Skip to content

Secercah Cahaya Kecil Bagi Muslim Kroasia

Secercah Cahaya untuk Muslim Kroasia dengan Pembangunan Islamic Center Ojisek

Di tepi sungai Drava, di sebuah kota bernama Osijek, sejarah Islam berhembus pelan seperti angin yang kembali mencari arah. Di sini, delapan abad lalu, tercatat dalam dokumen Raja Emerik nama para pedagang Ismailit, Muslim yang datang dengan kapal dan karavan, membawa barang dagangan, juga keyakinan yang sunyi. Lalu pada tahun 1526, Sultan Suleiman Al-Kanuni datang bersama pasukannya menuju Mohács, dan Osijek menjadi kota penting dalam perjalanan Kekaisaran Ottoman. Dari tangan seorang dermawan bernama Kasim Paša, berdirilah sebuah masjid dengan kaligrafi di pintunya: “Benefactor Kasim Pasha, may his glory be eternal.” Kini tulisan itu hanya tersisa dalam arsip, tapi maknanya seperti masih bergetar di udara: jejak yang menolak dilupakan.

Setelah 1687, Ottoman pergi, dan bersama itu Islam lenyap dari permukaan sejarah kota ini. Masjid berubah menjadi gereja, madrasah menjadi sekolah umum, dan suara adzan perlahan padam. Namun iman tak pernah benar-benar hilang, ia hanya menunggu kesempatan untuk kembali menemukan bentuknya. Pada 1927, sekelompok kecil Muslim perantau dari Bosnia dan Herzegovina mendirikan Muslim Religious Community Osijek. Mereka tak punya tempat yang tetap, hanya ruangan sewa di kota. Baru pada 1978 mereka membeli sebuah rumah tua di Zagrebačka 35. Rumah itu, sederhana dan sempit, telah menjadi masjid kecil selama lebih dari empat puluh tahun. Di sana, anak-anak belajar membaca Qur’an, orang tua bersujud di antara rak buku, dan azan dikumandangkan dari ruangan sempit itu.

Masjid kecil muslim kroasia di Zagrebačka 35 yang telah bertahan empat puluh tahun Peletakan batu pertama Dompet Dhuafa dalam pembangunan Islamic Center Ojisek

Islamic Center Osijek Jadi Cahaya Baru Muslim Kroasia

Kini mereka ingin sesuatu yang lebih dari sekadar atap. Di kawasan Jug 2, dekat pemakaman Muslim tua, sedang dibangun Islamic Center Osijek, proyek yang dirancang arsitek Davor Mateković, seorang yang memahami bahwa ruang ibadah bukan hanya tentang arsitektur, tapi tentang jiwa. Mateković menyebutnya mali grad, “kota kecil”: tempat di mana halaman, aula, restoran, dan ruang doa saling berhubungan seperti kehidupan yang utuh. Di tanah yang dahulu menyimpan jejak Kasim Paša, umat Muslim Kroasia tengah menulis bab baru peradaban mereka, dengan bahasa zaman yang lebih lembut, yaitu pendidikan, kebersamaan, dan dialog.

Dari seberang lautan, Indonesia hadir dengan cara yang tak bising. Melalui Dompet Dhuafa, masyarakat Indonesia dapat menyalurkan bantuan untuk mewujudkan masjid ini. Sebuah jembatan persaudaraan yang menghubungkan dua bangsa, bukan sekadar penyerahan dana, tetapi juga sebagai bentuk penyerahan harapan bagi Muslim Kroasia. Harapan bahwa Islam dan modernitas bisa berdiri berdampingan, bahwa peradaban bisa dibangun lewat kasih dan kepedulian.

Islamic Center Osijek akan menjadi rumah bagi sekitar lima ribu Muslim di wilayah itu, tempat mereka belajar, berdoa, dan berbagi. Lebih dari sekadar masjid, ia akan menjadi ruang pertemuan, antara anak-anak Muslim yang lahir di Eropa dan sejarah panjang keyakinan mereka, antara masa lalu dan masa depan yang ingin damai. Di bawah kubah yang masih belum selesai itu, dunia mungkin akan belajar bahwa Islam tidak datang untuk menaklukkan, tapi untuk mengingatkan manusia tentang pentingnya saling memahami.

Dan mungkin kelak, ketika azan pertama berkumandang dari menara di Jug 2, suaranya akan melintasi sungai Drava dan menembus waktu, menyapa Kasim Paša di masa lalu, dan Indonesia di kejauhan. Suara itu akan mengabarkan sesuatu yang sederhana tapi abadi: bahwa iman bisa tumbuh di mana pun, bahkan di tengah dinginnya Eropa, bahwa kebaikan, jika ditanam dengan tulus, akan menemukan jalannya sendiri untuk bersinar.

Kini, perjalanan itu masih berlanjut. Melalui Dompet Dhuafa, setiap orang bisa ikut meletakkan satu batu dalam sejarah ini, sebuah bagian kecil dari rumah yang akan menaungi doa, belajar, dan persaudaraan. Tak ada donasi yang terlalu kecil ketika niatnya untuk menyalakan cahaya. Sebab mungkin, dari tangan-tangan jauh di Indoneisa, cahaya kecil itu akan sampai ke Krosia, dan membuat dunia tahu bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya. 

Mari bantu anak-anak Kroasia membangun ruang untuk menumbuhkan iman melalui https://digital.dompetdhuafa.org/wakaf/masjidosijek 

Wakaf Setara Secangkir Kopi
Secercah Cahaya untuk Muslim Kroasia dengan Pembangunan Islamic Center Ojisek

Secercah Cahaya Kecil Bagi Muslim Kroasia

Di tepi sungai Drava, di sebuah kota bernama Osijek, sejarah Islam berhembus pelan seperti angin yang kembali mencari arah. Di sini, delapan abad lalu, tercatat dalam dokumen Raja Emerik nama…
Cara Gen Z Membangun Peradaban Islami dengan Wakaf melalui Sentuhan Jari

Membangun Peradaban Islami ala Gen Z Melalui Sentuhan Jari

Di era digital saat ini, kemajuan teknologi telah mengubah hampir segala lini kehidupan manusia, termasuk filantropi Islam khususnya wakaf. Transformasi digital dalam penghimpunan dan pengelolaan wakaf adalah keniscayaan. Jika tidak,…