Daya Pikat Buah Nanas di Kebun Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Petani buah di kebun Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa mempraktekan cara memetik buah nanas. (Foto: Dompet Dhuafa/Aditya Kurniawan)

TABUNG WAKAF – Buah yang menjadi primadona di kebun Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa Subang, Jawa Barat, bukan hanya buah naga saja. Ada pesaing kuat juga, yakni buah nanas.

Kenapa buah nanas? Tidak semua tahu, Subang sudah kepalang lekat dan identik dengan buah Nanas. Bahkan ada tugu khusus berbentuk buah nanas yang dibangun di sekitar Pasar Jalancagak, Subang.

Jadi, tidak heran, donatur dan pengunjung yang berkunjung ke kebun Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa akan membawa buah nanas sebagai oleh-olehnya.

Bicara tentang masa panen, panen buah nanas tiap tahun ada pada rentang bulan Oktober-Januari. Berdasarkan panen rutinnya, kebun Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa dengan luas 8 hektar itu juga turut meramaikan pasar ekspor buah-buahan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi buah nanas meningkat dari tahun 2016 yang semula 1.396.141 ton menjadi berjumlah 1.795.962 ton pada 2017.

Buah nanas yang masuk ekspor ini sudah disebar ke Uni Emirate Arab, Jepang, Korea, Hong Kong, Kuwait, Saudi Arabia, Oman, Singapura, Italia, Kanada dan Qatar. Jadi, pantas saja pada tahun 2017 volume ekspor buah nanas bisa mencapai 7.097.710 kg.

Baca juga:

Bagaimana Caranya menjadi Bagian dari Gerakan Sejuta Wakif?

Rumah Sewa, Aset Wakaf Produktif Properti Dompet Dhuafa

Melihat kebun Indonesia Berdaya yang berlokasi di Desa Cijambe, Sukabumi, kian produktif, Dompet Dhuafa menginisiasi untuk membangun Pabrik Ekstrak Buah berbasis Wakaf Produktif. Salah satu tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi kebaikan dengan membuat olahan buah nanas menjadi lebih banyak dan modern.

Ada alasan yang selalu dikemukakan perwakilan Dompet Dhuafa, saat ditanya mengapa ingin mendirikan Pabrik Ekstrak Buah khususnya bagi buah nanas. Kemudian dijawab dengan ringan oleh Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, drg. Imam Rulyawan, MARS, “Nanas merupakan Mother of Fruits,“. Ya, bukan tanpa alasan, buah eksotis ini menjadi bahan baku untuk jus buah kemasan.

Menurut Bobby P. Manullang, General Manager Direktorat Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa, segmen ini merupakan sektor industri yang strategis. Juga diketahui, ekstrak buah minuman jus di Indonesia sampai saat ini lebih banyak berasal dari Brasil.

Pabrik Ekstrak Buah Indonesia Berdaya (IB) Dompet Dhuafa di Subang, Jawa Barat. (Foto: Dompet Dhuafa Konstruksi)

Karena Indonesia belum memiliki pabrik ekstrak buah berskala industri besar, maka Dompet Dhuafa mulai bergerak dengan basis Wakaf Produktif. Harapannya adalah buah yang dihasilkan tidak hanya secara utuh menyuplai pasar tradisional modern, namun juga menghasilkan produk olahan lainnya dalam skala besar.

Pembangunan pabrik sudah mulai rampung. Kontraktor Pabrik Ekstrak Buah Indonesia Berdaya, Dompet Dhuafa Konstruksi, mengatakan masih ada beberapa penambahan pembangunan di beberapa bagian.

Saat ditanya kapan dapat beroperasi, Dompet Dhuafa Kontruksi mengatakan masih menunggu alat-alat untuk industri olahan buah nanas itu sendiri. Seiring dengan itu, Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa terus melaksanakan campaign pembangunan pabrik ekstrak buah ini sebagai Wakaf Produktif bagi ummat. (Tabung Wakaf/Mutia Rabbani Hanifah)

Wakaf Sekarang