Sedekah Bisa Menumbuhkan Cinta

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Sedekah Bisa Menumbuhkan CintaSahabat, pernahkah bertanya… apakah sedekah yang kita berikan sudah mampu menumbuhkan cinta dan kasih sayang? Atau jangan-jangan sedekah kita selama ini baru menumbuhkan rasa bangga diri dan perasaan jumawa?

Bangga karena merasa diri ‘di atas’ orang lain, lebih mapan, penghasilan lebih banyak, juga merasa jumawa karena beranggapan telah cukup banyak melakukan kebaikan untuk orang lain, telah memberi manfaat untuk orang lain.

Waspadalah jika sedekah kita belum menumbuhkan tunas cinta dan kasih di dalam hati! Barangkali disebabkan niat kita bersedekah hanya karena tak enak hati ada saudara jauh yang datang meminta bantuan. Atau karena takut mendengar cemoohan tetangga jika tak ikut menyumbang di lingkungan sekitar. Atau jangan-jangan sedekah tersebut hanya sebagai upaya pencitraan positif untuk jaga image diri, na’udzubillah. Meskipun sah-sah saja berniat demikian, namun amat disayangkan karena bukan itu esensi dari bersedekah.
Sedekah semestinya berbuah cinta, terutama pada orang miskin dan yang membutuhkan bantuan.

Lantas bagaimana prosesnya sebuah pemberian sedekah bisa menumbuhkan cinta? Berikut ini beberapa penjelasannya:

1. Bantuan, sedekah, maupun hadiah merupakan bibit cinta yang bisa ditanamkan di hati manusia lainnya

Adakah yang tidak senang mendapatkan hadiah? Siapa yang tidak bersuka cita jika mendapat perhatian dan bantuan dari orang lain? Hampir semua orang pasti gembira ketika menerima pemberian dari orang lain, karena itu berarti ia diperhatikan dan di’spesialkan’. Maka tak heran jika sedekah maupun hadiah merupakan bibit cinta yang bisa kita tanam di hati orang lain. Jika ingin dicintai, maka memberikan sesuatu yang berharga pada diri orang tersebut adalah harga mutlak!

Bahkan Rasulullah pun telah menganjurkan umatnya untuk saling memberi hadiah agar saling mencintai.

“Saling menghadiahilah kalian niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594)

2. Sebuah pemberian bisa menghilangkan rasa dendam permusuhan

Tak heran jika sedekah terbaik adalah untuk kerabat yang memiliki dendam pada diri kita, karena sedekah tersebut bisa melumerkan rasa dendam di hati sehingga silaturahim bisa terhubung kembali.

“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang rasa dengki; dan saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian kalian akan saling mencintai dan akan lenyap rasa permusuhan.” (HR. Malik)

“Ingatlah nikmat Allah kepada kalian, ketika sebelumnya (di masa jahiliah) kalian saling bermusuhan lalu ia menjinakkan (mempersaudarakan) hati-hati kalian maka kalian pun dengan nikmat-Nya menjadi orang-orang yang bersaudara.” (QS. Ali ‘Imran: 103)

3. Sedekah merupakan bukti empati

Bagi pihak yang memberi sedekah, semestinya sedekah tersebut merupakan bukti rasa empati terhadap kesulitan yang dialami orang lain, bukan sekadar rutinitas ‘buang sial’ atau pencitraan’. Lagipula bukankah orang-orang yang beriman itu memang sudah seharusnya saling merasakan keperihan yang dialami oleh saudaranya? Nah, rasa empati ini merupakan modal awal menunjukkan kepedulian, yang pada ujungnya bisa membuahkan cinta.

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam”. (HR. Muslim).

4. Sedekah bisa menjadi pembuktian cinta pada Allah dan RasulNya

Ketika seseorang memiliki kecintaan terhadap Allah dan RasulNya, tidak mungkin ia pelit dalam bersedekah! Justru sebaliknya, cinta itu bisa dibuktikannya melalui banyaknya pemberian sedekah atau bantuan dirinya untuk orang lain.

Selain itu, orang yang menyimpan cinta untuk Allah dan RasulNya sudah pasti akan menyebarkan cinta itu pada orang lain juga, karena ia akan menjadi ‘duta’ bagi manusia lain, yakni sebagai rahmat untuk semesta alam.

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS. Al Anbiya: 107)
Oleh sebab itu, jika sedekah yang selama ini kita sebarkan belum menumbuhkan cinta dalam hati, barangkali dikarenakan adanya kesalahan niat dan tujuan kita bersedekah! Jangan-jangan kita niat bersedekah hanya untuk mendapatkan ‘balik modal’ berkali-kali lipat? Bersedekah hanya untuk didekatkan pada jodoh? Bersedekah karena ada maunya ke Allah? Bersedekah agar dipandang baik oleh manusia? Walau tidak mengapa, namun lebih baik lagi jika sedekah yang kita keluarkan berasal dari kepedulian pada kondisi saudara seiman. Wallaahualam. (SH)

Baca Juga: Memberi Pinjaman Lebih Utama dari Sedekah

Wakaf Sekarang