Menjadi Pemenang Sejati di Hadapan Allah

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

pemenang sejati di hadapan allahSahabat, berikut ini kisah mengenai seseorang yang senantiasa ingin menang dalam segala hal. Ia memang selalu menang, tapi sejatinya ia adalah seorang pecundang! Bagaimana bisa demikian?

Di rumah, orang ini tak pernah mau kalah berdebat dengan istri dan anaknya. Memang dirinya selalu menang telak setiap kali ada pertengkaran dengan sang istri, tapi hal tersebut justru membuat sang istri membenci suaminya sendiri.

Apalagi jika berdebat dengan sang anak, meskipun sang ayah selalu menang, namun sang anak malah kehilangan respek terhadap ayahnya sendiri.

Di kantor, ia pun tak pernah mau kalah argumen dari rekan kerjanya, bahkan tak jarang ia juga menang debat melawan customer yang komplain. Anehnya, meski ia selalu menang adu argumen, justru customer dan rekan kerjanya banyak yang menjauh darinya.

Apa yang salah? Mengapa banyak yang membenci orang ini meskipun ia selalu menjadi pemenang?

Ya, tentu saja jawabannya karena pria ini selalu memenangkan egonya, dan orang yang memiliki sifat egois alias hanya mementingkan diri sendiri sesungguhnya takkan pernah bisa memenangkan hati manusia lain, apalagi memenangkan keridhoan Allah!

Egoisme bisa dikatakan merupakan musuh bagi kita untuk menjadi pemenang sejati dalam hidup ini!

Nah, berikut ini beberapa kunci untuk menjadi pemenang di hadapan manusia dan di hadapan Allah, semoga bermanfaat:

1. Mendahulukan kepentingan orang lain

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya segala apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri berupa kebaikan.” (HR. Bukhâri Muslim)

Sahabat, jika ingin menjadi pemenang sejati, baik di hadapan sesama manusia maupun di hadapan sang Pencipta, kuncinya justru ada pada kesediaan untuk ‘mengalahkan ego’ diri sendiri, dan mendahulukan kepentingan orang lain.

Jika kita belum memiliki rasa cinta pada sesama muslim sebagaimana kita mencintai diri sendiri, bisa dikatakan kita akan sulit untuk melepas egoisme, sulit menjadi pemenang dalam hidup.

Ahmad, Ibnu Hibban, dan Abu Ya’la mengeluarkan pula hadits yang semakna dengan lafazh:
“Seorang hamba tidak dapat mencapai hakikat iman, hingga ia mencintai kebaikan untuk manusia seperti yang ia cintai untuk dirinya.”

Jelas bahwa Islam tidak mengajarkan kita untuk menjadi seseorang yang mau menang sendiri, karena itu justru sumber kekalahan sejati. Kita diajarkan untuk mencintai dan memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan.

2. Belajar menekan nafsu

Sesungguhnya nafsu itu (selalu) menyuruh (cenderung pada) keburukan…” (Q.S.Yusuf: 53)

Sahabat, pernahkah mendengar kisah mengenai Umar bin Khatthab yang diam saja saat dimarahi istrinya?

Jika sang khalifah mau menuruti nafsunya, bukankah mudah baginya untuk memarahi balik sang istri? Tapi beliau tak melakukan hal tersebut. Ia menekan nafsunya dan justru diam mendengarkan omelan sang istri.

“Bagaimana aku bisa marah kepada istriku karena dialah yang mencuci bajuku, dialah yang memasak roti dan makananku, ia juga yang mengasuh anak-anakku, padahal semua itu bukanlah kewajibannya. Karena istriku, aku bisa merasa tenteram (untuk tidak berbuat dosa). Maka, aku harus mampu menahan diri terhadap perangainya.”

Subhanallah, inilah karakter pemenang sejati! Rela mengalahkan egoisme untuk memenangkan hati orang sekitar dan tentu saja memenangkan ridho Allah!

3. Hindari sikap suka membuat permusuhan!

“Orang yang paling dibenci Allah ialah orang yang paling suka bermusuhan.” (HR. Bukhari)

Sahabat, memiliki 1000 teman sesungguhnya masih kurang, namun memiliki 1 orang musuh sesungguhnya sudah terlalu banyak! Mengapa membuat permusuhan dengan manusia lain jika hal tersebut amat dibenci oleh Allah?

Maka sebisa mungkin hindarilah permusuhan, baik dengan keluarga sendiri, teman, rekan, bahkan dengan kenalan dan orang lewat sekalipun!

Jadikan diri kita sebagaimana Rasulullah, icon muslim yang menyebar rahmat bagi semesta alam. Yang dicintai kawan dan disegani lawan karena kebaikan akhlaknya.

Semoga Allah mengizinkan kita menjadi para pemenang sejati dalam kehidupan ini, yakni orang yang dicintai oleh manusia, dan juga dicintai olehNya. (SH)

Info Wakaf  telp: 0217416050

Tunaikan Wakaf anda melalui:

BCA 101.000.662.6699
BNI Syariah  009.153.8995
MANDIRI  101.000.662.6699
a/n Yayasan Dompet Dhuafa

Wakaf Sekarang