Saat Hati Butuh di-Charge

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

charge hatiSahabat, handphone saja perlu dicharge secara berkala, mobil perlu isi bensin untuk terus menapaki perjalanan, bahkan perut kita pun perlu makan setiap harinya agar bertenaga, bagaimana mungkin hati dibiarkan kosong tak terisi?

Hati kita memikul berbagai masalah setiap harinya, bisa dibayangkan betapa bahayanya jika tidak di-charge dengan benar.

Ada orang yang mencoba mengisi kekosongan hatinya dengan cara menghamburkan uang di pub malam, minum berbagai minuman memabukkan yang membuat hatinya lupa sesaat dengan permasalahan, atau bergembira ria dengan lawan jenis yang tak halal.

Semua dilakukan tanpa menyadari bahwa itu adalah cara keliru dalam men-charge hati. Ibaratnya memasukkan junkfood untuk tubuh, atau mengisi bensin oplosan untuk kendaraan kita, lambat laun akan membahayakan diri sendiri. Entah timbulnya kanker di badan, ataupun merusak mesin kendaraan.

Demikian pula keadaan orang yang keliru mengisi hati dengan hal yang justru bisa merusaknya:

“Apakah orang yang dihiasi perbuatannya yang buruk (oleh setan) lalu ia menganggap perbuatannya itu baik, (sama dengan dengan orang yang tidak diperdaya setan?), maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. Faathir: 8)

Banyak yang tak mengetahui bagaimana cara sebenarnya untuk men-charge hati, padahal Allah yang menciptakan hati telah menerangkan semua dalam Quran. Berikut ini beberapa cara agar hati kita bisa terisi:

1. Banyak mengingat Allah

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’du: 28)

Sahabat, seberapa banyak kita mengingat Allah dalam sehari semalam? Apakah Allah memenuhi pikiran dan hati dalam setiap waktu kita?

Atau justru kita selalu melupakanNya sekalipun suara-suara panggilan yang menyeru padaNya senantiasa terdengar minimal lima kali sehari?

Allah dengan kemurahan hatiNya telah memberi petunjuk untuk menghadapNya lima kali dalam sehari semalam, itu minimal. Bukannya sekali dalam sepekan atau bahkan sekadar setahun sekali!

Kita bisa men-charge hati sampai full setiap harinya jika melaksanakan perintah minimal ini. Sayangnya, seberapa taat kah kita melakukannya?

2. Beribadah dengan sepenuh hati

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam! Beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Perlu diingat bahwa ibadah adalah kerjanya hati, bukan fisik semata. Maka sangat percuma kita melakukan takbiratul ihram, rukuk, sujud, jika hati kita tak ikut tunduk. Ini juga alasan mengapa banyak orang yang melaksanakan shalat lima kali dalak sehari namun hatinya tetap kosong.

Ibarat sedang men-charge, colokannya tidak terpasang dengan sempurna, sehingga tetap saja tidak terisi dayanya.

3. Berbagi pada sesama manusia

Cara men-charge hati selanjutnya adalah dengan berbagi pada sesama. Ini membuktikan bahwa Allah menciptakan manusia, ada yang berlebih harta dan ada yang kurang, semata-mata agar dapat saling membantu dan mengisi kekosongan hati.

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”(Q.S Ali Imran : 92)

Pernahkah merasakan kebahagiaan menolong orang yang terjerat utang? Atau menolong orang yang kelaparan dan tak punya pekerjaan? Atau menolong orang-orang yang desanya kekeringan atau justru kebanjiran? Jika belum pernah, maka praktekkanlah!

Rasakanlah hati kita terisi ketika melakukan kebaikan dan amal shaleh untuk sesama. In syaa Allah. (SH)

Wakaf Sekarang