Ketagihan Bersedekah

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Sahabat, tidak sedikit orang yang ketagihan mengeluarkan uangnya untuk bersedekah. Apa rahasianya?

Bagi para pengusaha, mereka merasakan langsung dampak sedekah pada omzet usaha mereka. Semakin besar sedekah yang dikeluarkan, ternyata omzet usahanya makin melejit. Ada yang begitu bersedekah, beberapa puluh menit kemudian mendapat pesanan dalam jumlah besar yang menaikkan omzetnya berkali lipat. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh, karena Allah memang telah menjanjikan ganjaran sedekah berkali-kali lipat, tak hanya di akhirat kelak, tapi juga di dunia:

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,” (QS. Al Baqarah: 261)

Demikian juga bagi orang yang pernah merasakan keajaiban sedekah lainnya, misalnya bagi yang mengalami sakit parah, ketika bersedekah ia mengalami kesembuhan, maka ia pun menjadi ketagihan untuk bersedekah.

Akan tetapi, bagaimana jika sedekah tak memberikan balasan berkali lipat, tidak juga menyembuhkan, atau menolak bencana, apakah kita akan tetap bersedekah?

Amat manusiawi melakukan sesuatu karena hal tersebut menguntungkan untuk diri kita, tapi yang lebih penting lagi adalah meluruskan niat bahwasanya suatu ibadah kita lakukan memang hanya untuk Allah, yakni karena Allah memerintahkan kebaikan tersebut, dan bukan karena kita menghendaki balasan di dunia semata, sampai-sampai kita ketagihan melakukan ibadah tersebut.

Maka, bagi yang sudah ketagihan bersedekah, cobalah melakukan beberapa hal ini guna “meluruskan” niat dalam bersedekah:

1. Disamping bersedekah terang-terangan, lakukan juga sedekah sembunyi-sembunyi yang tanpa pemberitaan, tanpa status ataupun testimoni di blog atau sosial media

Sedekah yang dilakukan dengan memberitahukan khalayak ramai melalui status, testimoni, dan sebagainya memang bagus untuk menginspirasi, akan tetapi perlu juga diimbangi dengan sedekah sembunyi-sembunyi yang bahkan ‘tangan kiri’ kita sendiri tak mengetahui apa yang kita sedekahkan.

Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al Baqarah : 271)

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Ali bin Husain mengatakan: “Sesungguhnya shadaqah yang diberikan pada malam yang gelap dapat memadamkan kemurkaan Allah,

2. Selalu mengingatkan diri, bahayanya menghendaki balasan di dunia saja untuk amalan yang dilakukan

Dikhawatirkan jika kita terbiasa bersedekah karena ketagihan dengan ganjaran berlipat ganda yang Allah beri, lama-kelamaan niat kita bersedekah bukan untuk bisnis akhirat tapi hanya berbisnis di dunia saja.

Bukankah jika Allah sudah membayar tunai balasan di dunia, artinya kita tak lagi memperoleh sesuatu ganjaran kebaikan di akhirat kelak? Apalagi jika memang niat kita bersedekah tersebut hanya untuk mendapatkan kehidupan duniawi berupa harta, kesembuhan, jauh dari marabahaya, dan lain sebagainya.

Maka, ketika kita tak menerima ganjaran yang diharapkan, sangat mungkin ketagihan bersedekah yang kita rasakan akan memudar.

3. Menyadari bahwa ada ahli sedekah yang diseret ke neraka

Sebuah hadits Rasulullah mengabarkan adanya seorang syuhada, ahli quran dan ahli sedekah yang tetap saja diseret ke neraka, mengapa? Karena mereka melakukan amalan tersebut untuk mendapat pujian manusia dan keuntungan duniawi lainnya.

Dengan mengingat hal ini, semoga kita lebih hati-hati dalam menjaga niat saat bersedekah. (SH)

Wakaf Sekarang