Skip to content

Konsep Dasar Investasi dan Wakaf, Bisakah Investasi sekaligus Beramal?

Konsep Investasi Dan Wakaf Yang Dapat Digunakan Sebagai Alat Beramal Sekaligus

Meski sedang menjadi tren, hingga kini konsep investasi wakaf masih menjadi perdebatan di masyarakat. Pasalnya beberapa masyarakat berpendapat bahwa konsep investasi sejatinya tidak dapat digabungkan dengan wakaf.

Ini karena dalam pengertian umum, investasi seharusnya merupakan kegiatan yang dapat menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Sedangkan di sisi lain, wakaf dianggap memiliki tujuan yang mulia, memberikan kebermanfaatan luas, dan tidak mementingkan keuntungan pribadi semata. Lalu, bagaimana semestinya kita sebagai investor pemula menyikapi hal ini? Apakah investasi dan wakaf merupakan hal yang bertolak belakang atau dapat dijalankan secara bersamaan? Mari kita simak penjelasan berikut ini!

Mengenal Investasi dan Wakaf

Sebelum membahas lebih dalam mengenai konsep investasi wakaf, ada baiknya kita pahami dan luruskan terlebih dahulu arti dibalik investasi dan wakaf itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi didefinisikan sebagai penempatan uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Adapun dalam Islam, aktivitas investasi diperbolehkan asalkan mengikuti prinsip-prinsip syariah, yang melarang adanya unsur riba, maisir (perjudian), gharar (ketidakpastian/penipuan), tadlis, serta perbuatan-perbuatan lain yang dilarang.

Sedangkan wakaf berdasarkan KBBI memiliki arti benda bergerak atau tidak bergerak yang disediakan untuk kepentingan umum (Islam) sebagai pemberian yang ikhlas. Sehingga secara umum, investasi dan wakaf memang memiliki pengertian yang cukup bertolak belakang.

Hubungan antara Investasi dan Wakaf

Meski begitu, apakah benar konsep investasi dan wakaf tidak dapat bersanding dan saling bertolak belakang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu konsep inflasi dan depresiasi dalam ilmu ekonomi.

Menurut Bank Indonesia (BI), inflasi adalah kenaikan harga barang ataupun jasa secara terus menerus. Sedangkan depresiasi adalah penurunan nilai suatu aset ataupun barang dalam kurun waktu tertentu. Lalu, apa hubungan kedua konsep ekonomi tersebut terhadap investasi dan wakaf?

Mudahnya, depresiasi tentu akan mempengaruhi nilai aset yang kita wakafkan seiring berjalannya waktu. Tidak hanya itu, inflasi yang terus-menerus terjadi juga tentu akan meningkatkan kebutuhan akan nilai mata uang di tengah masyarakat.

Sehingga alangkah bijaknya jika kita mengandalkan investasi untuk pengelolaan aset ataupun uang yang telah kita wakafkan. Hal ini untuk melawan arus depresiasi dan inflasi itu sendiri. Selain itu, keuntungan atau imbal yang dihasilkan melalui investasi wakaf tersebut tetap masih dapat dimanfaatkan untuk kebermanfaatan umat.

Prinsip Wakaf dalam Investasi

Oleh karena itu, prinsip wakaf dalam investasi sejatinya dilakukan untuk memelihara, menjaga, hingga mengembangkan harta aset yang telah direlakan tersebut. Bahkan bila dipelajari lebih dalam, investasi dan wakaf memiliki prinsip yang sama-sama mulia menurut ajaran Islam.

Ini karena wakaf merupakan salah satu amal jariah, yang manfaatnya dapat dirasakan hingga kapan pun. Oleh  karena itu, proses investasi ini menjadi penting apabila imbal hasil yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk keuntungan duniawi saja. Namun pengelolaannya juga harus memperoleh keuntungan akhirat, yang dapat dicapai melalui investasi wakaf.

Ilustrasi Penghitungan Portfolio Jenis-jenis Investasi

Jenis-jenis Wakaf Investasi

Wakaf Investasi Berdasarkan Manfaatnya

Setiap jenis wakaf memiliki karakteristik tersendiri dalam hal siapa yang akan menerima manfaat dari aset yang diwakafkan. Berikut adalah tiga jenis wakaf investasi berdasarkan manfaatnya.

  1. Wakaf Khairi

    Wakaf khairi adalah jenis wakaf yang tujuannya untuk kebaikan jangka panjang dan berkelanjutan. Pemberi wakaf (wakif) menetapkan bahwa uang atau aset wakaf harus digunakan untuk kepentingan umum dengan manfaat yang dapat dirasakan terus-menerus.

    Contohnya adalah pembangunan fasilitas seperti masjid, sekolah, rumah sakit, lahan hijau, sumur, dan sarana lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  2. Wakaf Ahli

    Wakaf ahli adalah wakaf yang manfaatnya ditujukan kepada keturunan atau anggota keluarga dari wakif. Harta yang diwakafkan digunakan untuk kesejahteraan dan kebutuhan hidup keluarga, seperti wakaf Abu Thalhah yang diperuntukkan bagi keluarganya. Wakaf ini bersifat lebih terbatas karena hanya mencakup lingkup keluarga.

  3. Wakaf Musytarak

    Wakaf musytarak adalah kombinasi antara wakaf untuk kepentingan keluarga wakif dan masyarakat umum. Sebagian dari manfaat aset wakaf ini diberikan kepada ahli waris atau keturunan wakif, sementara sisanya dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Contoh wakaf ini adalah sumber air pribadi, yang juga bisa diakses oleh masyarakat luas.

Wakaf Investasi Berdasarkan Bentuknya

Selain itu, investasi wakaf juga dapat dibagi berdasarkan bentuknya. Berikut adalah beberapa jenis investasi wakaf yang dibagi berdasarkan bentuknya.

  1. Investasi Mudharabah

    Investasi mudharabah merupakan alternatif yang ditawarkan oleh lembaga keuangan syariah sebagai salah satu produk untuk mengelola dana wakaf. Salah satu langkah yang dapat diambil oleh pengelola dana wakaf adalah dengan menggerakkan sektor UMKM melalui pemberian modal usaha kepada pihak yang memerlukan.

    Dalam hal ini, nadzir atau pengelola dana bertindak sebagai shohibul maal, sedangkan pelaku usaha bertindak sebagai mudharib yang menjalankan bisnis menggunakan dana wakaf. Keuntungan dari usaha tersebut akan dibagi antara pengelola dana dan pelaku usaha.

  2. Investasi Musyarakah

    Investasi musyarakah memberikan kesempatan bagi pengelola dana wakaf untuk berinvestasi dengan menyertakan modal pada usaha yang kekurangan dana tetapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Dalam model ini, risiko yang dihadapi oleh pengelola dana wakaf relatif kecil karena modal usaha ditanggung bersama antara pengelola dana dan pengusaha.

  3. Investasi Ijarah (Sewa Menyewa)

    Investasi ijarah dilakukan dengan cara menginvestasikan dana wakaf ke aset properti, yang kemudian disewakan kepada masyarakat. Dari hasil sewa tersebut, pengelola dana wakaf dapat memperoleh keuntungan yang kemudian disalurkan sesuai dengan tujuan wakaf.

  4. Investasi Istibdal

    Istibdal adalah proses menjual barang wakaf untuk kemudian dibelikan aset pengganti yang lebih menguntungkan. Menurut pandangan Hanafiyah, pengelola dana wakaf dapat mengganti uang dengan aset tetap yang bisa menghasilkan manfaat jangka panjang.

  5. Investasi Murabahah

    Dalam investasi murabahah, pengelola dana wakaf bertindak sebagai penjual yang membeli barang atau peralatan yang dibutuhkan dalam kontrak murabahah. Keuntungan diperoleh dari selisih harga pembelian dan penjualan barang tersebut, yang menjadi hasil investasi pengelola wakaf.

Wakaf dalam Investasi

Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana ajaran Islam menyikapi wakaf di dalam investasi? Seperti kita ketahui, saat ini sudah sangat banyak instrumen investasi konvensional yang tersedia. Namun, tidak semua instrumen investasi tersebut sesuai dengan ajaran Islam. Perlu adanya pemilihan dan penyesuaian instrumen investasi agar dapat dikatakan berbasis syariah. Sehingga, hanya instrumen-instrumen investasi syariah saja yang dapat digabungkan dengan konsep wakaf.

Salah satu konsep investasi dan wakaf yang telah berjalan beriringan adalah melalui wakaf uang. Wakaf uang ini yang dapat menjadi solusi untuk memproduktifkan harta wakaf yang berkarakter bisnis atau investasi.

Di Indonesia, pelaksanaan wakaf uang juga telah diatur melalui Undang-undang nomor 41 Tahun 2004 tentang wakaf. Jadi, wakaf uang merupakan salah satu investasi yang telah aman, dan dapat Anda gunakan sebagai sarana untuk beramal jariyah. 

Simak ulasan tentang wakaf uang yang dapat menjadi alternatif berinvestasi sekaligus berwakaf pada artikel berikut

Wakaf Uang sebagai Investasi Syariah Pemberi Manfaat Berkelanjutan

Panduan Wakaf Saham Dan Jenis Cara Kerja Dan Manfaatnya

Panduan Lengkap Wakaf Saham dari Jenis, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Wakaf menjadi salah satu instrumen yang membawa kebermanfaatan jangka panjang. Dengan adanya wakaf saham, individu dapat berinvestasi sekaligus beramal, sehingga harta yang diwakafkan dapat terus memberikan manfaat. Dalam perkembangannya, wakaf…