Inilah Rumus Bahagia yang Banyak Dicari Tahu Orang

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

rumus bahagiaSahabat, apakah yang bisa membuat diri bahagia? Berdasarkan hadits Rasulullah, sesungguhnya ada beberapa hal yang bisa mengindikasikan kebahagiaan seseorang, berikut beberapa di antaranya:

  1. Istri shalehah, rumah dan kendaraan yang baik

“Indikasi kebahagiaan anak cucu adam adalah istri yang shalehah, tempat tinggal yang baik dan kendaraan yang baik.” [HR Ahmad No 1368]

Sahabat, jika ingin mengejar bahagia dengan menetapkan target memiliki tempat tinggal dan kendaraan yang baik, serta menikahi seorang wanita shalihah, sungguh bukan suatu hal yang diharamkan, karena Rasulullah telah menyatakan 3 hal tersebut sebagai indikasi kebahagiaan anak cucu Adam.

Akan tetapi, sesungguhnya masih banyak hal lainnya yang bisa membawa kita pada kebahagiaan hakiki, bahagia yang sejati:

  1. Kekayaan & kesehatan

Tidak apa-apa dengan kaya bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa itu lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan.” [HR Ibnumajah No 2132]

Banyak yang menganggap kaya itu membawa bahagia, memang ada benarnya, bahagia jika punya rumah dan kendaraan nyaman, akan tetapi ternyata menjadi sehat dan bertakwa sesungguhnya lebih baik dari sekedar menjadi kaya dan memiliki harta benda. Hadits di atas menunjukkan hal tersebut.

Sahabat, apakah saat ini tubuh kita sehat? Tidak memerlukan alat bantu untuk bernafas? Tak perlu alat bantu untuk berjalan dan bergerak? Bisa makan dengan normal?

Kalau begitu, tidak ada alasan untuk tidak bahagia! Berbahagialah karena kesehatan merupakan hal yang lebih baik dari sekadar kekayaan!

  1. Ridha pada ketetapan Allah

Inilah rumus kebahagiaan yang bisa didapatkan oleh siapapun, baik tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita, orang yang berpendidikan ataupun tidak. Yakni merasa ridha dengan apapun ketetapan Allah untuk dirinya. Sederhana bukan?

Di antara kebahagiaan anak Adam adalah istikharahnya (memohon pilihan dengan meminta petunjuk) kepada Allah, dan di antara kebahagiaan anak Adam adalah kerelaannya kepada ketetapan Allah, sedangkan di antara kesengsaraan anak Adam adalah dia meninggalkan istikharah kepada Allah, dan di antara kesengsaraan anak Adam adalah kemurkaannya terhadap ketetapan Allah.” [HR. Ahmad No. 1367]

Sahabat, tak peduli apapun yang Allah pilihkan untuk hidup kita, berapapun jumlah penghasilan, jumlah anak, rumah masih kontrak sekalipun, jika kita rela pada ketetapanNya, maka kita akan selalu merasa bahagia.

Sebaliknya, sebesar apapun nikmat yang Allah berikan, badan yang sehat, rumah besar, anak yang cantik dan tampan, namun ketika kita tak merasa ridha dengan ketentuan Allah, maka bahagia seolah jauh berada di luar angkasa.

Semoga kita memahami rumus bahagia yang paling sederhana ini, yakni senantiasa ikhlas dan berhusnudzon pada Allah, bahwa segala ketetapanNya merupakan hal terbaik untuk hidup kita. Jika sudah ridha, siapa yang dapat mencerabut bahagia dari hati kita? (SH)

 

Wakaf Sekarang