Ciri-Ciri Hati yang Sehat

ciri hati sehat
Foto: Ilustrasi dari Pixabay

Sahabat, tahukah apa saja yang menjadi ciri-ciri hati sehat? Tentu yang dimaksudkan bukanlah organ hati atau liver, melainkan qolbu.

Sama seperti organ dalam tubuh yang sehat, qolbu yang sehat pun memperlihatkan beberapa ciri khusus yang dapat terdeteksi, terutama oleh diri kita sendiri sebagai pemiliknya.

Contoh, paru-paru yang sehat bisa terdeteksi dengan cara menghirup nafas panjang, jika langsung terbatuk-batuk berarti ada masalah dengan paru-parunya, kemudian secara tampilan fisik, paru-paru berwarna segar, tidak keruh atau kehitaman.

Selanjutnya, paru-paru sehat bisa tampak juga dari ukuran badan yang proporsional, tidak terlalu kurus. Karena kebanyakan orang yang memiliki penyakit paru-paru ukuran tubuhnya kecil.

Lalu, bagaimanakah cara mendeteksi qolbu yang sehat? Berikut ini beberapa ciri yang bisa dideteksi:

1. Bergetar bila mendengar nama Allah disebutkan

Hati yang sakit atau bermasalah karena terlalu kotor penuh noda akan kesulitan merasakan getaran saat mendengar asma Allah disebutkan. Akan tetapi, orang dengan qolbu yang sehat akan sangat mudah tergetar hatinya bahkan hanya dengan mendengar nama Allah dan ayat-ayatNya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,” (QS. Al Anfal: 2)

2. Sabar menerima segala qodho dan qodar yang menimpanya

Orang yang ‘melawan’ takdir, senantiasa mengeluh dengan apa yang Allah karuniakan padanya, sangat mungkin memiliki penyakit dalam hatinya. Karena orang dengan qolbu sehat semestinya amat mudah ridho dengan segala kehendak Allah pada dirinya.

…..Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah), (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka,” (QS. Al Hajj: 34-35)

Baca juga:

Memandang Kehidupan dengan Kaca Mata Akhirat

Larangan Merendahkan Orang Lain

Sejauh Apakah Kita Mempelajari Al-Quran

3. Memberikan sebagian harta yang dimiliki untuk orang yang membutuhkan

Orang yang bakhil terhadap hartanya dan tidak berminat membantu kaum dhuafa, yatim, gharimin, fi sabilillah, dan lain-lainnya, menunjukkan hati yang tidak sehat.

Qolbu yang sehat pastilah ringan untuk bersedekah, menginfakkan sebagian rezeki titipan Allah untuk orang yang membutuhkan.

Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya,” (QS. Al Mukminun: 60-61)

4. Tegas terhadap orang kafir yang terang-terangan menentang Allah dan Rasul-Nya

Seseorang dengan qolbu yang sehat tidak mungkin bersikap mesra pada orang-orang yang terang-terangan menentang ajaran Allah dan RasulNya. Misalkan pada penguasa yang zalim, koruptor, penindas orang-orang kecil.

Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung,” (QS. Al Mujadilah: 22)

5. Mudah menerima ajaran Islam

Seseorang dengan qolbu sehat juga akan lebih mudah menerima ajaran Islam. Ketika mendapat perintah untuk memakan makanan halal, maka ia takkan mempertanyakan aturan tersebut apalagi menentangnya, demikian juga aturan berhijab, serta aturan Islam lainnya yang meskipun tampak sulit dijalankan, tapi akan tetap dilaksanakannya.

Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya,” (QS. Az Zumar: 22-23)

Sahabat, melihat beberapa ciri-ciri hati yang sehat di atas, apakah qolbu kita lolos kriteria tersebut? Ataukah masih jauh panggang dari api? Semoga Allah makin sehatkan qolbu kita dari hari ke hari. (SH)

Rekening Wakaf Produktif a/n Yayasan Dompet Dhuafa Republika :

Bank BII Syariah 2.700.001.382
Bank BNI Syariah 009.153.8995
Bank Mega Syariah Indonesia 100-000-0536
Bank Syariah Mandiri 7.000.493.133
BCA 237.304.8887
Bank Muamalat 0000.37.3423
Bank mandiri 101.000.662.669

atau Donasi via Online klik -> http://bit.ly/2qQBPpe

Lihat program wakaf di www.tabungwakaf.com

(Info: 021-7416050 – WA: 0812 1292 528)


One thought on “Ciri-Ciri Hati yang Sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *