Cara Menambah Waktu Hidup

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

waktu hidup“Dua nikmat di mana banyak manusia yang tertipu; nikmat kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Sahabat, bayangkan jika setiap hari kita mendapatkan uang $86.400 alias 1,2 Milyar dari rekening atas nama kita sendiri di World Bank.

Habis tidak habis, uang sebanyak itu akan hangus di hari itu, dan besoknya kita akan mendapat sejumlah uang yang sama persis yang juga harus dihabiskan kalau tidak mau hangus!

Setiap hari kondisinya demikian, World Bank selalu mengurangi jumlah uang dalam rekening kita sebanyak $86.400, sampai pada suatu hari akhirnya rekening kita dinyatakan kosong. Saat itulah jatah hidup kita di dunia sudah berakhir.

Sahabat, sadarkah bahwa ilustrasi singkat tersebut merupakan kenyataan yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari?

Sebenarnya kita memiliki rekening waktu di dunia ini, setiap harinya 86.400 detik dipotong dari jatah hidup kita, bisa dihabiskan untuk apapun bahkan dibuang-buang saja pun bisa, tetap waktu sejumlah itu akan hangus setiap harinya.

Tua, muda, kaya, miskin, cantik atau buruk rupa, semua memiliki jatah waktu yang sama. Dan tidak ada yang tahu kapan kiranya jatah waktu kita akan habis.

Ada orang yang menghambur-hamburkan 86.400 detik tiap harinya untuk hal-hal tak berguna, nongkrong bersama teman-teman di kafe, membunuh waktu dengan cuci mata di mall, update status tak jelas maknanya di sosial media, cari keributan di sana sini.

Akan tetapi ada juga yang menggunakan 86.400 detik tiap hari dengan sebaik-baiknya, mulai dari membaca quran, berdzikir di saat menunggu kendaraan atau menanti seseorang, berbagi ilmu, membantu meringankan tugas orang lain, dan lain sebagainya.

Kelak, setiap detik waktu yang diberikan untuk modal kita selama di dunia ini harus dipertanggungjawabkan sedetail-detailnya.

“Tidak bergeser kaki seorang hamba sehingga ia akan ditanya tentang empat perkara (yaitu): Tentang waktu hidup (umurnya) untuk apa ia habiskan?; Tentang ilmunya untuk apa ia amalkan?; Tentang hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan?; dan Tentang (kesehatan) badannya untuk apa ia gunakan? (Sunan At-Tirmidzî)

 

Lalu bagaimana cara menambah waktu hidup sebagaimana petunjuk Allah dan RasulNya? Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan:

1. Menyambung silaturahim

”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.”
(HR. Bukhari)

Terkadang kesibukan membuat kita lupa untuk bersilaturahim, terutama pada orangtua dan keluarga kandung sendiri. Padahal justru hal inilah yang bisa menambah jatah waktu hidup kita secara praktis!

Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

Sahabat, mulailah menyambung silaturahim dengan keluarga dekat terutama orangtua, bahagiakan keduanya jika masih hidup dan yakinlah bahwa hal ini bisa menambah keberkahan bahkan memperpanjang jatah usia kita di dunia.

2. Bersedekah

Banyak kisah yang menyebutkan keajaiban sedekah dalam menunda kematian, bahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib disebutkan bahwa sedekah dapat mengubah takdir yang sudah pasti.

“Sedekah dapat merubah takdir yang mubram (yang pasti).” (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Imam Ahmad)

Ada juga sebuah kisah yang termahsyur, terjadi di zaman Nabi Ibrahim alaihissalam, yakni saat malaikat maut menemuinya dan mengabarkan bahwa seorang pemuda yang merupakan murid nabi Ibrahim akan meninggal esok hari, padahal itu adalah hari pernikahan pemuda tersebut.

Nabi Ibrahim urung memberitahukan rahasia ini pada sang pemuda. Biarlah kematian tetap menjadi rahasia ilahi.

Anehnya, keesokan hari sang pemuda masih hidup dan bisa melangsungkan pernikahannya, bahkan hari berganti hari, bulan dan tahun terus berganti, ternyata usia sang pemuda mencapai hingga 70 tahun. Bagaimana mungkin? Malaikat tak pernah berbohong!

Ketika mendapat kesempatan bertemu kembali dengan sang malaikat, Nabi Ibrahim menanyakan amalan apa sekiranya yang dilakukan sang pemuda hingga Allah menunda kematiannya?

Malaikat pun memberitahukan, rupanya di malam sebelum pernikahannya saat itu, sang pemuda menyedekahkan separuh dari harta yang dimilikinya. Hal tersebut yang membuat Allah menahan malaikat maut untuk mencabut nyawanya. Wallaahualam.

Sahabat, betapa sedekah secara nyata bisa menolak bala bahkan mampu menunda kematian sekalipun. Lantas apakah yang membuat kita enggan untuk menafkahkan harta bagi orang yang membutuhkan? Serta menukarnya untuk keridhoan Allah dan memperpanjang jatah hidup kita?

3. Berbuat kebajikan

“Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal shaleh)” (HR. Ath-Thahawi)

Satu hal lagi yang dapat memperpanjang umur kita adalah dengan memperbanyak berbuat kebaikan! Sangat masuk akal, ketika kita berbuat kebajikan pada orang lain… Maka malaikat dan makhluk Allah lainnya mendoakan kebaikan untuk diri kita, sudah pasti hal ini bisa menambah keridhoan Allah.

Lalu mengapakah kita pelit berbuat kebajikan seolah-olah rugi besar jika orang lain mengambil manfaat dari eksistensi kita di muka bumi ini?

Sahabat, semoga Allah menghendaki kita sebagai hamba-hambaNya yang berusia panjang serta hidupnya penuh dengan amal kebaikan, dengan demikian kita termasuk orang-orang yang beruntung. (SH)

Info Wakaf  telp: 0217416050

Tunaikan Wakaf anda melalui:

BCA 101.000.662.6699
BNI Syariah  009.153.8995
MANDIRI  101.000.662.6699
a/n Yayasan Dompet Dhuafa

Wakaf Sekarang