Rasa Takut akan Neraka

 

Demi Allah, andai kalian tahu apa yang aku ketahui, sungguh kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Kalian pun akan enggan berlezat-lezat dengan istri kalian di ranjang. Dan akan kalian keluar menuju tanah datang tinggi, mengiba-iba berdoa kepada Allah

(HR. Tirmidzi 2234, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)

Sahabat, pernahkah mendengar suara klakson kendaraan? Terutama kendaraan umum dan besar seperti bis atau kereta yang menghasilkan suara sangat besar dan menakutkan.

Bagaimana jika orang-orang tidak bereaksi begitu mendengar suara bising klakson? Misalnya karena mereka kehilangan rasa takut terhadap suara klakson. Tentu saja bisa membahayakan karena berpotensi tertabrak akibat tidak waspada.

Lihat saja anak-anak yang tumbuh besar di sekitar rel kereta api atau jalan raya, mereka biasanya sudah kebal terhadap bunyi klakson kendaraan sehingga tidak lagi merasa kaget atau takut dengan suara bising tersebut. Akhirnya, kewaspadaan mereka berkurang.

Maka demikian pulalah kondisi jika kita tidak lagi bereaksi terhadap ancaman neraka Allah. Orang-orang yang sudah kebal dengan ancaman neraka, sudah kehilangan rasa takut mereka pada siksa Allah SWT yang pedih.

Sesungguhnya ancaman neraka diberikan Allah SWT untuk kita sebagai salah satu peringatan agar kita berhati-hati dalam menjalani hidup. Sama seperti fungsi klakson yang dibunyikan oleh pengemudi, salah satunya adalah untuk memberi peringatan agar tidak tertabrak.

Bukankah para Sahabat Rasulullah SAW yang telah dijanjikan surga sekalipun tetap memiliki rasa takut pada neraka dan siksa Allah? Sebagai tanda sempurnanya cinta mereka pada Allah. Mereka memiliki rasa harap dan juga rasa cemas, karena khawatir mengecewakan Allah yang dicintainya.

Lalu, bagaimana jika seseorang sudah tak lagi paham makna dari peringatan akan siksa neraka ini dan menganggapnya sebagai hal yang tak perlu ditakutkan?

Beberapa hal berikut ini merupakan efek buruk jika seseorang telah kehilangan rasa takut neraka Allah:

1. Lalai dalam Beribadah

Biasanya orang yang tak lagi punya rasa takut pada neraka Allah SWT, maka akan menjadi lalai dalam menjalankan ibadahnya. Hal ini disebabkan ia tak memiliki rasa cemas atau khawatir pada ancaman siksa dikarenakan amalan yang tak sesuai dengan petunjuk Allah SWT atau RasulNya.

2. Tidak Takut Bermaksiat

Orang yang tidak lagi memiliki rasa takut pada neraka atau siksaan Allah SWT juga rentan untuk berkubang dalam kemaksiatan. Ia tak menyadari seberapa perih dan meruginya orang-orang yang terpanggang di neraka, sehingga ia kehilangan rasa takut dalam bermaksiat secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.

3. Menyepelekan Perbuatan Dosa yang Dilakukan dan Tidak Segera Bertaubat

Orang yang tak lagi takut ancaman siksa Allah SWT akan cenderung mengulur-ulur waktu untuk bertaubat. Ia teperdaya dan merasa usianya masih panjang.

Seorang yang beriman melihat dosa-dosanya bagai ia sedang duduk di bawah gunung yang akan runtuh, ia khawatir tertimpa. Sedangkan orang fajir (ahli maksiat), melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang melewati hidungnya” (HR. Bukhari 6308)

4. Tidak Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Orang yang kehilangan rasa takut terhadap neraka biasanya juga abai terhadap kewajiban beramar ma’ruf dan nahi munkar, yakni memberi petunjuk pada orang lain untuk melakukan kebajikan, serta mencegah orang lain untuk melakukan hal yang buruk.

Mengapa demikian? Karena ia menganggap masalah orang lain bukanlah urusannya, dan tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.

Sama seperti seseorang yang melihat orang lain berjalan di pinggir jurang, jika ia telah kehilangan sensitivitas dan ketakutan, maka ia takkan mengingatkan orang tersebut untuk berhati-hati dan menjauh dari tepi jurang. Ia merasa tak peduli karena toh ia sendiri tak merasa takut melakukannya.

Sahabat, meskipun tak selayaknya kita beribadah pada Allah SWT hanya karena takut akan neraka, tetapi kita tetap perlu memelihara rasa cemas dan khawatir pada ancaman siksa neraka. Bukankah dahulunya Iblis adalah salah satu makhluk Allah yang gemar beribadah? Namun kemudian ia terpedaya kesombongan dan rasa ujub diri sehingga terperosok ke lembah neraka yang menghinakan. Na’udzubillah. (SH)

Wakaf Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook

Instagram