Menjadi Manusia Terbaik

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

manusia terbaikSebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ath Thabarani)

Sahabat, sungguh ironis… Banyak manusia yang ingin menjadi manusia terbaik, tapi tak bersedia dimanfaatkan oleh orang lain, terlebih lagi kalau manfaatnya itu tak dihargai secara materi.

Memang tidak salah jika manfaat diri kita dihargai secara profesional, misalnya berbagi ilmu kemudian dihargai sejumlah bayaran, berbagi tenaga kemudian diberikan upah. Tak ada yang salah jika akadnya sama-sama telah disepakati kedua belah pihak.

Yang jadi masalah justru ketika tujuan utamanya bergeser, bukan memberi manfaatnya yang kita fokuskan, melainkan materi profesionalnya yang lebih diutamakan, ini dia hal yang membuat kita sulit menjadi manusia terbaik di hadapan Allah.

Bahkan sekelas ustad dan ustadzah pun, ketika lebih memprioritaskan besaran bayaran daripada memberi nilai kemanfaatan pada umat, menjadi tak jauh beda dengan pekerja yang memperoleh upah semata!

Sahabat, selain memberi manfaat pada sebanyak-banyaknya manusia, ada juga ciri-ciri lain manusia terbaik di hadapan Allah, berikut beberapa di antaranya, semoga kita termasuk dalam golongan berikut ini:

1. Orang yang mempelajari al Quran dan mengajarkannya

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari No. 5027, dari Utsman)

Tak hanya berupa pelajaran membaca quran sebagaimana seorang guru ngaji, tetapi juga berbagi nilai-nilai quran dalam kehidupan sehari-hari.

Sudahkah kita melakukannya? Menyampaikan nilai quran pada orang lain meskipun hanya 1 ayat? Misalnya ayat mengenai sedekah, atau mengenai nasehat.

2. Orang yang panjang umur dan baik amalnya

Inilah manusia beruntung yang dikaruniai usia panjang dan dengan usia tersebut ia semakin menumpuk banyak amal kebajikan!

“Maukah aku tunjukkan manusia terbaik di antara kalian?” Mereka menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Manusia terbaik di antara kamu adalah yang paling panjang usianya dan semakin baik amalnya.” (HR. Ahmad No. 7212)

Tentu saja kita bisa berikhtiar untuk panjang umur dengan cara memperbanyak sedekah, amal kebaikan, dan juga menyambung silaturahim.

3. Orang yang terbaik memperlakukan istri dan keluarga

“Sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap istrinya, dan aku yang terbaik terhadap istriku.” (HR. At Tirmidzi No. 3895, dari ‘Aisyah. Imam At Tirmidzi berkata: hasan shahih)

Sahabat, tak berguna jika kita baik dan sempurna di hadapan orang lain, tetapi di mata keluarga terdekat kita, ternyata diri ini telah banyak mengabaikan hak-hak keluarga. Na’udzubillah.

4. Orang yang terbaik perangainya

“Sesungguhnya  yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.” (HR. Bukhari No. 3559, dari Ibnu Umar, Muslim No. 2321, dari Ibnu Amr. Ini lafaz Bukhari)

Apa maksudnya akhlak yang terbaik? Mungkin secara sederhana, akhlak yang baik pada manusia meliputi penjagaan lisan dan juga tangan (perbuatan):

Mereka bertanya: Wahai Rasulullah, Islam apakah yang paling utama? Beliau bersabda: “Yaitu orang yang muslim lainnya aman dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari No. 11, Muslim No. 42, dari Abu Musa Al Asy’ari)

Jika kita bisa menjadi seseorang yang terjamin kata-kata dan perbuatannya, orang lain tidak pernah tersakiti oleh lidah dan tangan kita, in syaa Allah kita bisa termasuk kategori manusia berakhlak terbaik ini.

5. Orang yang melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar

“Kalian adalah umat yang terbaik di antara manusia, memerintahkan yang ma’ruf, mencegah yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 110)

Sahabat, betapa amar ma’ruf nahi munkar merupakan pembeda umat muslim dengan umat lainnya! Kita bukanlah bagian dari umat yang tak peduli, juga bukan bagian umat yang sekuler alias memisahkan agama dari kehidupan dunia.

Maka, melakukan amar ma’ruf serta mencegah manusia dari perbuatan munkar adalah salah satu perkara yang bisa memperlihatkan apakah kita telah menjadi manusia terbaik atau belum.

Sudahkah kita menyuruh orang berbuat baik dan mencegah mereka dari perbuatan buruk? Ataukah kita begitu tidak berani dan atas nama hak asasi manusia membiarkan orang-orang begitu saja berbuat semaunya?

Sahabat, semoga kita termasuk di antara golongan hamba Allah yang terbaik, pintu yang Allah sediakan untuk berkompetisi menjadi yang terbaik sudah amat banyak, tinggal kesungguhan kita untuk menjadikan Allah sebagai tujuan. Wallaahualam. (SH)

Info Wakaf > Call Center: +62 21 741 6050 | SMS Center: +62 812 80 360 688 | PIN BBM: 28.739.E76

Tunaikan Wakaf anda melalui:

BCA 101.000.662.6699
BNI Syariah  009.153.8995
MANDIRI  101.000.662.6699

Muamalat 304.003.1667
a/n Yayasan Dompet Dhuafa

Wakaf Sekarang