Jika Allah Belum Jadi Prioritas Utama

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

prioritas utamaHai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” (QS. Fathir: 15)

Sahabat, coba renungkan sejenak… Dalam menjalani keseharian, apa sih yang menjadi prioritas utama hidup kita?

Apakah kita memprioritaskan keluarga? Hampir semua kegiatan harian kita didedikasikan untuk istri, anak, orangtua, kerabat dekat, serta orang-orang yang kita cintai?

Ataukah prioritas kita ada pada pekerjaan saat ini? Setiap detik berlalu semata-mata untuk memenuhi target yang diberikan oleh perusahaan? Seluruh pikiran, tenaga, waktu, kita curahkan untuk membesarkan perusahaan tempat kita bekerja.

Ataukah prioritas kita adalah kesenangan hidup, setiap hari yang kita lewati adalah dalam rangka mencari kesenangan dan kepuasan batin?

Sahabat, secara jujur jawablah dalam hati… Di manakah posisi Allah dalam skala prioritas kita? Adakah Allah menempati urutan pertama dan utama dalam hidup kita, sehingga karena Dialah kita rajin bekerja setiap harinya, karena Dialah kita rela bertanggungjawab pada keluarga, karena Dialah kita berusaha amanah menepati target perusahaan, dan karena Dia jualah kita berusaha merasa bahagia menjalani hidup?

Jangan salah paham! Allah sama sekali tak membutuhkan makhlukNya, meskipun seluruh makhluk durhaka padaNya dan tidak mengingatNya, sungguh sedikit pun tidak akan mengurangi keagungan dan kebesaran Allah, maka jelaslah bahwa bukan Allah yang membutuhkan prioritas utama makhlukNya, melainkan kitalah yang perlu menjadikan Allah sebagai prioritas utama dalam hidup kita!

Berikut ini beberapa alasan mengapa kita harus segera menjadikan Allah sebagai prioritas utama hidup kita:

1. Allah yang menciptakan dan menanggung rezeki kita

Kepada perusahaan yang memberi gaji tiap bulan saja kita bisa begitu loyal dan menjadikan target pekerjaan sebagai salah satu prioritas harian, mengapa kita begitu bodoh sehingga tidak loyal pada Sang Pencipta, serta tidak menjadikan Allah sebagai prioritas utama dalam kehidupan sehari-hari?

“Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul, ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).” (QS. at-Thur: 35-36)

Bukankah masuk akal jika Allah semestinya ada pada urutan nomor satu dalam skala prioritas hidup kita? Sehingga segala yang kita lakukan adalah berlandaskan karena Allah?

2. Jika Allah menjadi prioritas utama, maka Ia akan menyelesaikan segala urusan kita

Sahabat, bukankah manusia paling suka ‘sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui?’ atau istilah masa kininya ‘Buy 1 Get 1 Free’?

Ketahuilah bahwa dengan menjadikan Allah di urutan nomor satu prioritas hidup kita sehari-hari, maka kita sekaligus telah menyelesaikan berbagai urusan duniawi yang sedang dihadapi!

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Mengapa kita repot-repot menjadikan urusan duniawi sebagai prioritas hidup, padahal jika kita menjadikan Allah sebagai prioritas paling utama, maka segala persoalan dunia akan ditunjukiNya jalan keluar!

3. Allah yang paling layak menjadi ‘pelanggan’ prioritas setiap makhlukNya!

Bahkan setiap Bank, toko, dan tempat usaha memiliki nasabah prioritas ataupun pelanggan prioritas. Yakni orang yang dilayani lebih loyal, dengan pelayanan terbaik yang dimiliki, dan tentunya perhatian yang lebih khusus dibandingkan pelanggan lainnya.

Nah, dalam kehidupan ini, sadarilah bahwa satu-satunya yang berhak menjadi ‘pelanggan prioritas’ paling utama adalah Allah. Setiap makhluk seharusnya melayaniNya dengan pelayanan loyal dan terbaik karena memang Ia paling berhak untuk hal tersebut.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka, dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS. At-Taubah: 111)

Sahabat, jika saat ini Allah belum menjadi prioritas dalam hidup kita, ketahuilah bahwa ada yang salah dari persepsi kita mengenai kehidupan ini. Tujuan hidup kita perlu dibenahi kembali, dan segala kesadaran kita harus diperbaiki!

Bahwasanya karena Allah lah segala nikmat bisa kita dapat, karena Allah lah kita memperoleh kesempatan hidup setiap harinya, oleh sebab itu… Amat konyol dan bodoh jika kemudian kita melupakanNya dalam segala aktivitas harian kita. Wallaahualam. (SH)

Wakaf Sekarang