Wakaf Ronting

BANGUN RONTING menjadi visi Dompet Dhuafa saat ini. Perkenalan pertama Dompet Dhuafa dengan warga Ronting bermula pada momen Ramadhan 1438 H. Tepatnya saat tim Dompet Dhuafa mendapatkan kabar bahwa masjid satu-satunya di kampung tersebut nyaris roboh.

Tak menunggu lama, gerakan kebaikan untuk memugar kembali masjid pertama di tanah Ronting tersebut bergulir. Masjid yang bernama Masjid Al-Istiqomah itu terus berkembang hingga kini dalam membentangkan kebaikan untuk membangun peradaban di sana.

Tak hanya keindahan saja, sumber daya alam di Ronting sangat potensial untuk digarap. Mulai dari potensi kelautannya seperti pengembangan kampung nelayan dan ladang garam, hingga membangun sentra ternak dan wisata bisa menjadi penguat perekonomian Ronting.

Melalui dukungan dan semangat Gerakan Sejuta Wakif dari semua, Ronting bisa menjadi zona peradaban Islam yang memiliki sejuta potensi dalam lima hingga sepuluh tahun kedepan.

Mari Bangun Ronting. Bangun mimpi kawasan Ronting menjadi pusat peradaban Islam di tanah Flores.

 

PROGRAM BANGUN RONTING

1. Membangun Kampung Nelayan Terpadu

Kampung Nelayan Terpadu adalah gagasan membuat kampung produktif berbasis potensi dan kearifan nelayan. Gagasan tersebut berfokus pada terbukanya akses kegiatan ekonomi nelayan. Beberapa aktivitas ekonomi nelayan di Kampung Ronting antara lain menangkap ikan, membuat ikan kering, membuat perahu, mengolah kelapa, hingga memproduksi kain khas Flores dengan alat tenun tradisional.

 

2. Membangun Tempat Pelelangan Ikan

Saat ini belum tersedia tempat pelelangan ikan di Kampung Ronting. 130 perahu masyarakat nelayan yang setiap hari menangkap ikan selalu kembali membawa dan menjual hasil tangkapannya secara tidak menentu.

Tidak ada kontrol harga, begitu juga dengan volume tangkapan. Akibatnya, harga yang diperoleh para nelayan tidak pernah seragam. Tidak jarang, hasil tangkapan yang diperoleh hanya impas dengan modal yang dikeluarkan. Belum lagi dibebankan dengan biaya angkut hasil tangkapan.

Melalui pendampingan Dompet Dhuafa, tempat pelelangan ikan akan dibentuk menjadi pasar ikan sekaligus tempat pengelolaan ikan tangkapan. Ikan akan dikemas dengan baik sehingga ikan tangkapan masyarakat menjadi bernilai ekonomis.

 

3. Membangun Depo Solar

Hingga saat ini, Ronting belum dialiri listrik negara. Masyarakat terpaksa menggunakan genset dalam kesehariannya untuk menarik air tanah bagi pertanian. Kebutuhan solar cukup tinggi di Ronting. Jika depo solar diaktifkan di pesisir Ronting, akan memangkan biaya operasional nelayan dan menciptakan transaksi bahan bakar yang cukup besar.

 

4. Pengadaan Dua Unit Kapal Besar

Hasil tangkapan ikan oleh nelayan Ronting terbilang belum optimal. Dengan perahu kecil, masyarakat hanya mampu menangkap ikan-ikan kecil dalam jumlah terbatas. Selain daya muat, daya jelajah kapal kecil tidak mampu menjangkau laut yang lebih dalam. Jika masyarakat diberdayakan dengan modal kapal tangkap ikan yang lebih besar, maka produksi tangkapan masyarakat akan lebih maksimal. Sistem penggunaan kapal dilakukan dengan pola pemberdayaan berbasis koperasi nelayan.

 

5. Sentra Peternakan Sapi

Peternakan sapi di Ronting tidak menggunakan pola kandang, melainkan pola lepas. Pola tersebut sudah menjadi kearifan local bagi masyarakat. Usaha peternakan sapi di Ronting sangat potensial. Selain lahan yang luas, juga tersedia stok pakan yang cukup. Ada banyak sekali tanaman lamtoro yang menjadi pakan utama sapi.

 

6. Program Dakwah Masyarakat

Pesisir Ronting menjadi wilayah dengan muslim paling banyak di Nusa Tenggara Timur. Dalam keterbatasan yang dimiliki Ronting, masyarakat tetap mempertahankan kehidupan keislamannya. Sentra kegiatan masyarakat Ronting nanti akan berpusat di Masjid Al-Istiqomah yang sudah dipugar Dompet Dhuafa.

 

7. Penawaran Lahan Wakaf per-100 m2 Senilai 10 Juta Rupiah

Dimulai pada 2017, Dompet Dhuafa kembali memulai persiapan untuk program Klaster Mandiri di pesisir Ronting. Wilayah yang disasar merupakan desa para nelayan, maka Dompet Dhuafa merencanakan mengembangkan kawasan Desa Nelayan Terpadu.

Secara umum, Kampung Ronting sangat potensial untuk dikembangkan pemberdayaannya mulai dari pesisir, laut, hingga darat. Di pesisir, terdapat bakau dan aliran sungai laut ke darat. Di laut, terdapat ikan yang berlimpah. Di darat, tempat itu produktif untuk budidaya udang, kepiting, hingga tambak garam. Bahkan, sentra peternakannya bisa jauh lebih produktif untuk sentral peternakan sapi bali.

Bukan hanya itu, beragam kegiatan ekonomi yang potensial untuk mensejahterakan masyarakat nelayan. Beberapa kegiatan budaya seperti tenun kain khas flores, oleh-oleh hasil olahan laut, dan budaya yang sangat atraktif khas desa nelayan adalah potensi besar yang akan terus dikembangkan.

 

LOKASI BANGUN RONTING

Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, Kota Borong, Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tengga Timur (NTT)

 

KABAR BANGUN RONTING

 

 

KABAR WAKAF

DONASI SEKARANG

 

 

atau melalui transfer bank:

 

Bank Mandiri 101.00.984.0098.7

 

 

Wakaf Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *