Menyingkirkan Penghalang Rezeki

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Penghalang Rezeki, Menyingkirkan Penghalang Rezeki“Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya” (HR. Ahmad)

Sahabat, jelas bahwa dosa dan maksiat bisa menghalangi seseorang dari rezeki baik-baik yang Allah siapkan untuknya. Kalaupun kita mendapati seseorang tetap berkelimpahan harta meski sibuk bermaksiat, sangat mungkin hal tersebut merupakan penundaan hukuman dari Allah.

“Jika engkau dapati Allah Azza wa Jalla memberikan limpahan kekayaan kepada seorang hamba padahal hamba itu tetap berada di dalam kemaksiatan, maka tak lain hal itu merupakan penundaan tindakan dariNya.” (HR Ahmad)

Karena rezeki tak semata-mata mengenai uang atau harta benda, namun juga bisa berupa keturunan shaleh, kesehatan tubuh, bahkan juga kebahagiaan hidup.

Ketika seseorang bergelimang maksiat, bisa saja Allah tetap memberinya limpahan kekayaan, namun kekayaan tersebut tak menambah apapun selain keburukan untuk hidupnya, ia mungkin saja bertambah lalai akibat kekayaan yang diperoleh, serta mendapati kekosongan dalam hatinya yang tak tersembuhkan dengan uang berapapun jumlahnya.

Lalu bagaimana agar dosa yang kita lakukan tidak menjadi penghalang rezeki? Bukankah setiap hari kita pasti berbuat dosa baik disadari ataupun tidak?

Sahabat, berikut ini beberapa cara untuk menyingkirkan dosa-dosa yang bisa menghalangi rezeki kita setiap harinya, semoga bisa kita amalkan bersama:

1. Meminta ampun dan mengiringi perbuatan dosa dengan istighfar

Manusia hampir sulit menghindari dosa dalam kehidupan sehari-hari terutama jika banyak berhubungan dengan manusia lainnya. Akan tetapi kita bisa meminimalisir dosa-dosa tersebut agar tak menjadi dosa besar dengan cara menyertakan istighfar dan tidak meneruskan perbuatan dosa tersebut setelah menyadarinya.

“Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus.” (HR. Ath-Thabrani)

2. Bertaubat setiap hari

Semua anak Adam pembuat kesalahan, dan sebaik-baik pembuat kesalahan ialah mereka yang bertaubat.” (HR. Addarami)

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri, sebab itulah kita bisa mengkhususkan satu waktu setiap harinya untuk menyesali kesalahan-kesalahan dan bertaubat atasnya.
In syaa Allah dengan taubat tersebut, rezeki yang Allah siapkan untuk kita akan bisa kita peroleh tanpa penghalang.

3. Meninggalkan sumber penghasilan yang haram atau tidak jelas sumbernya

Sahabat, jika sudah mengetahui suatu sumber penghasilan itu tak jelas asal usulnya bahkan diduga merupakan sumber haram, maka jauhilah! Makanlah hanya rezeki baik-baik yang jelas perolehannya dari mana karena hal tersebut lebih bernilai barokah dan menenangkan.

“Wahai sekalian manusia, takutlah kepada Allah dan lakukanlah keanggunan dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya jiwa manusia tidak akan mati sehingga disempurnakan rezekinya, walaupun ia lamban dalam bergerak mencarinya. Ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram.” (H.R. Ibnu Majah dan Al-Hakim)

4. Memperbanyak amal kebajikan

Banyak berbuat dosa, maka perbanyak jugalah berbuat kebajikan untuk mengimbanginya, dengan demikian… In syaa Allah Sang Maha Pemberi Rezeki akan meluaskan dan memberkahi rezeki yang kita peroleh.

Abdullah bin Abbas ra. berkata, “Sesungguhnya amal kebajikan memiliki cahaya di dalam dada, keceriaan pada muka, kekuatan di badan, keluasan dalam rezeki, dan kecintaan di hati para makhluk, sedang perbuatan dosa memiliki kegelapan di dalam hati, keburukan di muka, kelemahan di tubuh, kekurangan dalam rezeki, dan kebencian di hati para makhluk.” (Risalatul Mustarsyidin, Al-Muhasibi: 218)

Perbanyak amal kebajikan bisa dilakukan dengan cara bersedekah, mewakafkan harta yang bisa dimanfaatkan untuk orang banyak, membagikan ilmu, bahkan hanya dengan tersenyum ceria sekalipun di hadapan saudara seiman.

Sahabat, siapkah menyingkirkan hal-hal yang dapat menghalangi rezeki kita setiap harinya? Semoga Allah memudahkan. (SH)

Wakaf Sekarang