Klapanunggal, Kabupaten Bogor – Lebih dari satu dekade, sebidang tanah seluas kurang lebih 3000an meter persegi telah diserahkan sebagai wakaf. Hari ini, di atas tanah itu, ratusan anak berangkat sekolah setiap pagi, ratusan guru menyiapkan pelajaran, dan sebuah kawasan pendidikan berjalan dengan ritme yang teratur. Yang menarik bukan sekadar bahwa tanah itu pernah diwakafkan, melainkan bagaimana ia terus dijaga agar manfaatnya tidak berhenti. Inilah kisah Sekolah Smart Cibinong, salah satu aset wakaf produktif yang dikelola Dompet Dhuafa sebagai nazhir.
Latar Belakang Aset Wakaf
Pada 20 April 2015, PT Holcim Indonesia mewakafkan sebuah kawasan seluas kurang lebih 18.477 meter persegi di Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di atas lahan tersebut kemudian berdiri bangunan seluas kurang lebih 3.380 meter persegi yang difungsikan sebagai kawasan pendidikan.
Wakaf ini bukan wakaf tunai yang menunggu dikonversi menjadi manfaat. Ia sudah berwujud aset produktif sejak awal, sebuah kawasan yang dirancang untuk terus dipakai, dirawat, dan dikembangkan. Status ini menempatkan aset tersebut dalam kategori wakaf produktif, yakni wakaf yang keberadaannya dirancang untuk terus menghasilkan manfaat, bukan hanya tersimpan sebagai aset diam.
Amanah yang Harus Dikelola, Bukan Sekadar Diterima
Menerima aset wakaf sesungguhnya adalah bagian yang relatif sederhana dalam proses nazhir. Bagian yang jauh lebih berat adalah memastikan aset itu tetap berfungsi, terawat, dan relevan dari tahun ke tahun. Dompet Dhuafa, sebagai nazhir aset ini, menjalankan tanggung jawab tersebut dengan menunjuk Yayasan Pendidikan Umar Usman (YPUU) sebagai pengelola operasional sekolah sehari-hari.
Pembagian peran ini mencerminkan cara kerja pengelolaan wakaf produktif yang sehat. Nazhir memastikan aset tetap berada dalam koridor peruntukan wakaf dan terus memberi manfaat, sementara pengelola operasional menjalankan aktivitas teknis pendidikan dengan standar yang profesional. Keduanya berjalan beriringan agar amanah wakif tidak hanya terjaga secara administratif, tetapi juga hidup secara nyata dalam keseharian sekolah.
Sekolah Smart Cibinong Hari Ini
Dari tahun ke tahun, Sekolah Smart Cibinong berkembang menjadi satu kesatuan jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA. Sekolah ini mengusung pendekatan pendidikan berbasis karakter yang memadukan nilai-nilai Islam, kepemimpinan, kewirausahaan, serta pembelajaran berbasis teknologi.
Beberapa program yang berjalan di sekolah ini antara lain program tahfidz untuk pembinaan hafalan Al-Qur’an, program leadership dan entrepreneurship untuk membentuk jiwa kepemimpinan dan kemandirian sejak dini, kegiatan Market Day sebagai ruang praktik kewirausahaan siswa, pembinaan life skill, program English Day untuk membiasakan penggunaan bahasa Inggris, pemanfaatan Smart Board Learning dalam proses belajar mengajar, serta penguatan literasi.
Saat ini, sekolah tersebut menjadi tempat belajar bagi sekitar 809 siswa yang didampingi oleh sekitar 70 guru dan tenaga kependidikan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran nyata betapa satu kawasan wakaf mampu menjadi ruang tumbuh bagi ratusan keluarga secara berkelanjutan, tahun demi tahun.
Dampak yang Terus Berjalan
Yang membedakan wakaf produktif dari sekadar donasi satu kali adalah sifatnya yang berkelanjutan. Sebuah bangunan sekolah yang berdiri di atas tanah wakaf akan terus memberi manfaat selama ia dirawat dan dikelola dengan baik, bukan hanya pada tahun ia diresmikan.
Di Smart Cibinong, manfaat itu terlihat dari siklus tahunan yang terus berulang, siswa baru yang masuk di jenjang TK, siswa yang naik kelas dan berpindah jenjang, hingga siswa yang lulus dari SMA dan melanjutkan ke tahap kehidupan berikutnya. Guru-guru yang mengajar hari ini melanjutkan estafet dari guru-guru sebelumnya. Program-program seperti tahfidz, leadership, dan entrepreneurship terus berjalan sebagai bagian dari keseharian sekolah, bukan sekadar program musiman.
Dengan kata lain, manfaat dari wakaf ini tidak berhenti pada satu generasi. Ia terus bergulir, mengikuti pergantian siswa dan tenaga pendidik, selama kawasan ini tetap terjaga sebagai aset wakaf yang produktif.
Baca Juga :
- Penyerahan Surplus Wakaf Produktif Pusat Pelatihan Khadijah Learning Center
-
7 Potensi Wakaf Produktif Saat Pandemi Ini Tambah Amal Kebaikanmu
Peran Dompet Dhuafa sebagai Nazhir
Sebagai nazhir, tugas Dompet Dhuafa terhadap aset ini tidak selesai begitu bangunan berdiri. Nazhir bertanggung jawab memastikan peruntukan wakaf tetap terjaga sesuai dengan tujuan awal wakif, memastikan aset tetap terawat, serta memastikan pengelolaan operasional berjalan dengan baik melalui koordinasi bersama pengelola, dalam hal ini YPUU.
Peran ini bersifat jangka panjang. Sebuah aset wakaf pendidikan seperti Smart Cibinong membutuhkan pengawasan yang konsisten dari tahun ke tahun, baik dari sisi kondisi fisik kawasan maupun dari sisi keberlangsungan program pendidikan di dalamnya. Di sinilah fungsi nazhir menjadi krusial, bukan sebagai pemilik yang mengambil alih, melainkan sebagai penjaga amanah yang memastikan wakaf tetap berada di jalur yang seharusnya.
Kisah Sekolah Smart Cibinong adalah cerminan sederhana dari apa yang sebenarnya dimaksud dengan wakaf produktif. Sebuah tanah yang diwakafkan bukan untuk disimpan, melainkan untuk terus dipakai dan dirawat agar manfaatnya tidak pernah berhenti mengalir.
Di balik ratusan siswa yang belajar setiap hari dan puluhan guru yang mengajar dengan dedikasi, ada amanah dari seorang wakif yang dijaga dengan serius oleh nazhirnya. Wakaf, pada akhirnya, bukan tentang seberapa luas tanah yang diserahkan, melainkan seberapa lama dan seberapa jauh manfaatnya bisa terus dirasakan oleh generasi yang datang silih berganti.







