Goal Setting Sedekah

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

target sedekah, goal setting sedekah“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Ankabut: 69)

Sahabat, pernahkah membuat goal setting sedekah? Misalnya target sedekah dengan jumlah uang yang akan kita sedekahkan bulan ini, atau membuat target ingin mewakafkan sesuatu di tahun sekian.

Cukup aneh jika kita sangat peduli dengan goal setting yang bersifat keduniaan, tetapi malas membuat goal setting yang berorientasi akhirat, padahal mengaku sebagai orang yang meyakini adanya negeri akhirat, dan bahwasanya negeri akhirat adalah tempat tinggal kita yang sebenarnya.

Bahkan seorang pedagang sekalipun pasti memiliki goal setting ingin laku berapa, harus produksi berapa dan harus terjual berapa produk setiap harinya, goal setting ini membuat seseorang berfokus pada tujuan serta memberikan solusi kreatif untuk mencapai tujuan tersebut.

Teori Goal Setting awalnya dikemukakan oleh Edwin Locke. Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Selain itu, Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional yakni :

1. Tujuan mengarahkan perhatian
2. Tujuan mengatur upaya
3. Tujuan meningkatkan persistensi
4. Tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.

Itulah pentingnya menetapkan goal setting, akan tetapi tidak hanya kehidupan duniawi saja yang memerlukan goal setting, Allah juga mengingatkan kita untuk memperhatikan goal setting yang berorientasi kehidupan akhirat:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaknya setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr :18)

Sementara itu, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam pun mengingatkan diri kita untuk mengevaluasi diri dan memperhatikan amalan apa yang sudah dipersiapkan untuk kehidupan setelah kematian:
Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah.” (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)

Lalu, bagaimana cara menetapkan goal setting, terutama yang berkaitan dengan sedekah?
Sebagaimana menetapkan goal setting untuk kepentingan pekerjaan, kita juga dapat membuat goal setting sedekah menggunakan metode SMART, yakni:

Specific : Target harus bersifat spesifik dan terfokus. Contoh: “Saya ingin berwakaf kendaraan untuk ambulans gratis bagi kaum dhuafa”
Measurable: Target bersifat terukur. Contoh: “Saya ingin bersedekah 30% dari penghasilan saya, yaitu 3 juta setiap bulannya”
Achievable : Target yang telah ditetapkan merupakan hal yang realistis dan dapat dicapai.
Relevant : Target yang dipilih sebaiknya relevan dan berkaitan dengan kapabilitas diri kita
Time : Waktu untuk mencapai target tersebut atau deadline. Contoh: “Saya akan mulai bersedekah 3 juta tiap bulan pada akhir bulan ini”

Sahabat, ketahuilah bahwa jikalaupun ada sesuatu hal terjadi yang membuat goal setting kita tidak tercapai, sesungguhnya Allah telah mencatat niat kita itu sebagai sebuah kebaikan.

“Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allah tetap menuliskannya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak…” (HR Bukhari Muslim)

Yuk terapkan goal setting untuk kehidupan akhirat kita, dimulai dari hal sederhana namun menjadi nauangan kita kelak di hari kiamat, yakni bersedekah. (SH)

Baca Juga: Sedekah dengan Menahan Diri dari Berbuat Hal Buruk

Wakaf Sekarang