Jangan Menodai Hati

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

 

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung),” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no.1599)

Sahabat, pernahkah memakai baju berwarna putih bersih? Bukankah jika memakai pakaian putih kita akan ekstra hati-hati ketika berjalan di tempat yang kotor, becek, berdebu? Khawatir pakaian yang kita kenakan bisa ternoda karena terkena kotoran?

Jika sedemikian hati-hati menjaga pakaian putih, semestinya kita pun waspada dalam menjaga kebersihan hati. Karena hati yang bersih merupakan modal kita untuk menghadap Allah kelak  di waktu harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat.

(Yaitu) pada hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS. asy-Syu’ara: 88-89).

Sahabat, sesungguhnya orang yang memiliki hati bersih termasuk diantara orang-orang yang paling utama dalam Islam, ciri-cirinya adalah sebagaimana yang Rasulullah SAW ungkapkan dalam sebuah hadits:

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya:

Siapakah orang yang paling utama?,” Beliau menjawab, “Setiap orang yang bersih hatinya dan benar ucapannya, Para sahabat berkata, “Orang yang benar ucapannya telah kami pahami maksudnya. Lantas apakah yang dimaksud dengan orang yang bersih hatinya?” Rasulullah menjawab, “Dia adalah orang yang bertakwa (takut) kepada Allah, yang suci hatinya, tidak ada dosa dan kedurhakaan di dalamnya, serta tidak ada pula dendam dan hasad.” (Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, dikeluarkan oleh Ibnu Majah no.4216 dan Ath-Thabrani, dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah).

Hati kita ibarat pakaian yang bersih, maka jangan biarkan hati kita ternoda oleh kotoran-kotoran karena kita terbujuk hawa nafsu dan syahwat. Berikut ini beberapa hal yang dapat menodai hati:

1. Perbuatan Maksiat atau Dosa

Jika seorang hamba berbuat sebuah dosa, maka akan ditorehkan sebuah noktah hitam di dalam hatinya. Tapi jika ia meninggalkannya dan beristigfar niscaya hatinya akan dibersihkan dari noktah hitam itu. Sebaliknya jika ia terus berbuat dosa, noktah-noktah hitam akan terus bertambah hingga menutup hatinya. Itulah dinding penutup yang Allah sebutkan dalam ayat, ‘Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu menutup hati mereka.’ (QS.al-Muthaffifin: 14).” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani).

2. Berandai-andai

Bersemangatlah untuk meraih segala hal yang bermanfaat bagimu. Mintalah pertolongan Alloh dan jangan lemah. Apabila engkau tertimpa sesuatu (yang tidak menyenangkan) janganlah berkata, ‘Seandainya aku dulu berbuat begini niscaya akan menjadi begini dan begitu’ Akan tetapi katakanlah, ‘QaddarAllahu wa maa syaa’a fa’ala’ (Allah telah mentakdirkan, terserah apa yang diputuskan-Nya), Karena perkataan seandainya dapat membuka celah perbuatan syaitan,” (HR. Muslim)

3. Iri atau Dengki

Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu,” (HR. Abu Dawud)

Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” (QS. an-Nisa’: 32)

4. Dendam

Orang yang kuat bukan yang banyak mengalahkan orang dengan kekuatannya. Orang yang kuat hanyalah yang mampu menahan dirinya di saat marah,” (HR. Al-Bukhari no. 6114)

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim,” (QS. Asy-Syura: 40)

5. Buruk Sangka

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain,” (QS. Al-Hujurat : 12)

Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara,” (HR. Bukhari Muslim)

Sahabat, semoga kita mau menjaga hati agar tidak ternoda. Cukuplah dosa-dosa kecil terhapus dengan dzikir atau ujian dari Allah untuk kita, agar ketika menghadap Allah kelak, hati kita dalam keadaan suci bersih. (SH)

Wakaf Sekarang