Banda Aceh, 18/11/ 2025 — Dompet Dhuafa bersama Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) menggelar seminar nasional Wakaf Goes to Campus di UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk meningkatkan literasi wakaf serta mendorong mahasiswa memahami wakaf sebagai instrumen ekonomi Islam yang berkelanjutan.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Saiful Musadir (Deputi Bank Syariah Indonesia), Imam Alfaruq, SEI., ME. (Kepala Departemen Literasi dan Fundraising Wakaf Dompet Dhuafa), dan Prof. Dr. Zaharsyah Ibrahim (Guru Besar Ekonomi Islam UIN Ar-Raniry).
Dalam pemaparannya, Saiful Musadir menegaskan bahwa pertumbuhan industri perbankan syariah akan memperluas manfaat ekonomi umat.
“Dengan berkembangnya perbankan syariah, harapannya akan semakin profitable, maka akan luas juga kebermanfaatannya. Sebab perbankan yang berbasis syariah diwajibkan untuk menunaikan zakat,” ujarnya.
Sementara itu, Imam Alfaruq menjelaskan posisi Dompet Dhuafa sebagai nazhir berizin BWI sejak 2004 yang kini mengelola aset wakaf senilai Rp244 miliar untuk sektor pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Ia juga menguraikan perbedaan zakat dan wakaf dalam perspektif syariah.
“Zakat itu tujuannya adalah benefit. Akan tetapi wakaf itu profit dulu, baru benefit, karena syariat wakaf adalah menanam pokoknya lalu mengalirkan manfaatnya,” jelasnya.
Imam turut mengajak mahasiswa menjadikan wakaf sebagai budaya keberlanjutan.
“Berwakaf harus dibudayakan. Kita harus menyiapkan jaminan untuk hari akhirat, karena wakaf itu manfaatnya mengalir abadi,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa dan FoSSEI berharap mahasiswa dapat menjadi agen penggerak literasi wakaf di lingkungan kampus maupun masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem wakaf produktif di Indonesia. (red. Alwi)
Baca Juga : Dompet Dhuafa dan Kemenag Jambi Ajak Mahasiswa Berinovasi dalam Pengelolaan Wakaf






