Larangan Merendahkan Orang Lain

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
memandang rendah orang lain, larangan merendahkan orang lain

Foto: Based Picture by pexels.com

Sahabat, tidak sedikit manusia yang memandang rendah orang lain hanya karena dianggap tidak sepadan dengan dirinya.

Seseorang yang berilmu memandang rendah orang-orang yang bodoh. Mereka memamerkan kecerdasannya dengan berdebat kusir, padahal semestinya ia justru bersedih karena tugas mencerdaskan orang bodoh merupakan tanggung jawab dirinya. Jika masih banyak orang bodoh, berarti ia belum berhasil menunaikan tugasnya.

Orang yang memiliki fisik rupawan memandang rendah orang yang fisiknya banyak kekurangan. Padahal semestinya hatinya bersyukur dan bukan malah menjadi sombong.

Orang yang memiliki harta banyak memandang rendah orang-orang yang tak berharta, padahal membantu orang-orang kekurangan harta merupakan kewajibannya. Bukannya malah menghambur-hamburkan uang untuk sekadar memenuhi gaya hidupnya yang tinggi.

Bahkan ada juga seorang muslim yang memandang rendah muslim lainnya. Sungguh aneh. Hanya karena penampilan mereka berbeda, mereka saling berseteru. Yang satu merasa lebih bertaqwa, yang satu merasa lebih moderen pemikirannya.

Baca Juga: Cara Melembutkan Hati

Sahabat, sesungguhnya memandang rendah orang lain adalah sifat orang yang sombong atau takabur. Orang beriman harusnya berlepas dari sifat buruk ini, karena Iblis yang mulanya beriman pada Allah pun menjadi terlaknat karena kecongkakannya memandang rendah makhluk Allah lainnya.

Hampir-hampir tiada guna ibadah yang kita lakukan jika hati kita masih suka merendahkan makhluk Allah lainnya.

Jangan pernah terperdaya oleh perasaan sendiri, sungguh kita tak tahu derajat kita sebenarnya di hadapan Allah.

Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi,” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain,“ (HR. Muslim no. 91)

Sudah siapkah kita melepas perasaan lebih tinggi dibanding orang lain hanya karena lebih banyak nikmat yang Allah titipkan pada diri kita? (SH)

Ketika seseorang merasa memiliki kemampuan yang lebih dari yang lain. Memiliki kemauan untuk memberi, maka Dompet Dhuafa bersedia mewadahi. Mengolah dana umat menjadi pemberdayaan umat dan mengubah peradaban melalui Wakaf Produktif.

 

Rekening Wakaf Produktif a/n Yayasan Dompet Dhuafa Republika:

Bank BII Syariah 2.700.001.382

Bank BNI Syariah 009.153.8995

Bank Mega Syariah Indonesia 100-000-0536

Bank Syariah Mandiri 7.000.493.133

BCA 237.304.8887

Bank Muamalat 0000.37.3423

Bank mandiri 101.000.662.669

Rekening RS AKA Sribhawono a/n Yayasan Dompet Dhuafa Republika:

Bank BCA 237.227.2270

Bank Mandiri 101.000.755.6010

Bank BNI 4427.38909

Bank Muamalat 314.000.7801

CIMB Niaga Syariah 86.000.4734.900

Rekening Masjid Al-Madinah a/n Yayasan Dompet Dhuafa Republika:

Bank Muamalat 304.003.1667

Rekening Khadijah Learning Center (KLC) a/n Yayasan Dompet Dhuafa Republika :

Mandiri 127.00.700.7000.6

BNI Syariah 700.7000.117

Wakaf Sekarang