Kita Semua adalah Aktor Kehidupan

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

aktor kehidupan, amal kebaikanSahabat, pernahkah membayangkan bahwa suatu hari nanti kita akan menonton film dengan diri sendiri sebagai aktor utamanya? Cerita yang diputar adalah segala perbuatan yang kita lakukan semasa hidup di dunia.

Kira-kira bagaimana reaksi kita menonton kehidupan diri sendiri? Apakah akan penuh senyuman karena banyaknya hal baik dan menyenangkan yang kita perbuat untuk sesama?

Atau malah sebaliknya? Bermuka masam, keringat dingin dan disergap rasa takut karena terlalu banyak rahasia dan keburukan yang kita lakukan selama hidup?

Percayalah bahwa ilustrasi ini bukanlah dibuat-buat, melainkan pengingat bahwa segala perbuatan kita memang diawasi dan dicatat lebih detail daripada CCTV, karena pengawas kita tak pernah tidur atau lelah.

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Infithar: 10-12)

Ya, disadari atau tidak, kita senantiasa diawasi oleh malaikat yang merekam semua adegan kebaikan maupun keburukan yang kita lakukan. Pada akhirnya rekaman ini suatu hari nanti di hari penghakiman akan ‘disetel’ kembali untuk kita saksikan bersama Allah, Rasul, dan orang beriman seluruhnya.

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah [9]: 105)

Sahabat, menyadari hal ini, semestinya ada beberapa sikap yang kita kembangkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari, di antaranya:

1. Termotivasi untuk selalu berbuat kebaikan

Mengetahui adanya candid camera yang selalu mengawasi, semestinya membuat kita semakin semangat untuk melakukan kebaikan, bahwa kita tak pernah sendiri.

Meskipun orang lain tak mengetahui kebaikan yang kita upayakan, namun Allah dan para malaikat pengawasnya tahu. Jadikan ini sebagai pelecut untuk melakukan amal shaleh setiap saat.

2. Malu untuk melakukan dosa dan keburukan

Bagaimana bisa melakukan dosa jika kita menyadari 24 jam sehari perbuatan dan perkataan kita selalu dicatat oleh malaikat?

Tiada suatu ucapan pun (baik atau buruk) yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Raqib dan Atid (malaikat pengawas yang selalu hadir). (Qs. Qaf :18)

3. Memulai pagi dengan kebaikan bersedekah/ berinfaq

Rupanya, para malaikat secara bergiliran bertugas mengawasi kita sekaligus mendoakan. Yakni doa untuk orang yang bersedekah di pagi hari, dan juga doa untuk orang yang menahan hartanya dari infaq:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda: “Tidak ada satu Subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)” (HR. Bukhari 5/270)

Oleh sebab itu, manfaatkanlah doa para malaikat ini dengan melakukan amalan kebaikan sejak Shubuh. Bukankah segala amal kebaikan yang kita lakukan terhitung sebagai sedekah?

4. Beribadah dengan ihsan

Ihsan merupakan derajat ketaqwaan yang belum tentu dicapai oleh semua orang beriman, ihsan berarti juga memperbagus amalan karena menyadari bahwa Allah selalu melihat kita.

“’Wahai Rasulullah, apakah ihsan itu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, maka jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (H.R. Muslim 102)

Syaikh ‘Abdurrahman asSa’di rahimahullah menjelaskan bahwa ihsan mencakup dua macam, yakni ihsan dalam beribadah kepada Allah dan ihsan dalam menunaikan hak sesama makhluk.

Ihsan dalam beribadah kepada Allah maknanya beribadah kepada Allah seolah-olah melihat-Nya atau merasa diawasi oleh-Nya. Sedangkan ihsan dalam hak makhluk adalah dengan menunaikan hak-hak mereka,baik yang wajib maupun sunah.

Sahabat, sudahkah kita menyadari bahwa tiap detiknya setiap perbuatan kita diawasi? Jika belum, mari mulai tumbuhkan kesadaran itu agar kita senantiasa melakukan yang terbaik dalam beramal, dan malu jika melakukan perbuatan yang melanggar aturan.

Bagaimana pun suatu hari nanti kita akan menjadi penonton sendiri untuk catatan kehidupan yang kita lakoni saat ini. Wallaahualam. (SH)

Info Wakaf  telp: 0217416050

Tunaikan Wakaf anda melalui:

BCA 101.000.662.6699
BNI Syariah  009.153.8995
MANDIRI  101.000.662.6699
a/n Yayasan Dompet Dhuafa

Wakaf Sekarang