanya terus mengalir selama benda yang diwakafkan masih dimanfaatkan, bahkan setelah pewakaf meninggal dunia sekalipun.

“Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang berdoa kepadanya.” (HR Muslim)

Apakah kita telah menambah saldo tabungan akhirat kita dengan wakaf?

  1. Ikhlas

Perbuatan baik apapun, jika dilakukan dengan ikhlas hanya demi mengharap ridho Allah semata, maka bisa dikategorikan perbuatan bernilai ibadah yang dapat menambah saldo tabungan akhirat kita kelak dalam jumlah signifikan.

Bayangkan jika setiap aktivitas kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas dan ridho, mulai dari tidur, makan, mandi, menyapu lantai, tersenyum, menyapa tetangga, mengendarai mobil, bekerja, menyebar status di sosmed, bukankah sangat banyak saldo tabungan akhirat kita bertambah tiap harinya dikarenakan tiap hal yang kita lakukan bernilai ibadah?

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan ikhlas dalam (menjalankan) agama yang lurus” (QS. Al-Bayyinah: 5)

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al-Israa’: 19)

Semoga kita bisa menjadi bagian orang-orang yang ikhlas.

Sahabat, selain terus menambah saldo tabungan akhirat, jangan lupa untuk menghindari hal-hal yang menyebabkan berkurang dan terkurasnya saldo tabungan akhirat kita.

Inilah beberapa perbuatan membahayakan dan sudah pasti bisa menyunat habis saldo tabungan akhirat kita, simak hadits Rasulullah berikut:

“Tahukah kalian siapakah orang yang bangkrut itu?”

Mereka menjawab: “Orang yang bangkrut di kalangan kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak pula memiliki harta/barang.”

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun ia juga datang dengan membawa dosa kedzaliman. Ia pernah mencerca si ini, menuduh tanpa bukti terhadap si itu, memakan harta si anu, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu.

Maka sebagai tebusan atas kedzalimannya tersebut, diberikanlah di antara kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu.

Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi-bagikan kepada orang-orang yang didzaliminya sementara belum semua kedzalimannya tertebus, diambillah kejelekan/ kesalahan yang dimiliki oleh orang yang didzaliminya lalu ditimpakan kepadanya, kemudian ia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR Muslim no. 6522)

Semoga kita terjauh dari berbagai perbuatan tercela, merugikan orang lain, yang pastinya bisa menguras saldo tabungan akhirat kita, serta menjadikan kita bagian dari orang-orang yang bangkrut. Naudzubillah min dzalik. (SH)

 

Wakaf Sekarang