Rehat dan Sehat dengan Gerakan Shalat

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

“Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan Sholat” (Rasulullah SAW-diriwayatkan oleh Abu Dawud)

Semua Orang Butuh Istirahat

Siapapun dia pasti butuh istirahat. Saya, Anda, tua, muda, presiden, pengemis, bahkan Nabi SAW pun beristirahat. Terutama di kota besar yang hiruk pikuk dengan jutaan manusia dan segudang problem sosial, waktu istirahat melepas penat terkadang menjadi begitu berharga. Tekanan jaman yang serba instan menjadikan banyak orang butuh waktu untuk melepaskan stress dan relaksasi. Hal ini menyebabkan banyaknya klub-klub yoga dan meditasi untuk meredakan ketegangan hati dan pikiran. Harga yang harus dibayarkan tentu saja tidak sedikit.

Baca Juga: Sejarah Wakaf Awal Perwakafan Islam

Padahal Islam sudah mengajarkan cara murah meriah untuk meredakan ketegangan hati dan pikiran. Yup! Sholat adalah jawabannya.

Bagaimana Kembali Sehat dengan Gerakan Shalat?

Islam adalah agama yang sempurna sehingga seluruh aspek kehidupan manusia menyangkut di dalamnya. Islam mengajarkan keseimbangan, dan karenanya fungsi ‘relaksasi’ sudah terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari. Seorang Muslim wajib bekerja dengan giat, dan di sela-sela waktu bekerja tersebut, Allah mewajibkan ‘relaksasi’ berupa Sholat sebanyak lima kali sehari.

Sholat bukan hanya ‘relaksasi’ spiritual apalagi hanya ritual gerak badan semata. Dr. Ibrahim Kazim, seorang dokter, peneliti, dan direktur Trinidad Islamic Academy, menyatakan, “Gerakan yang teratur dan diulang-ulang pada tubuh saat seseorang sholat akan menguatkan otot tubuh, tendon, kelenturan sendi, serta sistem kardiovaskuler.”

Subhanallah!

Di luar unsur-unsur spiritual dan metaforikal gerakan Sholat, Sholat juga terbukti sebagai fungsi relaksasi tubuh. Sistem kardiovaskuler merupakan sistem peredaran darah yang sangat penting bagi kesehatan tubuh manusia, bahkan bagi kelangsungan hidup manusia. Sistem kardiovaskuler sendiri pada dasarnya adalah sistem organ yang memindahkan zat ke dan dari sel. Dengan sistem peredaran darah yang lancar, tubuh kita akan lebih sehat dan lebih produktif.

Saya jadi teringat suatu ayat dalam Al-Quran:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).

Qalb, atau yang diterjemahkan dengan hati dalam bahasa Indonesia, secara harfiah berarti “jantung”. Apabila dikaitkan dengan manfaat shalat untuk melancarkan sistem peredaran darah, akan terlihat koheren. Mereka yang “banyak mengingat Allah”, tentunya akan lebih banyak mendirikan Sholat. Baik itu Sholat wajib maupun sholat-sholat sunnah.

Semakin banyak gerakkan sholat yang diulang-ulang, sistem akan semakin kuat otot tubuhnya dan semakin lancar sistem kardiovaskulernya. Dengan sistem kardiovaskuler yang lancar, akan semakin sehat pula jantungnya. Jantung yang sehat adalah jantung dengan ritme yang konsisten tidak lambat tidak juga berdegup-degup. Kondisi tersebut hanya diperoleh saat hati dan perasaan sedang relaks dan tenang.  Dan banyak-banyak mengingat Allah (salah satunya dengan Sholat) kondisi hati relaks dapat tercapai dan jantung pun merasa ‘tenteram’. Masya Allah.

Baca Juga: Shalat Istikhoroh Solusi Berbagai Persoalan Hidup

Maka, sudah semestinya kita sebagai bersyukur karena Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kita untuk Shalat lima kali sehari dan sepatutnya pula kita lebih semangat menambah sholat-sholat sunnah kita  karena sejatinya kitalah yang membutuhkan Sholat untuk menyempurnakan seluruh aspek kehidupan kita, baik ruhani maupun jasmani. Alhamdulillah Allah SWT telah memberikan cara beristirahat dan kembali sehat dengan gerakan shalat.

Wallahu A’lam

(Oleh: Shinta Galuh Tryssa – Fundraising & Communication Officer Tabung Wakaf Indonesia. Dapat dihubungi di email shinta.galuh@tabungwakaf.com, atau follow Twitter @katashinta)

Wakaf Sekarang

Berita Terbaru

Adakah Investasi Paling Menguntungkan?

Adakah Investasi Paling Menguntungkan?   Ingin memiliki keuntungan yang sebanyak-banyaknya adalah fitrah manusia. Manusia selalu menginginkan hal yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang serendah-rendahnya. Termasuk dalam

Read More »

Yuk Wakaf