Dehidrasi Kebaikan

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

kekurangan amal kebaikan, dehidrasi kebaikan“Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Baqarah: 195)

Sahabat, alangkah beruntungnya kita jika menyadari bahwa batin ini senantiasa merasa haus. Bukan haus air minum, melainkan haus terhadap amal kebajikan.

Sudah tahukah efek kekurangan air minum alias dehidrasi terhadap tubuh kita? Berikut ini beberapa dampak langsung yang amat terlihat jika kita kekurangan air minum:

Yang paling awal tentu saja bisa tampak dari mulut kering dan terkadang tampak pecah-pecah laksana tanah gersang dan tandus yang retak karena diserang garangnya panas matahari.

Kedua yakni kantuk atau kelelahan, orang yang dehidrasi air minum akan sangat mudah mengantuk dan merasa cepat capek.

Selain itu ada juga penurunan output urin, kulit kering dan kehilangan elastisitas, sakit kepala, sembelit dan lain sebagainya dampak negatif bagi kesehatan tubuh.

Begitu pula dengan batin yang kekurangan amal kebaikan, sesungguhnya akan memperlihatkan beberapa pertanda yang perlu diwaspadai sebagaimana tubuh yang kekurangan air minum,

Ciri-ciri Kekurangan Amal Kebaikan Antara Lain:

1. Tidak bersemangat ibadah

Seseorang yang sudah lama tidak melakukan amalan kebajikan, maka otomatis ia akan terlihat tidak bergairah dalam beribadah, terutama yang bersifat ritual atau hablumminallah.

Shalat mundur dari waktunya, tilawah quran tidak sempat, pengajian pekanan selalu terlewat, bahkan di titik ekstrem bisa sama sekali mengabaikan perintah Allah tanpa merasa bersalah.

Jika kita malas beribadah padahal banyak melakukan amal kebajikan alias tidak dehidrasi amal, coba kembali dicek… Untuk siapakah kita berbuat amal kebaikan tersebut? Ikhlas untuk Allah, atau memang sekadar agar dipandang baik oleh manusia?

Atau jangan-jangan kita menganggap amalan kebajikan tersebut sudah cukup untuk menggapai ridho dan surga Allah? Itu takabur namanya. Padahal dalam hidup ini tak cukup sekadar amalan hablumminannas semata, sebagaimana tak sempurna juga jika hanya beramal hablumminallah.
Oleh karena itu, amalan hablumminallah dan hablumminannaas sesungguhnya bisa menjadi indikator satu sama lain.

Amalan hablumminallah bisa dikatakan sudah baik apabila memberi dampak pada hablumminannaas. Misalnya kita rajin shalat tapi lisan masih suka menyakiti orang lain, itu merupakan indikasi bahwa shalat kita masih tidak benar.

Demikian pula amalan hablumminannaas bisa dikatakan benar jika membawa dampak pada hablumminallah. Misalnya kita bersedekah tapi tidak shalat lima waktu, yaa barangkali kita masih lupa bahwa diri kita bukan Tuhan, bahwasanya Allah Sang Pencipta diri kita memiliki hak untuk disembah sebagaimana yang Dia ajarkan melalui utusanNya.

2. Sulit membedakan yang benar dan salah

Ciri lainnya dehidrasi amal kebajikan adalah kesulitan membedakan mana yang benar dan mana yang salah, semua tampak membingungkan dan serba relatif.
Misalnya, pornografi yang jelas-jelas merupakan tsunami jiwa dianggap sebagai alat rekreasi untuk menghilangkan stres. Padahal dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh pornografi luar biasa dahsyatnya. Dalam keluarga bisa terjadi perpecahan, anak-anak menjadi korban, tetapi karena batin mengalami dehidrasi amal kebajikan, maka hal yang benar dan salah menjadi tidak jelas. Na’udzubillah.

3. Tidak bisa berempati pada kesulitan orang lain

Seseorang yang sedikit amalan kebajikannya dan batinnya mengalami dehidrasi kebaikan, biasanya akan kesulitan berempati pada orang lain.
Ada orang kecelakaan, bukannya ditolong malah dijadikan background untuk foto-foto selfie.
Ada orang miskin sakit malah diumpat, “Salah sendiri kurang kerja keras!”

Bahkan sekalipun ada nenek kakek yang kesulitan berjalan di sisinya, ia takkan ambil pusing untuk membantu berjalan.
Orang-orang yang dehidrasi kebaikan ini lupa bahwa Allah menguji kita dengan banyaknya orang susah, miskin, lemah, agar kita menolong mereka.
Sahabat, jangan sampai kita mengalami dehidrasi kebaikan, lebih parah lagi… Jangan sampai kita tak bisa mengetahui dan merasakan bahwa kita sedang mengalami dehidrasi kebaikan, karena itu berarti hati kita sudah terlalu gersang dan tak peka lagi akan amal kebajikan. Wallaahualam. (SH)

Baca Juga: Iringi Keburukan dengan Kebaikan

Wakaf Sekarang