Jangan Menyalahkan Allah

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

surah-al-an-am-ayat-17 jangan menyalahkan allah“Jika Allah menimpakan suatu mudharat kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri” (QS. Al An’am: 17)

Seorang pemuda selamat dari kecelakaan kapal yang mengerikan. Tubuhnya terombang-ambing di atas bongkahan kayu pecahan kapal, ia pun terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni.

Dalam ketakutannya, ia berdoa pada Tuhan agar seseorang datang menjemputnya dari pulau sepi itu, namun nihil. Pemuda itu pun berputus asa dan mulai membangun gubuk semacam tenda sementara, agar ia bisa bernaung di malam hari.

Esoknya, sang pemuda merasa lapar, ia pun mencoba berburu di pulau tersebut, barangkali ada binatang yang bisa dijadikannya santapan.

Akan tetapi betapa terkejutnya ia ketika balik ke gubuknya, ternyata terjadi kebakaran hebat akibat api unggun yang menghanguskan seluruh kayu yang membangun gubuk tersebut.

Hanya tersisa asap hitam tebal yang bergumpal membumbung ke cakrawala. Pemuda tersebut telah kehilangan segalanya.

Dengan kesal, sang pemuda memaki ke langit. “Tuhaaan, mengapa Engkau memperlakukan aku tidak adil seperti ini!”

Ia berteriak tanpa henti hingga lelah dan tertidur dalam keputusasaan dan air mata yang mengering di pelupuknya.

Besoknya, pemuda tersebut dikejutkan dengan kehadiran sebuah kapal yang merapat di bibir pantai.

“Mengapa kalian tahu ada seseorang di pulau tak berpenghuni ini?” tanya sang pemuda.

Para penolongnya itu menjawab, “Karena kemarin kami melihat isyarat SOS mu!”

“Isyarat SOS apa?” pemuda itu justru kebingungan karena merasa tak pernah mengirim isyarat apapun.

“Asap hitam pekat yang membumbung tinggi yang engkau buat kemarin itulah yang membuat kami tahu ada seseorang di sini!”

Pemuda itu baru menyadari bahwa Tuhan bukan memperlakukannya tidak adil, ternyata Tuhan justru sedang menolongnya, dengan cara yang tidak ia mengerti.

Sahabat, jangan pernah menyalahkan Allah, karena Ia selalu punya cara untuk menolong kita, meskipun kita tak paham jalan pikiranNya.

Kita dengan segala keterbatasan dan kebodohan sering mengira Allah memberi ujian untuk mempersulit, menghinakan, dan menyusahkan kita, padahal bisa jadi ujian tersebut justru penyelamat hidup kita.

Sama dengan pemuda dalam kisah di atas yang telah ditulis ulang dengan beberapa perubahan, kita sering berputus asa dalam menjalani ujian.

Sedikit himpitan ekonomi, ada yang tak tahan dan melakukan bunuh diri. Diuji dengan lilitan utang, alih-alih meminta Allah untuk menghapuskan utang tersebut malah mengandalkan gali lobang tutup lobang sana-sini. Betapa seringnya kita tak percaya bahwa Allah Maha Kuasa membalik keadaan.

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An Nahl: 53)

Sahabat, apapun kesulitan yang sedang kita rasakan saat ini, sesungguhnya hanya Allah saja yang mampu menghapuskannya. Maka, mengapa menyalahkan Allah padahal Dia-lah yang mampu menunjukkan jalan keluar dari tiap permasalahan? Semoga kita tidak menjadi orang yang menyalahkan Allah atas kesalahan yang sebenarnya dilakukan oleh diri kita sendiri. (SH)

Wakaf Sekarang