SUKABUMI — Senin (07/10/2025) kebahagiaan sederhana tergambar jelas, hasil jerih payah Pak Tusi bersama petani lain selama 75 hari, membuat ayunan tangannya saat memanen edamame semakin bermakna.
Di tengah hamparan hijau tanaman edamame, Pak Tusi mengayunkan alat panennya dengan senyum mengembang di wajahnya. Ia mengaku bersyukur, karena hasil tanam edamame mulai memberikan hasil yang pasti bagi keluarganya di rumah. Dari lahan wakaf produktif ini, mereka berhasil memanen sebanyak 1,4 ton edamame berkualitas yang siap dipasarkan.
“Alhamdulillah, disini (lahan aset wakaf) sekarang kehidupan saya sudah lebih terbantu karena ada pemasukan yang jelas. Dulu mah kadang susah, nggak menentu. Yang terpenting, saya cuma bisa berikhtiar dan berusaha buat keluarga di rumah,” ujar Pak Tusi, petani edamame di lahan aset wakaf Dompet Dhuafa.
Pak Tusi merupakan salah satu penerima manfaat dari program pemberdayaan aset wakaf yang dikelola oleh Dompet Dhuafa. Melalui pengelolaan aset wakaf produktif ini, ia bersama petani lain mendapatkan pendampingan oleh Pak Udi, pendamping lapangan Dompet Dhuafa yang membantu para petani dari mulai proses penanaman hingga panen edamame.
Program ini menjadi salah satu upaya Dompet Dhuafa dalam mengelola aset wakaf secara produktif dan profesional. Tujuannya bukan sekadar menghasilkan panen, tetapi juga memberdayakan petani lokal agar lebih sejahtera, serta mendorong pengelolaan aset wakaf yang berkelanjutan demi kemaslahatan umat.
“Kami harap, program pengelolaan aset produktif ini dapat menjadi contoh bahwa aset wakaf dapat dikelola secara profesional dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” ujar Dini, Pengembang Program Wakaf Dompet Dhuafa di Pesantren Tahfidz Green Lido Sukabumi. (red. Alwi)








