Temukan “Hiu” dalam Hidup

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

hiuSahabat, sudahkah menemukan ‘hiu’ dalam hidup masing-masing?

Meski kisah saduran ini sudah sering kita dengar, namun masih banyak yang belum mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari, mengenai pentingnya ‘hiu’ dalam hidup kita. In syaa Allah bisa menginspirasi.

Orang Jepang paling senang mengonsumsi ikan mentah, namun demikian jika ikan yang ditangkap dibawa ke darat dalam kondisi mati, maka daging ikannya sudah tidak segar lagi, oleh sebab itu ikan perlu dibawa hidup-hidup dalam sebuah kolam di atas kapal.

Anehnya, dalam perjalanan menuju daratan banyak ikan yang mati di kolam buatan tersebut, bahkan tak sedikit pula ikan yang masih hidup namun dagingnya terasa kurang segar ketika dikonsumsi. Mengapa bisa demikian?

Akhirnya para nelayan mendapat ide, mereka menaruh ikan hiu kecil dalam kolam buatan tersebut. Hiu itu memangsa beberapa ikan di kolam, namun sangat efektif membuat semua ikan bergerak lincah menghindari hiu tersebut.

Hasilnya? Jumlah ikan yang mati di kolam berkurang, bahkan daging ikan menjadi terasa sangat segar begitu dikonsumsi di daratan, dikarenakan ikan-ikan tersebut selalu bergerak aktif agar tak dimangsa hiu.

Sahabat, demikian pula ilustrasi hidup kita. Tanpa ‘hiu’ alias masalah, hampir bisa dipastikan hidup kita akan statis dan tak banyak perkembangan diri yang kita peroleh.

Lihatlah orang-orang yang luar biasa, hampir semuanya hidup dengan penuh tekanan, himpitan, dan perjuangan, bukankah mereka tumbuh menjadi manusia paling bermanfaat untuk manusia lain?

Sedangkan orang-orang yang tak memiliki banyak masalah, tumbuh menjadi orang yang biasa saja dan cenderung hidup menjemukan, tidak banyak bahkan hampir tidak ada manfaat yang diberikan untuk orang lain karena mereka tak memiliki motivasi ‘hiu’ yang membuat dirinya terus bergerak, yang membuatnya butuh mengupgrade diri setiap hari, meningkatkan keimanan tiap saat.

Maka, bersyukurlah jika Allah memberi kita masalah dalam hidup, jelas bahwa masalah dan ujian hidup merupakan ‘hiu’ yang kita butuhkan untuk melejitkan potensi diri.

“Jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan memberikan cobaan kepada mereka.” (HR. Tirmidzi)

Sahabat, selamat menemukan ‘hiu’ dalam hidup, yang bisa membuat diri kita senantiasa bergerak aktif dan memiliki kualitas karakter yang kuat. Mudah-mudahan Allah melindungi kita dari kematian sebelum kematian yang sebenarnya, yakni kondisi di mana kehadiran kita tak membawa manfaat untuk orang lain. Naudzubillah. (SH)

Wakaf Sekarang