Inilah Bukti Kitalah yang Butuh Orang Miskin

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

orang miskin“Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin, bagaikan orang yang berjihad fii sabiilillaah.” –Saya (perawi) kira beliau bersabda-, “Dan bagaikan orang yang shalat tanpa merasa bosan serta bagaikan orang yang berpuasa terus-menerus.” (HR. Muslim. Shahih)

Sahabat, kita sering terjebak paradigma bahwa orang miskin memerlukan uluran bantuan dari orang kaya. Akan tetapi bagaimana jika ternyata paradigma ini keliru? Bagaimana jika kenyataannya justru orang kayalah yang membutuhkan uluran bantuan dari si miskin?

Mungkin banyak yang membantah fakta ini, sayangnya fakta tetaplah fakta dan takkan berubah, maka yang perlu diperbaiki adalah paradigma kita, mulai sekarang berpikirlah bahwa justru kita yang membutuhkan orang-orang miskin!

Untuk apa? Bagaimana orang miskin bisa membantu kita? Simak beberapa hadits berikut ini:

“Kalian hanyalah mendapat pertolongan dan rezeki dengan sebab adanya orang-orang lemah dari kalangan kalian.” (HR. Bukhari)

Subhanallah, ternyata rezeki dan pertolongan Allah yang kita peroleh sangat mungkin disebabkan doa dari orang-orang miskin, atau agar kita tergerak hati untuk menolong kaum dhuafa. Jadi amatlah lucu jika kita merasa rezeki Allah kita peroleh disebabkan kepandaian dan kerja keras kita sendiri!

“Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka.” (HR. An Nasa’i)

Jelas bahwa doa, shalat, dan keikhlasan orang-orang yang lemah, orang-orang yang miskin, menjadi penyebab Allah menolong kita. Oleh sebab itulah kita perlu untuk mendorong saudara-saudari kita yang lemah ekonominya agar terus berada dalam keimanan pada Allah. Karena merekalah yang mampu mendatangkan pertolongan Allah untuk umat ini!

Bukankah banyak kaum dhuafa yang menggadaikan keimanan hanya karena kelaparan, kemiskinan, kemelaratan, ketidakmampuan, sedangkan kita yang memiliki kelebihan rezeki enggan membantu mereka dengan dalih tak ingin membuat orang miskin malas?! Astaghfirullah.

Namun yang perlu dipahami dan diluruskan adalah hakikat mengenai kemiskinan itu sendiri. Jangan salah paham mengira kemiskinan identik dengan pengemis dan peminta-minta, simaklah sabda Rasulullah mengenai siapa itu yang dimaksud dengan orang miskin:

“Orang miskin itu bukanlah mereka yang berkeliling meminta-minta kepada orang lain agar diberikan sesuap dan dua suap makanan dan satu-dua butir kurma.”

Para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, (kalau begitu) siapa yang dimaksud orang miskin itu?”

Beliau menjawab,”Mereka ialah orang yang hidupnya tidak berkecukupan, dan dia tidak mempunyai kepandaian untuk itu, lalu dia diberi shadaqah (zakat), dan mereka tidak mau meminta-minta sesuatu pun kepada orang lain.” (HR. Muslim)

Dari hadits di atas kita bisa menggarisbawahi definisi orang miskin bukanlah pengemis atau peminta-minta, bisa jadi rekan kerja atau kerabat kita sendiri termasuk dalam golongan miskin ketika gaji yang diperolehnya tak mampu mencukupi kehidupan diri dan keluarganya, dan ia terlibat sejumlah utang, namun ia enggan meminta-minta pada sekitarnya.

Sahabat, ketahuilah bahwa kita perlu menambah kepekaan diri agar bisa mendeteksi siapakah orang miskin yang ada di sekitar kita yang sekiranya bisa kita bantu agar Allah menurunkan rezeki dan pertolongannya berlipat-lipat untuk kita.

Selalu ingat bahwa sesungguhnya kitalah yang memerlukan orang miskin untuk mengangkat derajat kita di hadapan Allah. Wallaahualam. (SH)

Wakaf Sekarang