Alasan Klaim “Patungan Online Pertama” Fundraising RS Hasyim Asyari

Banner kampanye RS Hasyim Asyari di kanal Kitabisa.com

Tabung Wakaf – Dompet Dhuafa mengklaim “Patungan Online Pertama” untuk penghimpunan RS Hasyim Asyari di berbagai kanal donasi yang bersinergi.

Klaim “Patungan Online Pertama Rumah Sakit untuk Dhuafa” yang disuarakan Dompet Dhuafa bukan tanpa alasan. Ada sebab munculnya inisiasi, apa saja saja alasanya?

 

1. Belum Pernah Lakukan Penghimpunan di Kanal Crowdfunding

Alasan pertama yang diberikan Dompet Dhuafa adalah penggalangan dana wakaf ummat untuk rumah sakit berbasis wakaf produktif sebelumnya tidak menyentuh ranah fundraising di crowdfunding.

RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, yang diresmikan pada 2012 saja mengandalkan jaringan yang telah dibangun Dompet Dhuafa. Diantaranya adalah donatur tetap, kampanye kanal retail, kerja sama kanal korporasi, dan donatur baru Dompet Dhuafa.

Jangankan RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, RS AKA Medika Sribhawono Lampung Timur yang diresmikan pada Januari 2017 juga tidak melakukan penghimpunan crowdfunding.

Kini, RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa, Parung, Bogor, yang pertama dibangun Dompet Dhuafa dari dana ummat itu menjadi rumah sakit model wakaf. Menjadi percontohan pengelolaan wakaf produktif di Indonesia dan tentunya RS Hasyim Asyari-Dompet Dhuafa yang akan mulai dibangun pada tahun 2018 ini.

 

2. Kesempatan, Crowdfunding Marak di Tahun 2018

Tidak ingin ketinggalan dengan kebaikan dari teknologi. Dompet Dhuafa mendapat banyak tawaran untuk membuat campaign di berbagai platform donasi online Indonesia.

Beberapa diantaranya yang kini sudah bekerja sama adalah Kitabisa.com, Ammana Fintek Syariah, dan kanal crowdfunding Dompet Dhuafa yakni BawaBerkah.org.

Sunarto, Manajer Retail Mobilisasi Wakaf, mengatakan kerja sama dengan crowdfunding ini dianggap akan memperluas jaringan dan keterikatan Dompet Dhuafa dengan donatur baru.

Banyak donatur yang akan berkontribusi di platform digital ini. Jadi, wakaf tidak hanya dilakukan oleh Senior Citizen saja,” lanjutnya.

Walau sudah digalakan tentang bisa berwakaf dengan nominal tak dibatasi, namun anggapan orang masih saja belum banyak berubah. Anggapan wakaf harus dengan aset atau nominal besar masih terus ada.

“Dengan crowdfunding ini, siapa saja bisa berwakaf dengan nominal berapa pun,” kata Sunarto.

 

3. Belum Ada Kampanye Patungan Rumah Sakit Dhuafa di Crowdfunding

Banyak yang bertanya saat itu, mengapa RS Hasyim Asyari Dompet Dhuafa disebutkan “Patungan Online Rumah Sakit Dhuafa Pertama”. Sedangkan, Dompet Dhuafa memiliki RS Rumah Sehat Terpadu, di Parung, Bogor, notabene sebagai rumah sakit pertama yang didirikan oleh Dompet Dhuafa.

Namun, hal itu diperjelas dengan kata “Online“, mempertegas bahwa kanal crowdfunding yang dimaksud. Untuk kanal Kitabisa.com sendiri, belum ada kampanye pembangunan rumah sakit, terlebih khusus untuk Dhuafa.

Direktorat Mobilisasi Wakaf memetakan berbagai kanal yang digunakan untuk melakukan penghimpunan RS Hasyim Asyari. Kanal ini merupakan gaya fundraising Dompet Dhuafa, termasuk dalam pendaaan RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa di Parung Bogor dan RS AKA Medika Sribhawono di Lampung Timur.

Pertama adalah kanal retail yang menyasar donatur melalui komunikasi visual, audio-visual, dan perusahaan retail. Kedua adalah ranah korporasi yang saat ini sudah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan skala nasional dan Perbankan di Indonesia.

Kemudian ada kanal ketiga dan terbaru yakni crowdfunding. Tahun 2018 ini mulai digalakan seiring dengan penggalangan dana ummat untuk RS Hasyim Asyari Dompet Dhuafa di Jombang.

Total sebanyak 8.000 donatur dari ketiga kanal fundraising wakaf Dompet Dhuafa. Antusiasme donatur di berbagai kanal ini sangat baik, terlebih lagi donatur baru yang terjaring melalui kanal crowdfunding.

Harapan dari Direktorat Wakaf Dompet Dhuafa, donatur yang terjaring tidak hanya sebagian besar Senior Citizen. Namun, bisa meluas seperti sekarang ini melalui pendekatan kekinian dengan generasi milenial. (Tabung Wakaf/ Mutia Rabbani Hanifah)

 

Baca juga:

Pembangunan Khadijah Learning Center Sudah Mencapai 41%

Arti “Bintang 5” untuk Pelayanan di RS Dompet Dhuafa


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook

Instagram