Jangan Berhenti Mengeluh!

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

mengeluh pada allah“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir.” (QS. Al Ma’arij: 19-21)

Sahabat, memang benar manusia diciptakan dengan sifat mudah mengeluh. Akan tetapi hal ini tidak bisa dijadikan pembenaran ketika kita hobi mengeluh. Pasalnya, nikmat yang kita peroleh selalu lebih banyak dari kesulitan yang bisa kita keluhkan. Jadi, sebenarnya kurang pantas jika kita banyak mengeluh.

Mengeluh karena hanya memiliki rumah kecil? Lihatlah orang-orang yang tinggal di gerobak! Jangankan atap yang memayungi dari hujan, hanya alas koran dan kardus saja yang dipakai untuk melindungi diri dari sinar matahari dan dingin malam yang menggigit.

Hebatnya, dalam kondisi seperti itu pun para ‘manusia gerobak’ masih bisa tersenyum serta bersyukur, barangkali dikarenakan mereka melihat orang lainnya yang tidak punya rumah, juga tidak punya gerobak, sehingga hanya bisa tidur di emperan pertokoan, mereka merasa masih beruntung dengan gerobaknya.

Mengeluh karena anak begitu nakal dan membuat pusing? Lihatlah betapa banyak pasutri yang mendambakan anak bertahun-tahun namun belum juga Allah berikan keturunan! Bersyukurlah karena memiliki anak untuk dididik, apalagi kebanyakan anak menjadi nakal disebabkan kelalaian kita sebagai orangtua, mengapa mengeluhkan sesuatu yang disebabkan oleh diri kita sendiri?

Mengeluh karena pekerjaan terasa amat menjenuhkan? Perhatikanlah jutaan pengangguran di sekitar kita yang mendambakan pekerjaan! Mengapa kita malah mengeluh untuk sebuah nikmat yang tak dirasakan oleh jutaan orang lainnya?

Mengeluhkan pasangan hidup yang menyebalkan? Lihatlah betapa banyak wanita dan pria di usia yang tak lagi muda namun belum berkesempatan membina rumah tangga. Bukankah kita beruntung karena memiliki seorang pendamping hidup?

Mengeluh karena orangtua begitu cerewet dan selalu ikut campur urusan kita? Atau merongrong kita dengan berbagai permintaan yang sulit dipenuhi? Sadari betapa banyak orang yang justru merindukan kebawelan orangtua mereka karena kini orangtuanya sudah tiada. Jika kita masih memiliki orangtua yang menyimpan surga di telapak kakinya, bukankah kita hanya perlu bersabar menerima kekurangannya?

Sahabat, teruslah sadari bahwa kita nyaris tak memiliki alasan untuk mengeluh! Namun demikian, karena pada dasarnya manusia adalah tukang mengeluh, kalaupun ingin mengeluhkan sesuatu, bersimpuhlah dengan ribuan keluhan di atas sajadah, mengeluh hanya pada Allah! Karena sebenarnya Allah amat menyukai keluhan kita, mungkin itulah sebabnya Allah mendesain manusia sebagai makhluk yang selalu berkeluh kesah.

Perlu diingat, Allah tidak menyukai keluhan yang kita adukan ke sesama manusia, melainkan keluhan yang kita adukan padaNya saja. Karena keluhan kita pada Allah merupakan bentuk pengakuan atas kelemahan kita sebagai manusia. Keluhan pada Allah juga membuktikan bahwa kita senantiasa mengingat dan membutuhkan pertolonganNYa.

“Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan… Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. An-Naml : 62)

Akan tetapi, jika kita menyampaikan keluhan pada manusia lain, seolah-olah kita tengah mengadukan betapa jahatnya Allah pada diri kita, astaghfirullah… Sungguh tak patut! Oleh sebab itu, berhenti mengeluh pada manusia, namun teruslah mengeluh dan meminta pada Allah!

Mengapa Allah menyukai keluh kesah hambaNya? Tentu karena Allah berbeda dari makhlukNya. Biasanya manusia akan benci mendengar keluh kesah dan juga permintaan ini-itu, Allah justru sebaliknya, sangat suka mendengar keluhan dan permintaan kita.

“Pergilah kepada hamba-Ku, lalu timpakanlah berbagai ujian kepadanya, karena Aku ingin mendengarkan rintihannya.” (HR Thabrani dari Abu Umamah)

Jelas bahwa Allah selalu ingin kita bergantung padaNya, mengeluh dan meminta hanya pada diriNya semata, tidak mengandalkan makhluk lain.

Sahabat, karena mengeluh adalah sifat asli manusia, sangat mungkin kita sulit untuk berhenti mengeluh, jika demikian maka cara paling bijak adalah dengan mengeluh pada tempatnya, yakni mengeluhkan segala sesuatu pada Allah saja!

Sudah siapkah kita menutup mulut dari keluhan pada manusia, dan membuka hati untuk senantiasa mengeluhkan kekurangan sera memintakan kebutuhan-kebutuhan kita pada Allah? (SH)

Wakaf Sekarang