3 Amalan Jariah yang Pahalanya Mengalir Meski Telah Wafat

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Setiap makhluk akan mati. Sepeti halnya setiap Ibnu Adam akan meninggal dunia, semua akan kembali kepada Sang Khalik. Ketika manusia meninggal dunia maka terputuslah seluruh amal kita, kita tidak bisa melaksanakan shalat lagi, berdzikir lagi, bersedekah lagi. Berikut ada 3 (tiga) amal jariah yang akan membuat kita terus mendapatkan pahala walaupun sudah wafat : sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

1. Sedekah Jariah

Jariah artinya mengalir. Sedekah jariah adalah sedekah yang mengalir, artinya sedekah yang masih dirasakan manfaatnya walaupun orangnya sudah wafat.

“Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda yang artinya : apabila manusia mati, amalannya terputus kecuali 3 amalan, salah satunya sedekah jariah”. (H.R. Muslim, An-Nasai dan lainnya).

Tahukah anda apa itu sedekah jariah? Sedekah jariah adalah wakaf.

An-Nawawi Ketika menjelaskan hadis ini, beliau menjelaskan, “demikian pula sedekah jariah, yang itu merupakan wakaf. (Sharh Sahih Muslim).

Karena itu tidak semua sedekah itu jariah. Sesuatu disebut wakaf, jika bentuknya benda dan memiliki manfaat dan memiliki ketahanan atau tidak habis pakai, seperti properti. Misalnya menyedekahkan uang kita untuk pembangunan pesantren, maka selama pesantrennya bermanfaat, pahala tersebut akan terus mengalir kepada orang tersebut .

Kini perkembangan wakaf telah berkembang pesat, kini dikenal istilah wakaf uang dan wakaf melalui uang, wakaf saham, wakaf link sukuk dan lain-lain.

2. Ilmu yang Bermanfaat

Marilah kita sama-sama mencari ilmu dan mempelajari ilmu dengan sungguh-sungguh untuk mendapat ridho Allah SWT.  Dan ilmu yang telah dapatkan  diamalkan hingga memberikan manfaatkan kepada orang banyak. Khendaknya ilmu yang kita dengar dan didapatkan diamalkan juga untuk orang lain.

Yang dimaksdu bermanfaat disini adalah yang mendekatkan seorang kepada Allah SWT.

Ilmu yang bermanfaat juga ilmu yang menjadikan dekat dengan Allah. Sebaliknya ilmu yang tidak bermanfaat membuat jauh dari Allah SWT.

Bagaimana kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat? Ilmu itu adalah “Nurrun (cahaya) maka ilmu tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.

3. Doa Anak yang Shaleh

Khendaknya setiap orang tua mendidik anak cucunya menjadi baik, misalnya konsisten ke masjid, satu menjadi ahli quran, kirimkan mereka ke tempat penghapal quran. Khendaknya juga memperhatikan pendidikannya. Agar ia kelak menjadi anak yang soleh hingga ia menjadi tabungan orang tuanya, yang mendoakan ibu bapaknya walaupun sudah meninggal.

Di antara tanda kesalehan anak adalah mau mendoakan kepada orang tua. “Doa adalah kemauan hati anak yang baik yang menghendaki orang tuanya mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Berikut Faedah dari hadis 3 amal jariah:

Pertama: Jika manusia itu wafat, maka amalannya terputus. Dari sini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaklah memperbanyak amalan sholeh sebelum ia meninggal dunia.

Kedua: Allah menjadikan hamba sebab sehingga setelah meninggal dunia sekali pun ia masih bisa mendapat pahala, inilah karunia Allah.

Ketiga: Amalan yang masih terus mengalir pahalanya walaupun setelah meninggal dunia, di antaranya:

Baca juga : Masjid Al-Majid

  1. Sedekah jariyah, seperti wakaf untuk pembangunan masjid.
  2. Ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu syar’i (ilmu agama) yang ia ajarkan pada orang lain dan mereka terus amalkan, atau ia menulis buku agama yang bermanfaat dan terus dimanfaatkan setelah ia meninggal dunia.
  3. Anak yang sholeh Islam mendorang seseorang untuk memperhatikan Pendidikan anaknya dalam hal agama, sehingga anaknya tumbuh di lingkungan yang baik dan menjadi anak yang shaleh.

Keempat: Di antara kebaikan lainnya yang bermanfaat untuk mayit muslim setelah ia meninggal dunia yang diberikan orang yang masih hidup adalah do’a kebaikan yang tulus kepada si mayit tersebut. Do’a tersebut mencakup do’a rahmat, ampunan, meraih surga, selamat dari siksa neraka dan berbagai do’a kebaikan lainnya.

Kelima: Sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “atau anak sholeh yang mendo’akannya”, tidaklah dipahami bahwa do’a yang manfaat hanya dari anak saja. Bahkan do’a kebaikan orang lain untuk si mayit tersebut tetap bermanfaat insya Allah. Oleh karena itu, kaum muslimin disyari’atkan melakukan shalat jenazah terhadap mayit lalu mendo’akan mayit tersebut walaupun mayit itu bukan ayahnya.

Keenam: Dalam hadits terdapat isyarat adanya keutamaan menikah, juga terdapat dorongan untuk menikah dan memperbanyak keturunan supaya mendapatkan keturunan sholeh (sehingga bermanfaat nantinya ketika kita telah meninggal dunia). (Nur Hafifah)

Artikel diolah dari beberapa sumber

Berita Terbaru

Adakah Investasi Paling Menguntungkan?

Adakah Investasi Paling Menguntungkan?   Ingin memiliki keuntungan yang sebanyak-banyaknya adalah fitrah manusia. Manusia selalu menginginkan hal yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang serendah-rendahnya. Termasuk dalam

Read More »

Yuk Wakaf