Tidak Ada Hari atau Benda yang Membawa Sial

Foto: Based Photo by Pixabay

Abu Hurairah berkata, bersabda Rasulullah, “Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sahabat, hari baik atau hari sial itu tidak ada, kita perlu meyakini qadha dan qadar Allah sehingga tidak takut pada anggapan hari sial.

Tidak sedikit orang yang tergelincir pada kesyirikan karena memercayai hari baik dan hari sial, kemudian mereka menggantungkan jimat-jimat atau rajah untuk melindungi diri dari kesialan. Atau mendatangi peramal untuk mengetahui ini dan itu. Astaghfirullah.

Ketahuilah bahwa setiap jimat dan rajah adalah kesyirikan, bahkan sekalipun dengan tujuan untuk merasa lebih baik atau terlindungi atau lebih sehat, maka ini pun tidak diperbolehkan dalam Islam.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melihat di lengan seorang pria gelang yang dinampakkan padanya. Pria tersebut berkata bahwa gelang itu terbuat dari kuningan. Kemudian beliau berkata,

Untuk apa engkau memakainya?” Pria tadi menjawab, “(Ini dipasang untuk mencegah dari) wahinah (penyakit yang ada di lengan atas),”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, “Gelang tadi malah membuatmu semakin lemah. Buanglah! Seandainya engkau mati dalam keadaan masih mengenakan gelang tersebut, engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad 4: 445 dan Ibnu Majah no. 3531)

Gantungkanlah segala harapan kita pada Allah, bukan pada benda-benda seperti kalung, cincin, gelang, keris, atau kertas rajah berisi huruf Arab Gundul. Atau malah mendatangi peramal/ orang pintar/ paranormal yang jelas-jelas menyekutukan Allah dengan jin.

Siapa yang mendatangi peramal, kemudian bertanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR. Ahmad, Muslim)

Lalu, bagaimana cara menangkal ketakutan pada sesuatu yang mungkin membawa kesialan? Ya, tentu saja dengan bertawakal pada Allah.

Tidak ada yang bisa menghilangkan sangkaan jelek dalam hatinya. Namun Allah-lah yang menghilangkan anggapan sial tersebut dengan tawakkal.” (HR. Abu Daud no. 3910 dan Ibnu Majah no. 3538.

Ketahuilah bahwa sebagian besar kesialan yang menimpa diri kita adalah disebabkan perbuatan kita sendiri.

Kemalanganmu adalah disebabkan oleh dirimu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas.“ (QS. Yaasin: 19)

Semoga Allah membersihkan akidah kita dari kesyirikan. (SH)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *