7 Cara Mengubah Pendapat tentang Uang Sesuai Syariat

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

pendapat tentang uangSahabat, sudah pernahkah melakukan re-framing pendapat kita tentang uang?

Disadari atau tidak, banyak orang yang memiliki anggapan keliru tentang uang. Entah memandang uang sebagai suatu tujuan, atau malah terlalu menghinakan uang sehingga memandang orang yang memiliki banyak uang adalah orang yang berdosa besar. Tentu kekeliruan ini perlu diluruskan.

Lalu, apa yang dimaksud dengan re-framing? Ya, re-framing artinya mengubah frame berpikir kita menjadi lebih positif mengenai sesuatu hal, agar frame memiliki pendapat yang baru tersebut bisa membuat kita lebih berdaya dan tergerak untuk melakukan kebaikan salah satunya yaitu tentang uang.

Baca Juga: Wakaf Uang Menurut Perspektif Islam

Dalam hal ini kita akan bahas re-framing pendapat seseorang tentang uang, agar sesuai dengan apa yang Allah gariskan melalui firmanNya atau sabda RasulNya, tidak melenceng terlalu kanan atau kiri. Berikut ini beberapa re-framing yang penting mengenai uang:

1. Uang itu benda yang bisa membuat orang melakukan banyak hal buruk. Berzina, meminum khamr, bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki uang.

Re-framing: Uang itu benda yang bisa membuat orang melakukan banyak hal baik. Bersedekah, berzakat, berwakaf, naik haji, bisa dilakukan oleh orang-orang yang memiliki uang.

Bahkan Rasulullah menyatakan bahwa kita boleh merasa iri pada orang yang memiliki banyak harta dan uang lalu digunakannya untuk berinfak di jalan Allah. Bukankah ini berarti uang bukanlah benda yang buruk, uang menjadi baik atau buruk tergantung kita gunakan untuk apa.

“Tidak ada hasad/iri (yang terpuji) kecuali kepada dua orang: (yang pertama) orang yang Allah anugerahkan kepadanya harta lalu dia menginfakkan hartanya di (jalan) yang benar (di jalan Allah), (yang kedua) orang yang Allâh anugerahkan kepadanya ilmu lalu dia mengamalkannya dan mengajarkannya (kepada orang lain)” (HR. Bukhari Muslim)

2. Pendapat Terbanyak tentang Uang: Sebagai Sumber Kebahagiaan

Re-framing: Bersyukur adalah sumber kebahagiaan. Betapa banyak orang yang punya harta Milyaran namun tak bisa merasa bahagia karena kurang bersyukur

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

3. Uang bisa membuat seorang hamba lupa pada Tuhannya dan semakin menjauh dari Allah

Re-framing: Uang bisa membuat seseorang menolong banyak orang dan makin mendekat pada Allah.

Telah menceritakan kepada kami Ibraahim berkata : telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Muhammad Al Waraaq dari Yahya bin Sa’id dari Muhammad bin Ibraahim bin Al Haarits At Taimi dari ayahnya dari ‘Aisyah yang berkata : Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: ” Orang yang dermawan lebih dekat kepada Allah dan jauh dari neraka, dekat kepada surga dan dekat pula kepada manusia. Adapun orang bakhil maka jauh dari Allah dan jauh dari surga serta jauh dari manusia dekat dengan neraka. Orang jahil yang dermawan lebih dicintai Allah azza wa jaala dari ahli ibadah yang bakhil.” (HR. At Thabrani)

4. Semakin dibagikan, uang akan semakin berkurang

Re-framing: Semakin dibagikan, uang akan semakin bertambah

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)

5. Orang-orang yang memiliki banyak harta dan uang adalah para pendosa

Re-framing: Nabi Sulaiman adalah manusia mulia yang juga Allah amanahkan kerajaan, harta melimpah, dan banyak uang. Bahkan Sahabat Rasul yang dijamin ke syurga pun banyak yang memiliki harta.

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah kemudian mereka tidak mengiringi apa yang telah mereka nafqahkan itu dengan membangkit-bangkit pemberiannnya dan tidak pula kata-kata yang menyakitkan, niscaya mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka; Mereka tidak usah merasa takut dan tidak pula berduka cita ” (QS. Al-Baqarah : 262)

6. Memiliki uang banyak adalah tujuan saya hidup nyaman di dunia ini

Re-framing: Memiliki uang banyak adalah ALAT saya hidup nyaman di dunia dan akhirat

“Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

Baca Juga: Belum Pernah Wakaf Seumur-Umur?

7. Uang halal dan haram tidak dapat dibedakan

Re-framing: Uang halal dan haram jelas bedanya dan dapat dilihat baik buruk hasilnya

“Tidak sama yang buruk (harta yang haram) dengan yang baik (harta halal), meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertaqwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 100)

Sahabat, semoga mengubah pendapat tentang uang ini bisa bermanfaat untuk membuat kita lebih semangat dalam membelanjakan uang yang kita miliki untuk membeli kehidupan terbaik di akhirat kelak. Aamiin. (SH)

Wakaf Sekarang