Jangan Seperti Laut Mati

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

foto-tepian-laut-mati-semakin-terancamSesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka...” (Q.S. al-Baqarah: 6-7)

Sahabat, tahukah ada sebuah danau besar yang terletak di antara Palestina, Israel dan Yordania yang disebut sebagai laut mati? Danau ini merupakan titik terendah di muka bumi, terletak 400 meter di bawah permukaan laut.

Tentu banyak yang bertanya, apa alasannya sebuah danau disebut sebagai laut? Dan mengapa dijuluki sebagai laut mati?

Danau ini disebut laut karena rasa airnya yang asin seperti laut, bahkan sangat asin. Kadar garam danau besar ini mencapai 9 kali lipat kadar garam di laut normal. Hal ini menjadikan semua benda akan terapung di atasnya, termasuk manusia.

Selain itu, di dalam danau ini tak akan ditemukan ikan atau binatang lain yang bisa hidup. Air danau ini juga tak bisa dimanfaatkan untuk memberi minum atau penopang hidup bagi makhluk hidup lain. Bahkan banyak juga orang yang menjauh darinya karena bau garam yang terlalu menyengat.

Itulah sebabnya danau ini disebut sebagai dead sea, bahrul mayyit, atau laut mati!

Lalu, tahukah apa yang membuat danau ini memiliki kadar garam amat tinggi sehingga tak ada kehidupan makhluk laut di dalamnya?

Jawabannya adalah karena air yang diterima oleh laut Mati tak akan dialirkan ke mana pun! Bagaimana bisa dialirkan, sedangkan laut mati merupakan titik terendah di muka bumi? Sehingga satu-satunya jalan keluar air yaitu melalui proses penguapan ke udara saja. Ini yang menyebabkan kadar garamnya amat tinggi.

Alasan lainnya, sangat mungkin laut mati ini Allah ciptakan sebagai hikmah bagi kaum muslim agar tidak menirunya! Jangan menjadi seperti laut mati:

1. Alirkanlah sebagian rezeki yang Allah titipkan pada kita ke orang-orang yang membutuhkan. Hal ini akan membuat rezeki kita ‘hidup’ dan beranak pinak!

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Salah besar jika kita berpikir menahan rezeki yang Allah berikan akan membuat kita kaya, justru menahan titipan Allah bisa membuat rezeki kita ‘mati’ sebagaimana laut mati yang aliran airnya tertahan di situ saja.

Dengan mengalirkan rezeki ke berbagai pihak, inilah yang membuat rezeki tersebut beranak pinak dan semakin banyak, dari satu butir benih menjadi 7 ratus.

Abu Hurairah ra pernah berkata: Rasulullah saw pernah bersabda:“Seorang lelaki yang membuka pintu sedekah atau menyambung sanak, niscaya Allah akan menambah banyak kekayaannya. Dan seseorang yang membuka pintu untuk minta-minta dengan maksud menumpuk kekayaannya, niscaya Allah akan menambah kefakirannya.”

2. Berikanlah manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk!

“Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289)

Bukankah laut mati disebut ‘mati’ karena tak bisa menopang hidup dan kehadiran makhluk lain di dalamnya? Meskipun tak disangkal laut mati memiliki manfaat tersendiri, akan tetapi manfaatnya tak sebanyak laut normal pada umumnya yang bisa dihuni oleh jutaan biota laut dan memberikan manfaat penghidupan pada banyak makhluk.

Jika sebagai manusia kita tak punya cita-cita untuk bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya manusia lainnya, waspadalah bernasib sama dengan laut mati yang justru dijauhi karena ditakuti keburukannya!

Semoga kita mampu menjauhkan diri dari hal-hal yang membuat hati kita mati, rezeki kita mati, dan hidup kita mati sebelum kematian yang sesungguhnya, sebagaimana yang dialami oleh danau besar di perbatasan Yordania, Palestina dan Israel yang dijuluki sebagai laut mati dikarenakan karakternya yang seakan tak mau berbagi. Wallaahualam. (SH)

 

Wakaf Sekarang