Bosan Mengajak Kebaikan

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

mengajak kebaikanSahabat, disadari atau tidak, kita sering kalah dengan sales promotion girls/boys yang gigih menawarkan suatu produk.

Jangankan gigih, kita sering hanya mencoba sekali lalu langsung menyerah dalam mengajak seseorang pada kebaikan.

“Yuk, kita berwakaf!”

“Tidak dulu deh saya sedang banyak keperluan.”

“Oh, baiklah.”

Setelah itu tak pernah lagi menawarkan.

“Yuk, kita ikut kajian quran!”

“Waduh, saya tidak ada waktu luang!”

“Yah, sayang sekali yaa.”

Setelah itu berhenti berharap. Padahal, jika kita berhasil menawarkan kebaikan pada orang lain sungguh besar ganjarannya di sisi Allah.

Barangsiapa yang mengajak ke arah kebaikan, maka ia memperoleh pahala sebagaimana pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa dikurangi sedikitpun dan dari pahala-pahala mereka yang mencontohnya itu.” (HR. Muslim)

Lalu bagaimana agar kita gigih dan tidak mudah bosan dalam berupaya mengajak pada kebaikan? Terutama pada orang-orang terdekat yang belum mengetahui kehebatan nilai-nilai Islam?

Yuk, coba tiru apa yang dilakukan oleh para SPG dalam menjajakan produknya:

1. Memberi tahu manfaat kebaikan yang kita tawarkan

Kalau sekadar menawarkan kebaikan tanpa tahu apa manfaatnya untuk diri orang tersebut, biasanya orang akan enggan tertarik.

“Ikutan wakaf masjid yuk, sudah tahu belum sih… Setiap kali ada orang yang shalat di masjid tersebut, pahalanya mengalir juga untuk kita sebagai pewakafnya!”

Beritahukanlah manfaat sebuah amalan, baik itu manfaat di dunia maupun di akhirat. Mengetahui adanya manfaat ini kemungkinan besar bisa berujung ‘closing’ kebaikan.

2. Lihat waktu dan kondisi orang yang akan diajak berbuat kebaikan

Terkadang waktu dan kondisi yang tidak pas bisa membuat seseorang kehilangan mood dalam melakukan kebaikan, maka jangan abaikan hal ini!

Lihatlah waktu dan kondisi yang tepat dalam mengajak seseorang untuk berbuat kebaikan. Misalnya, mengajak seseorang bersedekah sebaiknya tidak di tanggal tua, terutama bagi para pekerja. Ajaklah mereka berinfak sesaat setelah gajian! In syaa Allah lebih mudah untuk ‘closing’nya.

Demikian juga, mengajak seseorang mengaji sebaiknya tidak dilakukan saat ia sedang kelelahan pulang bekerja, cari waktu dan kondisi yang lebih pas agar kita bisa lebih efektif dalam mengajak pada kebaikan.

3. Tidak hanya menawarkan sekali

Kalaupun kebaikan yang kita tawarkan belum membuahkan ketertarikan atau hasil yang nyata, tak perlu kecewa apalagi marah! Sadari bahwa tugas kita hanya mengajak, masalah ‘closing’ adalah urusan hidayah Allah.

Oleh sebab itu, jangan hanya menawarkan sekali saja. Sangat mungkin seseorang baru klik dengan kebaikan yang kita tawarkan setelah kita mengajaknya lebih dari sepuluh kali. Maka bersabarlah!

Terutama jika target kita adalah keluarga sendiri, entah itu pasangan hidup, orangtua, anak-anak, biasanya kadar kesulitan menjadi berkali-kali lipat! Maka jangan pernah merasa bosan dalam menawarkan, anggaplah dakwah ini sebagai sesuatu yang ‘nothing to loose!’

4. Tidak menawarkan berulang-ulang dengan cara yang sama

Satu catatan lagi, janganlah menawarkan sesuatu berulang-ulang dengan cara yang sama, ini menandakan kita kurang kreatif. Cobalah metode yang berbeda, kata-kata dan cara mengajak yang berlainan.

Sahabat, semoga kita senantiasa menyadari bahwa mengajak kebaikan bukanlah hal yang biasa-biasa saja, melainkan kewajiban tiap diri seorang muslim.

Maka, jangan sampai kita merasa jenuh apalagi bosan mengajak orang lain berbuat baik, padahal penyebabnya hanyalah dikarenakan ketidakmampuan dan kekurang pengetahuan kita mengenai cara mengajak kebaikan. Wallaahualam. (SH)

Info Wakaf > Call Center: +62 21 741 6050 | SMS Center: +62 812 80 360 688 | PIN BBM: 28.739.E76

Tunaikan Wakaf anda melalui:

BCA 101.000.662.6699
BNI Syariah  009.153.8995
MANDIRI  101.000.662.6699

Muamalat 304.003.1667
a/n Yayasan Dompet Dhuafa

Wakaf Sekarang