Siapakah yang Dimaksud Orang Kaya?

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
an-nahl:18 orang kaya

Orang Kaya Menurut Islam

Siapakah yang dimaksud orang kaya? Bill Gates dengan jumlah kekayaan mencapai 800 Trilyun Rupiah lebih? Warren Buffet? Mark Zuckerberg? Nadiem Makarim?
Sahabat, sebenarnya kita semua adalah orang kaya! Bukan karena kita punya bisnis raksasa, bukan karena kita mendapatkan investasi sekian juta dolar, bukan karena kita memiliki rumah mewah, villa dan kendaraan pribadi berjejer!
Kita bisa menjadi kaya seketika, saat ini juga! Dengan merasa cukup atas apa yang Allah beri!
Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya itu adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)
Dengan ukuran kaya dari Rasulullah ini, sudahkah kita percaya diri merasa sebagai bagian dalam golongan orang-orang kaya?
Jika belum, apakah yang membuat kita masih merasa tidak cukup? Apa yang membuat kita merasa miskin bahkan minder?
Sahabat, perasaan tidak cukup atas apa yang dimiliki biasanya bersumber dari rasa kurang bersyukur, ketidakbersyukuran ini sendiri timbul karena kita selalu melihat apa yang tidak ada, padahal begitu banyak kekayaan yang ada pada diri kita.
Maka untuk merasa diri kaya, kita perlu menyadari terlebih dulu betapa Allah telah mencukupi kita dengan banyak aset kekayaan, berikut ini sedikit di antaranya:
1. Nikmat bola mata
Sahabat, maukah bola mata kanan yang Anda punya ditukarkan dengan uang sejumlah seratus juta? Atau 1 Milyar Rupiah?
Jika tidak mau, berarti sebenarnya kita memiliki dua ratus juta atau bahkan 2 Milyar setiap harinya yang harus disyukuri. Bukankah 2 bola mata yang kita miliki ini merupakan nikmat tak terhingga?
Tahukah bahwa ibadah ratusan tahun lamanya belum sepadan dengan nikmat sebuah bola mata yang Allah berikan?
Cobalah rasakan apa yang terjadi jika mata kita tercolok benda tajam atau terkena virus! Badan menjadi demam, menggigil, makan tak enak tidur tak nyenyak, ke luar rumah tidak percaya diri dengan mata merah diperban.
Rasanya ingin melakukan apapun dan membayar berapapun agar mata kembali normal dan sembuh bukan? Maka, jika mata kita masih berfungsi baik, kita memiliki kekayaan yang tak terkira.
2. Nikmat jantung yang berdetak
Tahukah bahwa jantung memompa sekitar 2000 galon darah yang melewati ribuan mil sepanjang pembuluh darah? Artinya setiap menitnya jantung kita memompa 5 liter darah yang beredar ke seluruh pembuluh darah dalam waktu 20 detik. Maasya Allah!
Jika jantung kita bermasalah, biaya operasi jantung yang perlu dikeluarkan per operasi bisa mencapai 150-200 juta Rupiah, itupun kemungkinan tak cukup hanya dalam satu kali operasi saja.
Lalu, apa yang membuat kita merasa tidak cukup ketika setiap harinya Allah masih membuat jantung kita berdetak tanpa perlu bantuan alat apapun? Bahkan pasien penyakit jantung sekalipun masih bisa bersyukur dan merasa puas masih bisa menemui hari baru, apalagi yang memiliki jantung sehat wal afiat. Sadarilah betapa mahalnya detak jantung kita! Betapa luar biasa aset yang Allah berikan pada kita!
Sahabat,
Itu baru penjabaran singkat mengenai nikmat 2 organ tubuh saja, belum lagi organ lainnya, seperti organ pendengaran yang membuat kita bisa berkomunikasi dan mendengar bunyi yang indah, organ pengecapan yang membuat kita bisa merasakan nikmatnya makanan dan minuman, organ pernafasan yang otomatis bekerja tanpa perlu kita perintahkan, bahkan juga nikmat di luar tubuh kita seperti nikmat memiliki keluarga, nikmat beragama Islam, bahkan juga nikmat memiliki pekerjaan di saat ada jutaan pengangguran!
Rasanya tak akan habis tulisan ini jika satu per satu nikmat Allah dijabarkan di sini.
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nahl: 18).
Intinya, kita perlu menyadari bahwa kekayaan sejati adalah saat kita merasa cukup dengan segala pemberian Allah. Jika kita tak juga menyadari poin penting ini, maka selamanya kita akan menjadi orang yang fakir alias miskin, meski sebanyak apapun harta yang telah kita kumpulkan.
Lalu, sekarang sudahkah kita merasa bahwa diri kita adalah orang kaya?
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah Ta’ala berikan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1054)
Wakaf Sekarang