Haus Ilmu

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

tumblr_nvkzf43fFU1u5cr2do1_1280“Carilah ilmu dari buaian sampai liang lahat.” (HR. Muslim)

Sahabat, banyak manusia masa kini yang haus harta, jabatan dan popularitas, tapi tidak haus akan ilmu. Bahkan seolah-olah ilmu adalah sesuatu yang dapat diperjualbelikan dengan mudah, cukup bayar beberapa digit Rupiah saja bisa mendapatkan gelar ilmu dari Universitas manapun yang diinginkan.

Padahal sejatinya, ilmu bukanlah sekadar gelar di belakang nama, melainkan hikmah yang bermanfaat untuk kehidupan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Seseorang belum dikatakan berilmu apabila sesuatu yang ia pelajari belum memberi manfaat, layaknya bibit yang tak tumbuh, tak berbunga dan tak berbuah.

Bahkan dalam Islam, mencari ilmu hukumnya adalah wajib, baik untuk muslimin maupun muslimah.

”Mencari ilmu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan.” (HR. Ibnu Abdil Barr)

Sahabat, ada begitu banyak keutamaan ilmu yang kita peroleh kemudian kita bagikan, dibandingkan dari harta yang kita peroleh kemudian kita sedekahkan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Ilmu diperlukan untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat

Siapapun yang menganggap harta benda adalah hal paling penting yang diperlukan untuk kehidupan dunia dan juga akhirat nampaknya telah keliru. Sesungguhnya ilmu lah yang dapat membantu kita menguasai kehidupan dunia maupun akhirat.

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu.” (HR. Tirmidzi)

2. Orang yang melakukan perjalanan dalam rangka mencari ilmu serupa dengan orang yang berada di jalan Allah

Bahkan ketika kita melakukan perjalanan untuk mencari ilmu, Allah akan memberikan pahala dan mengangkat derajat kita sebagaimana orang-orang yang berada di jalanNya.

”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)

3. Orang berilmu akan ditinggikan derajatnya di antara para manusia

Allah menjamin bahwa Ia akan meninggikan derajat orang yang berilmu di antara para manusia.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. al-Mujadalah : 11)

4. Orang yang berilmu dan menggunakan ilmu tersebut serta mengajarkannya termasuk dalam golongan orang yang boleh diirikan oleh orang lain

Kita boleh iri pada orang yang Allah berikan ilmu kemudian memanfaatkan dan mengajarkan ilmu itu untuk orang lain.

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a. Nabi Muhamad pernah bersabda: “Janganlah iri pada orang lain, kecuali seperti dua orang ini. Pertama orang yang diberi Allah kekayaan berlimpah dan ia membelanjakannya secara benar, kedua orang yang diberi Allah al-Hikmah dan ia berprilaku sesuai dengannya dan mengajarkannya kepada orang lain.” (HR Bukhari)

5. Orang berilmu jauh lebih utama dibandingkan orang yang ahli ibadah

Bahkan keutamaan orang berilmu melampaui orang yang ahli ibadah.

“Keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku (Rasulullah) atas orang yang paling rendah dari kalian (para sahabat).” (HR. Tirmidzi)

6. Hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan di masyarakat merupakan salah satu di antara tanda-tanda kedatangan hari penghancuran

Berhati-hatilah jika kita sudah enggan mencari ilmu, merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki, menahan ilmu serta tidak mengajarkannya untuk manusia lain, sesungguhnya tersebarnya kebodohan merupakan salah satu pertanda telah dekatnya hari kehancuran.

“Di antara tanda-tanda hari kiamat adalah: sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, diminumnya khamr, merebaknya perzinaan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Ilmu yang bermanfaat akan tetap mengalirkan pahala meskipun orang yang mengajarkannya telah meninggal dunia

Tak hanya sedekah jariah, ilmu bermanfaat yang diajarkan untuk orang lain in syaa Allah pahala kebaikannya terus mengalir selama ilmu itu masih dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Jika anak Adam telah meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali 3 hal:
1) Ilmu yang bermanfaat
2) Sedekah jariyah
3) Anak Shaleh yang mendoakan kedua orangtuanya” (HR. Muslim)

8. Ilmu merupakan warisan para Nabi dan Rasul

Banggakah kita dengan harta warisan yang banyak untuk anak cucu serta generasi penerus? Jangan dulu berbangga jika kita tak mampu mewariskan ilmu pada generasi penerus, karena sesungguhnya harta dapat habis dengan sangat cepat, sedangkan ilmu akan abadi.

Sesungguhnya para Nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham. Barangsiapa yang mewariskan ilmu, maka sungguh ia telah mendapatkan keberuntungan yang besar.” (HR. Abu Daud no. 3641. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

9. Ilmu membuat seorang hamba takut mendurhakai Rabbnya

Sudah jelas bahwa orang yang berani durhaka pada Allah hanyalah mereka yang tak berilmu atau tak memiliki pemahaman mendalam tentang Allah.

Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama (Orang yang berilmu).” (QS. Fathir: 28)

10. Penduduk langit dan bumi akan memintakan ampun bagi orang yang berilmu

Ini hal luar biasa, bahkan seluruh penduduk langit dan bumi akan turut memintakan ampunan Allah bagi orang yang berilmu.

Sesungguhnya orang yang berilmu dimintai ampun oleh setiap penduduk langit dan bumi, sampai pun ikan yang berada dalam air…” (HR. Abu Daud)

Sahabat, semoga Allah memasukkan kita dalam golongan orang-orang yang senantiasa haus ilmu dan meninggikan derajat kita dengan memberi ilmu pengetahuan mendalam mengenai agama. (SH)

Wakaf Sekarang