Detoksifikasi Dosa

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Detoksifikasi Dosa - Sholat - Dzikir - Sedekah - Tabung Wakaf

Foto: Pixabay.com

Sahabat, tentunya pernah mendengar istilah detoksifikasi bukan? Detoksifikasi adalah proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Proses ini sangat baik untuk mengembalikan fungsi organ-organ tubuh yang berkurang kinerjanya karena terhambat oleh banyaknya racun yang mengendap di tubuh, terutama dalam darah.

Biasanya setelah racun dibuang, tubuh akan menjadi lebih segar dan terasa relaks. Namun dikarenakan setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda-beda, maka efek yang muncul saat dilakukan proses detoksifikasi setiap orang juga berbeda-beda.

Beberapa gejala yang sering dialami selama terjadinya proses detoksifikasi, antara lain: sakit kepala, pilek, demam ringan, nyeri pada otot dan sendi, gatal pada kulit atau ruam, gangguan emosi, kedinginan, serta perubahan warna urine yang memperlihatkan keluarnya racun dari dalam tubuh.

Jika proses menghilangkan atau detoksifikasi racun dari dalam tubuh amat bagus hasilnya meskipun memiliki gejala sampingan yang terkesan menyakitkan, lalu bagaimana dengan proses detoksifikasi dosa yang ada dalam hati kita?

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)

Sesungguhnya dosa dapat menurunkan fungsi dan sensitivitas hati kita, oleh sebab itu kita perlu melakukan detoksifikasi atau menghilangkan dosa dari hati kita secara berkala, agar fungsi hati kembali normal.

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.” (HR. Tirmidzi)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.”

Lalu bagaimana cara mendetoksifikasi atau menghilangkan dosa dari hati kita?

  1. Perbanyak berdzikir dan mendirikan shalat

Mengingat Allah dan mendirikan shalat adalah cara untuk mendetoksifikasi dosa yang paling ringan untuk dikerjakan.

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan dirinya dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.” (QS. Al A’laa : 14-15)

Jika dilakukan dengan benar sesuai syariat dan menghadirkan hati kita dalam setiap gerakan shalat, maka sesungguhnya shalat akan mencegah diri kita dari melakukan maksiat dan perbuatan dosa lainnya.

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

Kita telah ‘diwajibkan’ untuk detoksifikasi dosa dengan cara mendirikan shalat 5 waktu dalam sehari, maka manfaatkanlah momen setiap hari tersebut untuk membersihkan hati kita dari kegelapan noda.

“Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar” (HR. Muslim no. 233).

  1. Bertaubat

Detoksifikasi dosa selanjutnya adalah dengan melakukan taubat nasuha, yakni taubat sebenar-benarnya.

“Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Syarat taubat nasuha tentu saja perlu dipenuhi, yakni adanya rasa penyesalan, berjanji tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi, serta bertaubat sebelum nyawa sampai di tenggorokan.

“Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawa belum sampai ke tenggorokan.” (HR. Ahmad)

 

Baca juga:

Dampak Dosa dan Maksiat

Jauhi Perbuatan Dosa

 

  1. Bersedekah

Detoksifikasi dosa lainnya adalah dengan mengeluarkan sedekah dari harta kita, diperuntukkan bagi orang-orang yang memerlukan.

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 271)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam pun menegaskan hal ini dalam haditsnya,” Sedekah menghapus dosa seperti air memadamkan api.” (HR Ahmad& Tirmidzi)

Sahabat, mengingat pentingnya menjaga kebersihan hati, maka kita perlu terus-menerus mendetoksifikasi segala dosa yang bersarang agar tidak makin berkarat menodai hati kita. (SH)

 

 

Wakaf Sekarang