Skip to content

Kisah Cinta Saad bin Ubadah Berwakaf Atas Nama Ibu

Kisah Saad bin Ubadah wakaf untuk ibu

Komunikasi anak dan orang tua merupakan hal yang krusial supaya anak tumbuh menjadi seseorang yang baik hatinya. Itulah pentingnya menanam kasih sayang dan cinta dua arah terhadap orang tua dan anak. Cinta orang tua yang tidak pernah padam membuat hati anak menjadi lembut dan berbakti, seperti kisah Saad bin Ubadah yang mewakafkan sumur dan kebun karena rindu kepada ibunda.

Saad adalah sosok yang selalu berbakti dan welas asih kepada orang tuanya. Ia selalu memberikan perhatian maksimal kepada ibunya. Hatinya bagaikan ditimpa beban saat ibunya wafat dan ia tidak berada di sisinya karena sedang berjuang bersama Rasulullah di Perang Dumatul Jandal.

Selesai bertugas dan kembali ke Madinah, Saad memohon kepada Rasulullah untuk menyolatkan jenazahnya. Rasulullah menyanggupi permintaan Saad untuk menyolatkan ibunya meskipun telah wafat sebulan.

Setelah itu, Sa’ad bertanya kepada Rasul,

“Ibu saya telah wafat tapi dia tidak mewasiatkan apapun kepada saya. Bolehkah saya bersedekah atas nama beliau dan apakah itu bermanfaat untuknya ?”

Beliau Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam menjawab, “iya.”

Seketika, Saad bertanyan kepada Rasulullah apa yang paling beliau sukai, seperti disadur dari laman resmi Badan Wakaf Indonesia (BWI). Rasulullah merupakan sosok panutan yang peduli kepada isu sosial. Beliau mengarahkan Saad untuk menyediakan air minum karena sedang terjadi krisis air.

Baca juga: 5 Kisah Perempuan dan Ibunda Dermawan di Zaman Rasulullah

Setelah mendengar keinginan Rasulullah, maka Saad menggali sumur untuk memberikan air kepada masyarakat Madinah. Tindakan sedekah jariyah tersebut ia lakukan atas nama ibunya.

Tak hanya sumur, ia juga memberikan kebunnya atas nama ibunda tercinta. Rasullullah menjadi saksi saat Saad bin Ubadah mewakafkan kebunnya untuk diambil manfaatnya oleh penduduk sekitar.

Kisah Saad bin Ubadah memberi hikmah untuk kita semua bahwa wakaf termasuk amalan sedekah jariyah, seperti yang dilansir dari hadis Rasulullah SAW berikut ini:

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu) sedekah jariyah (wakaf), ilmu yang dimanfaatkan, doa anak yang sholeh” (HR Muslim no 1631).

Selain itu, cinta Saad bin Ubadah kepada orang tuanya menjadi bukti bahwa sedekah jariyah dapat dilakukan atas nama seseorang yang telah meninggal dunia.

Kadomu bahagiakan ibu

Sahabat, sudahkah Anda tahu apa love language ibumu? Mengenal love language ibumu dapat meningkatkan komunikasi dari hati ke hati, loh! Salah satu jenisnya dengan memberikan kado terbaik berupa wakaf kepada sosok yang Anda cintai.

Kadomu mungkin tidak akan bisa menggantikan semua usaha ibumu selama ini, namun selalu ada cara mudah untuk membahagiakan orang terkasih.

Ada banyak cara untuk bahagiakan ibu di dunia dan akhirat, salah satunya dengan berwakaf. Yuk, sama-sama kita hadiahkan kado terbaik di momen spesial untuk beliau. Mari, hadirkan senyuman untuk ibu dengan berwakaf sekarang di tautan ini.

(Tabung Wakaf Dompet Dhuafa/Halimatussyadiyah)